Home Showbiz & Celebrity Sengketa EXO-CBX dan SM Entertainment, Mediasi Gagal
Showbiz & Celebrity

Sengketa EXO-CBX dan SM Entertainment, Mediasi Gagal

Perselisihan antara EXO-CBX dan SM Entertainment kembali memanas setelah mediasi hukum gagal. Simak kronologi konflik, tuntutan hukum, dan dampaknya terhadap industri K-pop.

EXO-CBX masih bersengketa dengan SM Entertainment (Istimewa)

Showbizline – Perseteruan antara sub-unit EXO-CBX dan agensi SM Entertainment kembali menjadi sorotan publik setelah mediasi hukum pertama yang digelar di Pengadilan Distrik Timur Seoul pada 23 September 2025 berakhir tanpa kesepakatan.

Sidang yang berlangsung tertutup selama 30 menit itu dipimpin oleh Hakim Cho Yong Rae dan hanya dihadiri oleh kuasa hukum dari kedua belah pihak.

“Tidak ada kesepakatan yang tercapai,” demikian pernyataan resmi dari pengadilan, seperti dikutip dari Allkpop.

Mediasi lanjutan dijadwalkan pada 10 Oktober 2025, menandai babak baru dalam konflik hukum yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Awal Mula Sengketa

Awal mula sengketa ini terjadi pada Juni 2023, ketika EXO-CBX—yang terdiri dari Chen, Baekhyun, dan Xiumin—secara resmi menyatakan keinginan untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka dengan SM Entertainment.
EXO-CBX masih bersengketa dengan SM Entertainment (Istimewa)

Awal mula sengketa ini terjadi pada Juni 2023, ketika EXO-CBX—yang terdiri dari Chen, Baekhyun, dan Xiumin—secara resmi menyatakan keinginan untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka dengan SM Entertainment.

Ketiganya menuding SM gagal memberikan transparansi dalam laporan pembayaran royalti dan pendapatan.

Meski sempat mencapai kompromi, di mana kontrak eksklusif tetap berlaku untuk aktivitas grup EXO sementara aktivitas individu dijalankan bersama agensi baru INB100, konflik kembali mencuat pada April 2024.

SM menuntut EXO-CBX karena dianggap tidak membayar 10 persen dari pendapatan individu, sesuai kesepakatan awal.

Kronologi Konflik Kontrak EXO-CBX dan SM Entertainment

EXO-CBX memulai langkah hukum mereka dengan melaporkan SM Entertainment ke Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan
EXO-CBX masih bersengketa dengan SM Entertainment (Istimewa)

EXO-CBX memulai langkah hukum mereka dengan melaporkan SM Entertainment ke Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan, menuding adanya pelanggaran dalam sistem pembayaran dan kontrak yang tidak adil.

Ketiga anggota EXO-CBX menyatakan bahwa mereka tidak menerima rincian pendapatan secara transparan, yang menjadi dasar gugatan pemutusan kontrak.

SM Entertainment membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa EXO-CBX tetap terikat kontrak untuk aktivitas grup EXO.

Namun, ketegangan meningkat ketika SM menuntut pembayaran 10 persen dari pendapatan individu yang diperoleh EXO-CBX melalui INB100.

Gugatan balik pun diajukan oleh EXO-CBX, menuding SM belum menyelesaikan pembayaran yang seharusnya mereka terima.

Pada 1 Oktober 2024, pengadilan memutuskan untuk menggabungkan kedua gugatan ke dalam satu proses mediasi.

Dampak Sengketa terhadap Industri K-pop dan Reputasi SM Entertainment

Konflik antara EXO-CBX dan SM Entertainment tidak hanya berdampak pada hubungan internal antara artis dan agensi, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar tentang transparansi dan keadilan dalam industri K-pop.

SM Entertainment, sebagai salah satu agensi terbesar di Korea Selatan, menghadapi tekanan publik untuk memperbaiki sistem kontrak dan pembayaran yang selama ini dianggap tidak berpihak pada artis.

Kasus ini juga menjadi preseden penting bagi artis lain yang ingin meninjau ulang kontrak mereka. Di sisi lain, EXO-CBX tetap melanjutkan aktivitas individu mereka bersama INB100, menunjukkan bahwa artis K-pop kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola karier mereka secara mandiri.

Sengketa ini menjadi cerminan dinamika baru dalam industri hiburan Korea, di mana artis mulai menuntut hak dan transparansi yang lebih besar dari agensi mereka.

Mediasi Gagal dan Potensi Perpanjangan Konflik Hukum

Gagalnya mediasi pertama antara EXO-CBX dan SM Entertainment menandakan bahwa kedua pihak masih bersikukuh pada posisi masing-masing.

Dengan mediasi kedua yang dijadwalkan pada Oktober 2025, publik menanti apakah akan ada titik temu atau justru perpanjangan drama hukum yang lebih kompleks.

Dalam lanskap hukum Korea Selatan, mediasi menjadi langkah penting sebelum kasus berlanjut ke persidangan penuh.

Jika mediasi kedua kembali gagal, maka konflik ini berpotensi menjadi kasus hukum jangka panjang yang dapat memengaruhi reputasi dan operasional kedua belah pihak.

Di tengah ketidakpastian ini, para penggemar EXO dan pemerhati industri K-pop terus mengikuti perkembangan kasus yang menjadi simbol perjuangan artis melawan sistem agensi yang dianggap tidak adil.

Previously

Profil dan Perjalanan Karier Bedu, Komedian yang Pernah Jadi Caleg Gerindra

Next

Pilihan Waktu Minum Kopi Hitam Tanpa Gula agar Manfaatnya Maksimal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement