Bittersweet of Life Denny Sumargo: Kisah Pahit Masa Kecil, Tidur di Jalanan Kini Jadi Miliarder
Perjalanan hidup Denny Sumargo tak mudah: tidur di depan toko, makan dari tempat sampah, hingga tinggalkan dunia basket dan sukses besar di bisnis BlackBerry dengan omzet Rp1,5 miliar. Kisahnya penuh tangis dan tawa, menjadi inspirasi bahwa dunia selalu berputar.
Showbizline – Sejak dalam kandungan, Denny Sumargo sudah merasakan kehilangan besar: ia kehilangan figur ayah. Tumbuh sebagai anak yang harus mandiri sejak dini, Denny sering kali menghadapi situasi yang jauh dari kata nyaman.
Ia pernah tidur di depan toko, mencari makanan dari tempat sampah, dan meminta belas kasihan orang agar diberikan makanan. Semua itu dilakukannya demi bertahan hidup, di tengah kekurangan dan kondisi hidup yang memprihatinkan.
“Saya pernah tidur di depan toko, saya pernah cari makan dari tempat sampah, saya pernah meminta belas kasihan seseorang untuk memberi saya makan,” ungkap Denny ketika mengenang masa kecilnya.
Kondisi seperti itu bukan hanya soal fisik atau materi, tetapi juga soal psikologis. Rasa malu, kesepian, dan ketidakpastian menjadi bagian dari hari-hari kecilnya. Namun, justru dari tempat paling sulit itulah karakter keras dan mental pantang menyerahnya mulai terbentuk.
Dari Basket ke Dunia Hiburan, Awal Perjuangan Besar

Denny Sumargo pertama dikenal sebagai pebasket profesional. Tapi karier basketnya, meski sempat mengangkat namanya, tidak berlangsung selamanya.
Pergantian dunia dari atlet ke hiburan bukanlah jalan mulus. Tantangan datang dari adaptasi, penolakan, serta kebutuhan untuk mencari sumber penghidupan lain.
Setelah masa aktif basketnya meredup, Denny tidak memilih tinggal diam. Ia berani mengambil keputusan besar: terjun ke dunia bisnis. Keputusan ini datang dengan risiko, karena tidak selalu orang paham bagaimana menjalankan bisnis; tetapi baginya, ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa keluar dari keterbatasan.
Bisnis BlackBerry dan Peluang yang Ramai

Salah satu babak manis dalam kisah hidup Denny datang saat ia mulai menjual ponsel BlackBerry. Bisnis ini ternyata bukan bisnis kecil-kecilan: omzetnya pernah mencapai Rp1,5 miliar per bulan.
“Setelah karier basket gue selesai, banyak teman yang memilih lanjut kuliah. Tapi gue milih bisnis,” kata Denny dalam wawancara tentang bisnis BlackBerry-nya.
Tak hanya itu, selain BlackBerry, Denny juga merambah usaha tas, perhiasan, dan lainnya. Banyak yang tidak tahu bahwa usaha kecil-kecilan dulu sampai berubah besar karena konsistensi, kejelian melihat peluang, dan kemauan bangkit dari kondisi terpuruk.
Sisi Manis Hari Ini: Karier, Konten, dan Kehidupan Keluarga

Selain sukses bisnis, Denny saat ini juga aktif di dunia hiburan dan konten digital. Kanal YouTube-nya punya jutaan subscriber dan video-videonya sering ditonton banyak orang. Ini menjadi salah satu sumber penghasilan sekaligus platform untuk berbagi cerita masa lalu, inspirasi, serta menjaga relevansi di mata publik sebagaimana kariernya terus berkembang.
Dalam ranah pribadi, hidup Denny kini lebih stabil. Setelah menikah, ia juga membangun keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Walau tantangan tetap ada, keberhasilannya tidak lagi hanya soal meraih materi, tetapi menciptakan ruang positif bagi keluarganya dan untuk dirinya sendiri.
Denny Sumargo kini berdiri di posisi yang jauh dari masa kecilnya. Dari tidur di depan toko dan hidup bergantung belas kasihan, ia menuju kesuksesan sebagai pebasket, artis, pengusaha, dan konten kreator. Semua tangis dan tawa, semua sedih dan senang, ia jalani sebagai bagian dari satu perjalanan hidup yang penuh makna.





















