Avatar: Fire and Ash (2025), Konflik Baru di Pandora dan Bangkitnya Suku Api
Avatar: Fire and Ash membawa penonton kembali ke Pandora dengan konflik emosional dan spiritual yang lebih dalam. Film ini memperkenalkan Suku Abu dan pemimpin mereka, Varang, sebagai ancaman baru bagi keluarga Sully.
Showbizline – James Cameron kembali membawa penonton ke dunia Pandora dalam film ketiga dari waralaba epik Avatar, berjudul Avatar: Fire and Ash.
Dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Desember 2025, film ini melanjutkan kisah Jake Sully dan Neytiri, yang kini harus menghadapi ancaman baru dari suku Na’vi yang belum pernah diperkenalkan sebelumnya: Ash People atau Suku Abu.
Latar Cerita, Dari Duka ke Perlawanan

Setelah kehilangan putra sulung mereka, Neteyam, keluarga Sully masih bergulat dengan rasa duka yang mendalam.
Konflik internal antara Jake dan Neytiri pun semakin terasa. Dalam trailer resmi, Jake berkata, “You cannot live like this, baby—in hate,” menandakan ketegangan emosional yang akan menjadi inti narasi.
Di tengah ketidakpastian, muncul ancaman dari Suku Abu yang dipimpin oleh Varang (diperankan oleh Oona Chaplin). Berbeda dari suku Na’vi sebelumnya, Ash People digambarkan sebagai kelompok yang agresif, primitif, dan hidup di wilayah vulkanik.
Mereka mengenakan cat wajah merah-hitam dan melakukan ritual di sekitar api, menandakan perbedaan ideologis dan spiritual yang tajam dengan suku lain.
Karakter dan Konflik Baru

Varang menjadi tokoh sentral dalam konflik kali ini. Dalam salah satu adegan, ia berkata kepada Kiri (Sigourney Weaver), “Your goddess has no dominion here,” menegaskan penolakan terhadap kepercayaan spiritual Na’vi lainnya.
Suku Abu juga diduga menjalin aliansi dengan Recom Quaritch (Stephen Lang), musuh lama yang kini kembali dalam wujud avatar Na’vi.
Selain itu, film ini memperkenalkan lebih banyak wilayah Pandora yang belum pernah terlihat sebelumnya, termasuk lanskap vulkanik, balon udara organik, dan makhluk laut baru.
Lo’ak, putra Jake, juga mendapat porsi cerita lebih besar, termasuk interaksinya dengan Tsireya dari klan Metkayina.
Produksi dan Visual Spektakuler

Disutradarai dan ditulis oleh James Cameron bersama Rick Jaffa dan Amanda Silver, Avatar: Fire and Ash menjanjikan pengalaman sinematik yang lebih dalam dan emosional.
Film ini akan tayang di berbagai format premium seperti IMAX 3D, Dolby Cinema, dan 4DX.
Dengan durasi yang diperkirakan lebih panjang dari Avatar: The Way of Water, Cameron menyatakan bahwa cerita kali ini lebih kompleks dan tidak lagi mengandalkan dikotomi “manusia buruk vs Na’vi baik”.















