Home Showbiz & Celebrity Menjelang Magrib 2: Wanita yang di Rantai, Film Horor dengan Nuansa Budaya dan Misteri di Era Hindia Belanda
Showbiz & Celebrity

Menjelang Magrib 2: Wanita yang di Rantai, Film Horor dengan Nuansa Budaya dan Misteri di Era Hindia Belanda

Disutradarai sekaligus diproduseri oleh Helfi Kardit, film ini hadir sebagai spin-off dari seri pertama dengan nuansa lebih gelap serta atmosfer yang mencekam.

Film Menjelang Magrib 2 akan segera tayang pada 4 September 2025

Showbizline – Helroad Films kembali mengguncang dunia perfilman Indonesia dengan film horor ‘Menjelang Magrib 2: Wanita yang di Rantai‘.

Disutradarai sekaligus diproduseri oleh Helfi Kardit, film ini hadir sebagai spin-off dari seri pertama dengan nuansa lebih gelap serta atmosfer yang mencekam.

Berlatar belakang tahun 1920 saat Indonesia masih dijajah Belanda, film ini menampilkan konflik budaya, mistis, dan ilmu pengetahuan modern dalam kisah yang memikat.

Kembali ke Akar, Tema Pasung dan Sosial Ekonomi dalam Cerita

Film ini tetap mengangkat tema pasung sebagai fokus utama. Helfi Kardit menjelaskan bahwa tema ini adalah energi awal yang menggerakkan cerita.
Film Menjelang Magrib 2 akan segera tayang pada 4 September 2025.

Film ini tetap mengangkat tema pasung sebagai fokus utama. Helfi Kardit menjelaskan bahwa tema ini adalah energi awal yang menggerakkan cerita.

“Berangkat dari pengalaman pribadi melihat metode pengobatan kejiwaan dengan pemasungan di Sumatra, tema ini diperdalam dengan latar sosial dan ekonomi masa Hindia Belanda,” ujar Helfi Kardit di Epicentrum XXI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8).

Sementara Production Designer Yannie Sukarya mengungkapkan bahwa tantangan besar adalah membangun set rumah dengan latar kaki Gunung Papandayan dan Gunung Cikurai yang dingin dan angin kencang.

“Dengan detail produksi yang kuat, lebih dari 70% rumah dan set dibangun khusus untuk mencerminkan kondisi kelas ekonomi masyarakat pada masa itu,” ujarnya.

Plot Menegangkan dan Tokoh yang Kuat

Cerita bermula dari Giandra, seorang dokter muda lulusan Universitas Stovia, yang menemukan berita tentang seorang gadis bernama Layla yang dipasung di desa Karuhun.
Film Menjelang Magrib 2 akan segera tayang pada 4 September 2025.

Cerita bermula dari Giandra, seorang dokter muda lulusan Universitas Stovia, yang menemukan berita tentang seorang gadis bernama Layla yang dipasung di desa Karuhun.

Di masa lalu, pemasungan dianggap sebagai metode penyembuhan penyakit kejiwaan yang bertentangan dengan ilmu kedokteran modern yang dianut Giandra.

Bersama Rikke, seorang jurnalis keturunan Belanda dan pribumi, dan anjingnya Molly, Giandra menyelidiki misteri Layla yang diyakini pernah meninggal dan hidup kembali setelah dikubur.

Layla yang tinggal bersama neneknya digambarkan sangat misterius dan mulai meneror Giandra secara sadis di malam hari.

Perpaduan Mistis, Kultur, dan Sains Modern

Film ini menonjolkan pertarungan antara kepercayaan mistis dan takhayul dengan pendekatan ilmiah serta sains yang progresif di masa Hindia Belanda.
Film Menjelang Magrib 2 akan segera tayang pada 4 September 2025.

Film ini menonjolkan pertarungan antara kepercayaan mistis dan takhayul dengan pendekatan ilmiah serta sains yang progresif di masa Hindia Belanda.

Isu trauma keluarga, isolasi, dan keagamaan dikemas dalam atmosfer gelap yang intens serta penuh ketegangan.

Film ini didukung oleh Aditya Zoni, Aisha Kastolan, Aurelia Lourdes, Muthia Datau, Ajeng Fauziah, Ageng Kiwi, Fendi Pradana, dan Shania Sree.

Helfi Kardit berambisi lebih dari sekadar membuat film horor biasa, ia menyuguhkan karya dengan visi kuat yang mengangkat budaya dan persoalan historis dengan cara yang unik.

Jadwal Tayang

‘Menjelang Magrib 2: Wanita yang di Rantai’ siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 4 September 2025.

Film ini diharapkan menjadi tontonan wajib bagi penikmat horor yang tak hanya mencari hiburan, tetapi juga ingin menyelami kisah budaya dan sejarah Indonesia dengan pendekatan baru yang lebih mendalam.

Dengan kombinasi cerita yang mencekam dan produksi yang menghadirkan nuansa autentik, film ini memiliki potensi untuk menjadi karya penting di genre horor nasional.

Previously

Jadi Angota DPR, Melly Goeslaw Minta Maaf: “Saya Banyak Salah”

Next

Treadmill vs Lari Outdoor: Mana yang Lebih Efektif untuk Bakar Kalori?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement