Cerita Aditya Zoni Berperan sebagai Dokter di Zaman Hindia Belanda
Dalam film ini, Aditya Zoni memerankan Giandra, dokter lulusan Universitas Stovia, yang mewakili ilmu pengetahuan dan penanganan medis di masa itu.
Showbizline – Aditya Zoni kembali menunjukkan kualitas aktingnya di layar lebar melalui peran penting sebagai dokter muda dalam film horor terbaru Indonesia, ‘Menjelang Magrib 2: Wanita yang di Rantai‘.
Film berlatar tahun 1921 di era Hindia Belanda ini menghadirkan konflik antara ilmu kedokteran modern dan kepercayaan mistis masyarakat tradisional.
Peran Aditya Zoni sebagai sosok dokter yang rasional memberikan warna berbeda di tengah nuansa horor dan kultur yang kuat.
Peran dan Riset Mendalam sebagai Dokter Muda

Dalam film ini, Aditya Zoni memerankan Giandra, dokter lulusan Universitas Stovia, yang mewakili ilmu pengetahuan dan penanganan medis di masa itu.
Untuk memerankan karakter ini secara mendalam, Aditya melakukan riset selama satu bulan dengan membaca berbagai referensi dan belajar langsung dari beberapa temannya yang berprofesi sebagai dokter.
Ia bahkan diajarkan cara menyuntik yang benar dan bagaimana menjelaskan penyakit secara medis, sehingga aktingnya terasa autentik dan meyakinkan.
“Reading itu kita selama satu bulannya. Dan disitu kan ada adegan suntik. Jadi caranya injeksi yang benar seperti apa. Gue belajar semuanya dan benar-benar mengalami karakter sebagai dokter,” ujar Aditya Zoni di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8).
Tantangan Syuting di Lokasi Ekstrem Gunung Papandayan

Proses syuting “Menjelang Magrib 2” sendiri tidak mudah. Lokasi shooting yang diambil di kaki Gunung Papandayan, Garut, menghadirkan tantangan cuaca ekstrem dan suhu dingin yang cukup berat.
Aditya mengaku sempat mengalami drop selama dua hari akibat kondisi tersebut namun harus tetap melanjutkan syuting demi memenuhi deadline produksi.
“Syutingnya di gunung Papandayan ya. Jadi disitu memang dinginnya, terus cuaca waktu itu lagi gak bagus. Ujan terus,” tutur Aditya.
Kesulitan medan dan cuaca ini menjadi pengalaman tersendiri bagi Aditya dalam membangun peran yang kuat.
Pendekatan Rasional di Tengah Nuansa Mistis

Sebagai karakter dokter yang mengedepankan logika dan ilmu medis, Giandra memiliki posisi yang kontras dengan kepercayaan mistis masyarakat setempat.
Aditya menyatakan menjaga keseimbangan antara percaya akan hal-hal supranatural dan tetap bersikap rasional adalah hal yang penting.
Dalam kehidupannya, ia percaya keberadaan dunia mistis namun memilih untuk berdampingan tanpa saling mengganggu, terutama selama proses syuting yang berlangsung lancar tanpa gangguan mistis berarti.
“Kalo misalkan gue itu kan sama hal-hal mistis itu kan agak-agak… Ya gue percaya itu ada mereka. Cuman kalo menurut gue sih ya kita berdampingan lah, maksudnya kayak jangan saling ganggu aja,” ujarnya.
Film Horor Bernuansa Budaya dan Sejarah Siap Tayang
“Menjelang Magrib 2: Wanita yang di Rantai” siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 4 September 2025.
Film ini menyuguhkan sensasi horor yang sarat nilai budaya dan sejarah, serta pertarungan antara ilmu pengetahuan dan mistisisme.
Peran Aditya Zoni sebagai dokter muda yang rasional menjadi salah satu daya tarik, menghadirkan cerita yang tidak hanya menegangkan tapi juga penuh makna.















