Avatar: Fire and Ash — Jake Sully Kembali ke Medan Perang, Sam Worthington Ungkap Luka Emosional yang Mendalam
Sam Worthington ungkap sisi gelap Jake Sully dalam Avatar: Fire and Ash. Film ketiga ini menggambarkan trauma, perpecahan keluarga, dan kembalinya Jake ke medan perang setelah kehilangan putra sulungnya.
Showbizline – Film ketiga dari waralaba Avatar, berjudul Avatar: Fire and Ash, akan tayang pada 19 Desember 2025 dan menjanjikan babak paling kelam dalam perjalanan Jake Sully.
Diperankan oleh Sam Worthington, karakter Jake kini menghadapi trauma mendalam setelah kehilangan putra sulungnya, Neteyam, dalam Avatar: The Way of Water.
Film ini dimulai hanya dua minggu setelah kejadian tragis tersebut, dan seluruh keluarga Sully masih bergulat dengan duka.
Sutradara James Cameron menyebut bahwa setiap karakter dalam film ini “bereaksi dari tempat trauma”.
“Jake, pembawa damai di film 2, telah berubah karena ia sedang berduka,” kata Sam Worthington.
“Ia tidak tahu bagaimana cara melangkah maju, sehingga ia kembali ke dunia yang ia kenal, yaitu menjadi tentara. Menyerang, berperang, itulah tempat yang menenangkan bagi Jake,” lanjutnya.
Perpecahan Emosional Jake dan Neytiri

Kehilangan Neteyam tidak hanya memengaruhi Jake secara pribadi, tetapi juga meretakkan hubungan cintanya dengan Neytiri (Zoe Saldaña).
Worthington mengungkap bahwa luka yang mereka bagi justru membuat mereka menjauh satu sama lain.
“Jake dan Neytiri berbagi luka yang menyakitkan ini, tetapi mereka tampaknya tak bisa saling menyembuhkan. Jadi, mereka akhirnya berpisah, bukan karena mereka ingin, tetapi karena mereka hanya berusaha bertahan hidup di dalam diri mereka sendiri,” ujarnya.
Neytiri menutup diri, sementara Jake kembali ke medan perang, menghadapi musuh baru dari klan Na’vi yang dikenal sebagai Ash People, dipimpin oleh Varang (Oona Chaplin).
Konflik internal dan eksternal ini menjadi inti dari Fire and Ash, yang menggabungkan drama keluarga dengan peperangan epik di Pandora.
Visual dan Tema Baru

Trailer film menampilkan lanskap vulkanik yang berbahaya, pertempuran di udara dan bawah laut, serta kemunculan klan Wind Traders sebagai sekutu Jake.
Cameron menekankan bahwa meski dunia Avatar penuh dengan makhluk dan teknologi fantastis, kekuatan emosional karakter tetap menjadi fondasi cerita.
“Saya pikir jika Anda autentik tentang kehidupan, emosi, dan hubungan, tidak peduli seberapa gila pembangunan dunia Anda,” kata Cameron.
Film ini juga memperkenalkan dinamika baru antara Jake dan anak-anaknya, terutama Lo’ak, yang merasa bersalah atas kematian Neteyam.
Dengan latar konflik yang semakin kompleks, Avatar: Fire and Ash menjanjikan eksplorasi mendalam tentang kehilangan, identitas, dan perjuangan untuk bertahan.















