Julian Jacob Akui Tantangan Besar di Film Rest Area, Peran Ale Bikin Mental Terkuras
Julian Jacob ungkap tantangan emosional saat memerankan Ale di film horor Rest Area. Tayang 2 Oktober 2025, film ini hadirkan teror Hantu Kresek dan eksplorasi karakter sombong yang kompleks.
Showbizline – Film horor terbaru berjudul Rest Area akan menghantui layar bioskop mulai 2 Oktober 2025.
Disutradarai oleh Aditya Testarossa dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini mengangkat kisah lima anak muda crazy rich yang terjebak di rest area terpencil dan diteror oleh sosok misterius bernama Hantu Kresek.
Salah satu karakter sentral dalam film ini adalah Ale, diperankan oleh aktor sekaligus penyanyi Julian Jacob. Bagi Julian, Rest Area bukan sekadar proyek film horor pertamanya, tetapi juga tantangan akting yang menguras emosi dan mental.
Julian mengaku bahwa karakter Ale sangat jauh dari kepribadiannya di kehidupan nyata. Ale digambarkan sebagai sosok sombong, narsistik, dan penuh kontrol, yang harus menghadapi kenyataan bahwa kekuasaan dan harta tidak bisa menyelamatkan dirinya dari teror supranatural.
“Anyway, ini adalah film horor pertama saya dan bersama jajaran para cast yang sudah mempunyai karya yang sangat banyak dan bagus-bagus semua. Dan iya, karena mereka itu saya jadi terpacu gitu loh,” ujar Julian saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.
Karakter Ale, Sosok Crazy Rich yang Sombong dan Tidak Terkendali

Julian menyebut bahwa peran Ale memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi sisi akting yang belum pernah ia mainkan sebelumnya.
“Terpacu untuk memberikan, memaksimalkan apa yang saya punya,” katanya.
Meski pernah memerankan karakter sombong di proyek lain, Julian menegaskan bahwa Ale adalah level yang berbeda.
“Ini adalah sesuatu yang menurut saya next level sombongnya, karena saya harus sombong tapi secara jiwa juga hancur dan berantakan. Jadi kayak tidak terkendali gitu sombongnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kesombongan Ale tidak hanya terlihat dari ucapan, tetapi juga dari gestur dan aura yang harus dibangun secara intens.
“Mungkin kalau sombong biasa cuma ngomong dari omongan doang. Tapi ini tuh gimana caranya Ale itu enggak usah ngomong tapi orang-orang udah tahu bahwa ini orang bajingan banget,” lanjut Julian1.
Adegan Pemakaman dan Renungan Kematian

Selain tantangan karakter, Julian juga mengalami momen emosional saat menjalani adegan pemakaman dalam film Rest Area.
Dalam salah satu adegan, ia harus dikafani dan dimasukkan ke dalam liang lahat, yang membuatnya merenungkan kematian secara mendalam.
“Oh, itu lumayan. Kalau di aku lumayan emosional sih. Karena pas aku di situ aku udah kayak kepikiran, Oh begini ya rasanya ya, kalau misalnya nanti aku (meninggal),” tuturnya.
Julian juga menyebut bahwa suasana syuting saat itu sangat intens, bahkan membuatnya merasa seperti berada di pemakaman sungguhan. “Kayak binatang-binatang pada jalan-jalan. Ya enggak kebayang sih, sedih pasti,” tambahnya.
Rest Area: Horor Psikologis dengan Kritik Sosial
Film Rest Area tidak hanya menyajikan teror fisik dari Hantu Kresek, tetapi juga menggali isu sosial seperti keserakahan, kekuasaan, dan dosa masa lalu.
Karakter Ale menjadi representasi dari individu yang merasa superior namun rapuh secara batin. Bersama Lutesha, Chicco Kurniawan, Ajil Ditto, dan Lania Fira, Julian Jacob membentuk dinamika kelompok yang penuh konflik dan ketegangan.
Rest Area menjadi debut horor Julian sekaligus pembuktian bahwa genre ini bisa menjadi ruang eksplorasi karakter yang kompleks dan emosional.















