Home Showbiz & Celebrity Review Film Arzé: Potret Keluarga, Identitas, dan Ketegangan Sosial di Beirut
Showbiz & Celebrity

Review Film Arzé: Potret Keluarga, Identitas, dan Ketegangan Sosial di Beirut

Review film Arzé (2024): Kisah ibu tunggal di Beirut yang mencari skuter curian sambil menghadapi konflik keluarga dan realitas sosial Lebanon. Film debut Mira Shaib ini menyentuh tema identitas, harapan, dan ketegangan antar generasi.

Arze, film dari Lebanon yang mengisahkan perjuangan hidup seorang ibu tunggal di Beirut (Istimewa)

Showbizline – Film Arzé karya sutradara debutan Mira Shaib menjadi sorotan berkat narasi yang menyentuh dan visual yang kuat. Salah satunya adalah di festival bergengsi Tribeca Film Festival 2024.

Terinspirasi dari Bicycle Thieves karya Vittorio De Sica, film ini mengangkat kisah seorang ibu tunggal di Beirut yang berjuang mempertahankan keluarganya di tengah tekanan ekonomi dan sosial yang kompleks.

Sinopsis: Perjalanan Mencari Skuter dan Harapan

Arzé dan Kinan menaiki skuter di jalanan Beirut dengan latar gedung tinggi, mengambarkan semangat pencarian dan dinamika ibu-anak yang emosional.
Film Arze dari Lebanon yang mengisahkan perjuangan ibu tunggal di Beirut (Istimewa)

Arzé (diperankan oleh Diamand Abou Abboud) adalah seorang ibu tunggal yang tinggal bersama putranya, Kinan (Bilal Al Hamwi), dan kakaknya yang agorafobik, Layla (Betty Taoutel).

Untuk memperluas jangkauan bisnis pai rumahan mereka, Arzé menggadaikan gelang kesayangan Layla demi membeli skuter merah.

Namun, skuter tersebut dicuri, memaksa Arzé dan Kinan menjelajahi sudut-sudut Beirut untuk menemukannya kembali.

Pencarian skuter ini menjadi titik balik dalam hubungan keluarga mereka, membuka luka lama dan memaksa mereka menghadapi kenyataan pahit yang selama ini disembunyikan.

Narasi Visual dan Nuansa Budaya Lebanon

Arzé (diperankan oleh Diamand Abou Abboud) adalah seorang ibu tunggal yang tinggal bersama putranya, Kinan (Bilal Al Hamwi), dan kakaknya yang agorafobik, Layla (Betty Taoutel).
Film Arze dari Lebanon yang mengisahkan perjuangan ibu tunggal di Beirut (Istimewa)

Shaib menyajikan Beirut dengan penuh warna dan tekstur, menjadikan kota ini bukan sekadar latar, melainkan karakter yang hidup.

Warna merah dan biru mendominasi visual—merah pada skuter dan kuku Layla, biru pada pakaian Arzé—menjadi simbol emosi dan konflik yang menyelimuti perjalanan mereka.

Meski belum pernah ke Lebanon, penonton dapat merasakan atmosfer khas Beirut yang autentik, seperti halnya A Thousand and One menggambarkan New York.

Dialog dalam film terasa alami dan mengalir, memperkuat kesan bahwa karakter-karakter ini adalah orang-orang nyata yang pernah kita kenal1.

Kritik Sosial dan Dinamika Keluarga

Film ini tidak hanya menyentuh sisi personal, tetapi juga menggambarkan realitas sosial Lebanon yang terpecah oleh sekte dan kelas.
Film Arze dari Lebanon yang mengisahkan perjuangan ibu tunggal di Beirut (Istimewa)

Film ini tidak hanya menyentuh sisi personal, tetapi juga menggambarkan realitas sosial Lebanon yang terpecah oleh sekte dan kelas.

Arzé harus menyamar, mengubah aksen dan penampilan untuk bisa berinteraksi dengan berbagai komunitas, menunjukkan betapa identitas bisa menjadi alat sekaligus beban dalam masyarakat yang terfragmentasi.

Kinan, sang anak, mencerminkan generasi muda yang ingin meninggalkan Lebanon demi masa depan yang lebih baik, sementara pacarnya, Yasmine, justru ingin bertahan dan berkontribusi secara politik.

Ketegangan antara harapan dan kenyataan menjadi benang merah yang mengikat seluruh narasi.

Akting dan Penyutradaraan yang Menggugah

Penampilan Abboud, Al Hamwi, dan Taoutel begitu kuat dan menyatu, menciptakan dinamika keluarga yang kompleks dan emosional.

Shaib mengarahkan dengan pendekatan sensorik, memadukan humor, keintiman, dan kemarahan dalam ritme yang naik turun, membuat penonton terhanyut hingga akhir.

Di tengah gempuran film-film lokal dan blockbuster Hollywood, karya emosional dari Lebanon ini layak menjadi tontoan. Saksikan film Arze, yang dibintangi dengan penuh penghayatan oleh Diamand Abou Abboud, Betty Taoutel, dan Bilal Al Hamwi di platform streaming KlikFilm mulai 3 Agustus 2025.

Previously

Ashanty Tutup 15 Gerai Lu'miere Meski Masih Laris, Prioritaskan Kualitas dan Nasib Karyawan

Next

Joanna Alexandra Go Public dengan Immanuel Christover, Ucap Syukur Usai 4 Tahun Menjanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement