Home Showbiz & Celebrity Fakta dan Sinopsis Gereja Setan, Ungkap Sekte Sesat Versi Mongol Stres
Showbiz & Celebrity

Fakta dan Sinopsis Gereja Setan, Ungkap Sekte Sesat Versi Mongol Stres

Film horor Indonesia Gereja Setan resmi tayang mulai 11 September 2025. Terinspirasi kisah nyata Mongol Stres, film ini mengangkat tema sekte sesat, pencarian iman, dan pengalaman spiritual yang mengguncang.

Film Gereja Setan sedang tayang

Showbizline – Film horor terbaru berjudul Gereja Setan resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 11 September 2025.

Disutradarai oleh Daniel Tito dan diproduksi oleh Amazing Grace Productions bersama Shakti Cinema, film ini mengangkat kisah nyata dari komedian Rony Immanuel atau Mongol Stres, yang pernah terlibat dalam sekte sesat di masa lalu.

Dalam film ini, Mongol tidak hanya menjadi inspirasi cerita, tetapi juga memerankan tokoh Hendrik, seorang pemimpin sekte yang menyamar sebagai figur spiritual yang ramah dan terbuka.

Karakter Hendrik menjadi pusat dari konflik batin dan spiritual yang dialami tokoh utama perempuan dalam cerita.

Kathleen Carolyne sebagai Ribka, Korban yang Terjebak dalam Ritual Gelap

Cerita Gereja Setan berpusat pada Ribka, diperankan oleh Kathleen Carolyne, seorang perempuan muda yang mengalami titik terendah dalam hidupnya.
Film Gereja Setan sedang tayang di bioskop

Cerita Gereja Setan berpusat pada Ribka, diperankan oleh Kathleen Carolyne, seorang perempuan muda yang mengalami titik terendah dalam hidupnya.

Setelah hamil di luar nikah dan kehilangan calon suaminya Matthew (diperankan oleh Roy Romagny) dalam kecelakaan tragis, Ribka dipaksa oleh keluarganya untuk bersembunyi di luar kota demi menutupi aib.

Dalam pelariannya, Ribka bertemu Gladys (Maddy Slinger), yang kemudian mengenalkannya pada Hendrik dan komunitasnya.

Awalnya, komunitas tersebut tampak seperti tempat yang menerima semua orang tanpa menghakimi, namun perlahan Ribka mulai menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam sekte sesat yang menjalankan ritual-ritual mengerikan.

Ribka yang sedang rapuh secara emosional menjadi sasaran empuk bagi ajaran Hendrik. Ia mulai kehilangan jati diri dan terjebak dalam praktik spiritual yang menyimpang.

Film ini menggambarkan bagaimana manipulasi psikologis dan pencarian makna hidup dapat membuat seseorang rentan terhadap pengaruh kelompok ekstrem.

Jonas Rivanno sebagai Lucifer, Sosok Misterius yang Menggoda Kegelapan

Ketegangan dalam Gereja Setan semakin meningkat ketika Ribka bertemu dengan Lucifer, diperankan oleh Jonas Rivanno Wattimena.

Karakter ini digambarkan sebagai entitas misterius yang hendak menjadikan Ribka sebagai “pengantin iblis.” Kehadiran Lucifer membawa dimensi supranatural yang memperkuat atmosfer horor dalam film.

Jonas Rivanno tampil dengan intensitas tinggi, menghadirkan sosok yang menggoda sekaligus mengancam, membuat penonton bertanya-tanya apakah Ribka akan benar-benar menyerah pada kegelapan atau menemukan jalan keluar.

Di tengah keputusasaan, Ribka mengalami pengalaman rohani yang membawanya kembali kepada iman yang sejati.

Momen ini menjadi titik balik dalam narasi, memperlihatkan bahwa harapan bisa muncul bahkan dari tempat tergelap sekalipun.

Gabungkan Teror Visual dan Refleksi Spiritual

Film ini tidak hanya menyajikan teror visual, tetapi juga menggugah refleksi spiritual tentang pencarian makna dan identitas.

Produser Roy Sakti menyatakan bahwa Gereja Setan dibuat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ajaran sesat yang sering kali dibungkus dengan tampilan religius.

Dengan latar cerita yang terinspirasi dari pengalaman nyata, film ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa tidak semua yang terlihat baik di permukaan benar-benar membawa kebaikan.

Previously

Tampilan Yoona dalam Balutan Beragam Gaun, Cantik Menawan

Next

Umrah, Ruben Onsu Melihat Sosok Mirip Olga Syahputra di Depan Kabah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement