Home Showbiz & Celebrity Wanda Hamidah Ungkap Alasan Nekat Berlayar ke Gaza, Misi Kemanusiaan Menembus Blokade
Showbiz & Celebrity

Wanda Hamidah Ungkap Alasan Nekat Berlayar ke Gaza, Misi Kemanusiaan Menembus Blokade

Wanda Hamidah menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla ke Gaza. Artikel ini mengulas perjuangannya, alasan emosional di balik keputusan tersebut, serta relevansi aksi damai ini dengan isu kemanusiaan global.

Wanda Hamidah ikut relawan ke Gaza

Showbizline – Aktris sekaligus aktivis sosial Wanda Hamidah kembali menunjukkan keberaniannya dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Pada pertengahan September 2025, Wanda berangkat ke Gaza sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

Misi ini bertujuan menembus blokade Israel di Gaza dan menyuarakan penolakan terhadap genosida yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Keputusan Wanda Hamidah untuk ikut serta dalam pelayaran ini bukanlah tindakan impulsif. Dalam unggahan Instagram pribadinya, ia menuliskan alasannya bergabung dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Mengapa saya ingin pergi ke Gaza? Jawabannya sederhana. Saya tidak bisa hanya melihat orang-orang Palestina dibunuh secara brutal dari hari ke hari oleh zionis Israel, dari bayi hingga orang tua, bahkan yang ada di dalam kandungan”.

Sebuah Dorongan Moral dan Empati

Selama dua minggu, Wanda bertahan di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, menunggu kesempatan untuk berlayar.
Wanda Hamidah ikut relawan ke Gaza (Instagram/wandahamidahbsa)

Pernyataan ini mencerminkan dorongan moral dan empati mendalam yang ia rasakan sebagai seorang ibu dari empat anak.

Selama dua minggu, Wanda bertahan di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, menunggu kesempatan untuk berlayar. Banyak aktivis dari berbagai negara memilih mundur karena kondisi yang tidak menentu dan sulitnya mendapatkan kapal yang siap berangkat.

Namun Wanda tetap bertahan, hingga akhirnya ia mendapat tempat di kapal Kaiser, yang menjadi kapal terakhir dalam konvoi Global Sumud Flotilla.

Dalam narasi yang mengingatkan pada semangat film The Conjuring: Last Rites—yang menggambarkan perjuangan melawan kekuatan gelap yang tak terlihat—Wanda juga menghadapi tantangan yang tidak kasat mata: ketidakpedulian publik terhadap tragedi kemanusiaan.

“Anda tidak bisa menjadikan genosida sebagai bisnis seperti biasa, seperti Anda menonton genosida, Anda makan, menonton, Anda tidur, menonton, Anda arisan, menonton, Anda bermain padel. Anda tidak bisa,” tegasnya.

Bukan Hanya Perjuangan Fisik

Wanda menyadari bahwa pelayaran ke Gaza bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
Wanda Hamidah ikut relawan ke Gaza (Instagram/wandahamidahbsa)

Wanda menyadari bahwa pelayaran ke Gaza bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Ia mengaku sempat merasa putus asa, bahkan kehilangan makna hidup ketika menyaksikan pembantaian warga Palestina.

“Aku merasa seperti sampah. Aku merasa tidak berguna. Saya merasa tidak punya arti dalam hidup lagi. Hidup saya tidak bisa normal lagi,” ungkapnya.

Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan masyarakat sipil internasional yang bertujuan mematahkan blokade Gaza dan menyuarakan solidaritas global terhadap rakyat Palestina.

Dalam pelayaran ini, Wanda tidak hanya membawa semangat Indonesia, tetapi juga harapan bahwa suara-suara kecil dari berbagai penjuru dunia dapat membentuk gelombang perubahan.

Dengan keberangkatan Wanda Hamidah ke Gaza, publik Indonesia diingatkan bahwa isu kemanusiaan bukanlah sekadar berita yang lalu di layar ponsel.

Aksi nyata seperti ini menjadi refleksi bahwa empati dan keberanian masih hidup di tengah dunia yang sering kali memilih diam.

Previously

Unik! Gala Premiere 'Kang Solah From Kang Mak x Nenek Gayung' Meriah dengan Panggung Dangdut

Next

Dian Sastrowardoyo Tampil Menawan di Busan International Film Festival 2025, Gaun Lokal Curi Perhatian Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement