Jual Ayam Potong Sampai Sayuran, Aden Bajaj Kerja Keras Cari Nafkah
Aden Bajaj, mantan pelawak Trio Bajaj, kini bekerja keras mencari nafkah dengan berjualan ayam potong, sayuran, dan barang preloved. Perjuangannya menghidupi keluarga menjadi inspirasi tentang ketekunan dan doa di tengah kesulitan ekonomi.
Showbizline – Raden Asep Saefuloh, yang lebih dikenal sebagai Aden Bajaj, pernah menjadi bagian dari grup komedi Trio Bajaj bersama Melky dan Isa.
Namanya sempat bersinar di dunia hiburan Tanah Air, namun sejak pandemi Covid-19 melanda, kehidupan ekonominya berubah drastis.
Tawaran pekerjaan di dunia hiburan menurun tajam, memaksanya untuk memutar otak demi menghidupi istri dan anak-anaknya.
Kini, Aden telah menjadi ayah dari tiga anak setelah sang istri, Shinta Fitria, melahirkan pada April 2025.
Tak Bisa Diam, Selalu Bergerak

Dalam sebuah wawancara di program televisi FYP, Aden mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa diam dan harus terus bekerja.
“Gue orangnya nggak bisa diam. Gue harus kerja. Terus tiba-tiba diajak ke tempat pemotongan ayam di daerah Parung. Dari maghrib kita tongkrongin,” ujarnya.
Dari pengalaman itu, ia mulai berjualan ayam potong dengan memanfaatkan jaringan pertemanan melalui status dan grup WhatsApp.
“Koneksi gue banyak. Gue bikin status di WhatsApp gitu, yang butuh ayam potong, eh banyak yang masuk,” kisahnya.
Meski harus berurusan dengan bau kandang ayam, Aden tetap menjalani pekerjaannya dengan ikhlas.
Istri Menangis, Aden Lanjut

Namun, tidak semua anggota keluarga bisa langsung menerima kondisi tersebut. Shinta Fitria, sang istri, sempat menangis dan berkata, “Pa, udahlah jangan gitu-gitu banget.”
Meski begitu, Aden tetap melanjutkan usahanya demi memenuhi kebutuhan keluarga. Dari penjualan ayam potong, ia bisa mendapatkan penghasilan Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari.
Keberuntungan mulai berpihak ketika ia ditawari menjadi supplier buah dan sayuran oleh seorang kenalan.
“Ketemu lagi sama orang, ditawarin mau nggak jadi supplier buah-buahan sama sayuran. Sampai gue turun ke pasar. Gendong selada, tomat. Alhamdulillah sehari gue dapat Rp3 juta,” kenangnya.
Rezeki tak Kemana
Tantangan lain datang ketika anaknya harus masuk sekolah dan membutuhkan biaya sebesar Rp50 juta. Aden tidak hanya bekerja keras, tetapi juga memperkuat spiritualitasnya dengan berdzikir dari maghrib hingga subuh.
Doanya pun dijawab ketika ia mendapat tawaran bermain film “Sayap-Sayap Patah” sebagai teroris. “Orang keuangannya telepon, bang Aden, kita bisa bayar bang Aden Rp50 juta. Pas banget sama yang gue butuhin,” tuturnya.
Bahkan, ia menerima tambahan Rp10 juta karena ada adegan tambahan yang harus ia lakoni.
Kini, Aden Bajaj juga menjalankan bisnis barang preloved yang sudah ia tekuni selama tiga tahun.
Berawal dari menjual barang-barang anaknya yang bermerek, bisnis ini berkembang pesat dan mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp70 juta per bulan.
Perjalanan hidup Aden Bajaj menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan ketekunan bisa membuka jalan baru di tengah keterbatasan.















