Home Trending Waspada! Ini Jenis Aplikasi Berbahaya di HP yang Bisa Curi Data
Trending

Waspada! Ini Jenis Aplikasi Berbahaya di HP yang Bisa Curi Data

Tak semua aplikasi di HP aman digunakan. Beberapa aplikasi berbahaya bisa mencuri data, memperlambat sistem, hingga menguras saldo. Kenali jenis dan risikonya agar perangkat tetap terlindungi.

Ilustrasi aplikasi yang berbahaya bagi smartphone

Showbizline – Di era digital saat ini, smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik kemudahan akses dan ragam fitur yang ditawarkan, terdapat ancaman tersembunyi yang mengintai melalui aplikasi berbahaya di HP.

Aplikasi-aplikasi ini sering kali menyamar sebagai alat bantu yang berguna, seperti VPN gratis, penghemat baterai, atau editor foto, padahal diam-diam mengakses data pribadi, memperlambat sistem, bahkan membuka celah keamanan yang serius.

Menurut laporan dari Kaspersky, ancaman siber terhadap perangkat Android meningkat tajam sepanjang 2025, dengan lonjakan serangan mencapai 29 persen dibanding tahun sebelumnya.

Beberapa aplikasi yang tampak fungsional justru menyimpan malware, spyware, atau adware yang dapat mencuri informasi sensitif dan mengganggu performa perangkat.

Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk lebih selektif dalam menginstal aplikasi dan memahami risiko yang mungkin ditimbulkan.

VPN Gratis, Privasi Bisa Terancam

VPN gratis sering kali dipilih karena menjanjikan perlindungan privasi tanpa biaya. Namun, banyak layanan VPN gratis yang justru mencatat aktivitas penjelajahan pengguna dan menjual data tersebut ke pihak ketiga.

Hal ini bertentangan dengan tujuan utama penggunaan VPN, yaitu menjaga kerahasiaan data. Jika privasi adalah prioritas, sebaiknya gunakan layanan VPN berbayar yang memiliki reputasi baik dan transparansi kebijakan.

Aplikasi Penghemat Baterai

Sementara itu, aplikasi penghemat baterai juga patut diwaspadai. Banyak dari aplikasi ini meminta izin akses yang tidak relevan, seperti lokasi, kontak, atau data penggunaan, yang seharusnya tidak diperlukan untuk mengelola daya baterai.

Beberapa bahkan mengandung adware yang menampilkan iklan berlebihan atau pelacak yang memantau perilaku pengguna.

Sebagai alternatif, fitur pengoptimalan baterai bawaan dari sistem operasi ponsel jauh lebih aman dan efisien.

Aplikasi Edit Foto

Aplikasi edit foto yang tidak jelas asal-usulnya juga bisa menjadi ancaman. Beberapa di antaranya meminta akses penuh ke kamera, galeri, mikrofon, dan lokasi, yang membuka peluang pengumpulan metadata dan unggahan gambar ke server tanpa izin jelas.

Untuk menghindari risiko ini, gunakan aplikasi dari pengembang terpercaya dan selalu tinjau izin akses sebelum menginstal.

Aplikasi Pinjol Palsu

Lebih berbahaya lagi adalah aplikasi pinjaman online palsu yang dikenal sebagai Spyloan. Menurut laporan McAfee, aplikasi ini menyamar sebagai layanan keuangan resmi dan telah diunduh jutaan kali di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Setelah pengguna mengisi data pribadi dan keuangan, pelaku akan menyalahgunakan informasi tersebut untuk meneror dan menagih pinjaman fiktif dengan bunga tinggi.

Beberapa aplikasi bahkan mampu menguras saldo rekening secara diam-diam. Oleh karena itu, penting untuk memverifikasi legalitas aplikasi dan hanya menggunakan layanan yang terdaftar resmi di OJK.

Previously

6 Cara Merawat Skin Barrier yang Rusak agar Kulit Kembali Sehat dan Terhidrasi

Next

Demi Karier, Asri Welas Jalani Operasi Plastik Senilai Rp500 Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement