Home Beauty & Wellness Bahaya Kebanyakan Minum Air Putih, Catat Kebutuhan Hariannya
Beauty & Wellness

Bahaya Kebanyakan Minum Air Putih, Catat Kebutuhan Hariannya

Kelebihan minum air dapat memicu gangguan serius seperti hiponatremia. Ketahui bahaya overhidrasi serta kebutuhan air harian manusia yang dipengaruhi usia, aktivitas, cuaca, hingga kondisi kesehatan.

Ilustrasi minum air putih

ShowbizlineAir adalah komponen utama dalam tubuh manusia yang berperan vital dalam menjaga fungsi organ, mengatur suhu, membantu pencernaan, hingga mendukung metabolisme sel.

Kekurangan cairan dapat menimbulkan dehidrasi, sedangkan kelebihan konsumsi air atau disebut overhidrasi justru berbahaya bagi kesehatan.

Karena itu, penting untuk memahami kebutuhan air harian sesuai kondisi individu agar tubuh tetap seimbang.

Bahaya Kelebihan Konsumsi Air

Mungkin sebagian orang berpikir semakin banyak minum air semakin sehat, namun faktanya tidak demikian.
Ilustrasi minum air putih

Mungkin sebagian orang berpikir semakin banyak minum air semakin sehat, namun faktanya tidak demikian.

Kelebihan konsumsi air dapat menimbulkan kondisi yang disebut hiponatremia, yaitu rendahnya kadar natrium dalam darah akibat cairan yang terlalu banyak.

Kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak mampu mengeluarkan air secara cepat, sehingga konsentrasi natrium (sodium) dalam darah menurun drastis—penyebab sel tubuh membengkak, termasuk di otak

Gejalanya meliputi mual, pusing, kebingungan, kram otot, hingga dalam kasus ekstrem bisa menyebabkan kejang dan koma.

Selain itu, overhidrasi juga dapat memberi beban berlebih pada ginjal. Organ ini bertugas menyaring cairan dan elektrolit dalam tubuh. Jika kerja ginjal dipaksa melebihi kapasitas, risiko gangguan ginjal pun meningkat.

Kebutuhan Air Harian Tidak Sama untuk Semua Orang

Tidak ada angka pasti yang berlaku sama untuk semua orang. Kebutuhan cairan harian dipengaruhi oleh berbagai faktor
Ilustrasi minum air putih

Tidak ada angka pasti yang berlaku sama untuk semua orang. Kebutuhan cairan harian dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya:

1. Usia dan Jenis Kelamin

Bayi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa memiliki kebutuhan cairan berbeda. Menurut National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine (NASEM), rata-rata pria dewasa memerlukan sekitar 3,7 liter cairan per hari, sedangkan wanita dewasa sekitar 2,7 liter, termasuk dari makanan dan minuman.

Pedoman populer “8 gelas per hari” (sekitar 1,8 L) adalah panduan praktis saja, tanpa bukti ilmiah kuat.

2. Aktivitas Fisik

Orang yang rutin berolahraga atau memiliki pekerjaan fisik berat membutuhkan asupan cairan lebih banyak. Saat berkeringat, tubuh kehilangan air dan elektrolit yang perlu segera diganti untuk mencegah dehidrasi.

Latihan intensif meningkatkan kebutuhan air—tambahan 400–600 ml per jam latihan moderat. Atlet atau individu yang aktif mungkin butuh jauh lebih banyak, tergantung durasi dan intensitas.

3. Kondisi Iklim dan Cuaca

Tinggal di daerah dengan suhu panas atau kelembapan tinggi akan meningkatkan kebutuhan cairan harian. Hal ini karena tubuh lebih banyak berkeringat untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Di lingkungan panas dan lembap, tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Bisa tambahkan 0,5–1 L per jam aktivitas luar ruangan.

4. Kesehatan dan Kondisi Medis

Beberapa kondisi kesehatan seperti demam, diare, muntah, atau penyakit ginjal memengaruhi kebutuhan cairan. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin membatasi konsumsi air agar fungsi organ tetap terjaga.

Sementara berdasarkan berat tubuh, bisa dihitung sekitar 30–35 ml/kg/hari, misalnya 70 kg = 2,1–2,45 L.

5. Asupan dari Makanan

Selain dari minuman, cairan juga diperoleh melalui makanan berair tinggi seperti buah-buahan dan sayuran. Dengan pola makan seimbang, kebutuhan cairan bisa tercukupi tanpa harus memaksa minum air berlebihan.

Cara Mengetahui Cukup Tidaknya Asupan Cairan

Tanda sederhana yang bisa digunakan adalah memperhatikan warna urine. Urine berwarna kuning pucat menandakan hidrasi cukup, sedangkan urine terlalu bening bisa jadi tanda overhidrasi.

Jadi, minum air memang penting, namun berlebihan justru berbahaya. Kebutuhan cairan harian setiap orang berbeda, dipengaruhi usia, jenis kelamin, aktivitas, iklim, hingga kondisi kesehatan.

Dengan memahami batasan ini membantu kita menjaga keseimbangan tubuh tanpa risiko overhidrasi.

Previously

Prilly Latuconsina Akui Sering Diinfus di Lokasi Syuting

Next

Alasan Tunjangan Ratusan Juta Tak Akan Cukup Bagi Anggota DPR Menurut Angelina Sondakh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement