Home Trending Modus Penipuan Baru di WhatsApp 2025, Waspadai 2 Fitur Ini!
Trending

Modus Penipuan Baru di WhatsApp 2025, Waspadai 2 Fitur Ini!

Modus penipuan baru di WhatsApp 2025 makin canggih. Pelaku gunakan tautan voting palsu dan fitur Share Screen untuk mencuri data pribadi. Simak cara kerja dan tips menghindarinya.

Fitur pada aplikasi WhatsApp perlu diwaspadai (Istimewa)

ShowbizlineWhatsApp kembali menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber yang terus mengembangkan modus penipuan baru. Di tahun 2025, dua metode yang paling mencuri perhatian adalah tautan voting palsu dan penyalahgunaan fitur Share Screen.

Keduanya menyasar pengguna yang kurang waspada, terutama orang tua dan pengguna awam yang belum familiar dengan fitur-fitur terbaru aplikasi ini.

Dengan tampilan yang tampak meyakinkan, pelaku berhasil mengelabui korban untuk memberikan data pribadi yang kemudian digunakan untuk membajak akun atau mengakses informasi sensitif.

Modus ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga membuka celah penyalahgunaan identitas digital.

Menurut laporan Kaspersky, penipuan tautan voting palsu dimulai dengan pesan yang mengajak pengguna memilih aktor atau atlet favorit mereka.

Tautan tersebut mengarah ke situs palsu yang tampak autentik, lengkap dengan foto, tombol “Pilih”, dan penghitung suara.

Di balik tampilan itu, pelaku menyisipkan form login yang meminta kode verifikasi enam digit, cukup untuk mengambil alih akun WhatsApp korban.

Tautan Voting Palsu yang Menjebak Pengguna Awam

Modus tautan voting palsu menjadi tren baru yang menyasar pengguna WhatsApp dengan pendekatan interaktif. Pelaku memanfaatkan teknik rekayasa sosial untuk menciptakan kesan bahwa pengguna sedang berpartisipasi dalam kontes online.

“Penipuan ini dimulai dengan mengarahkan pengguna ke halaman web yang tampaknya asli dan mengklaim menyelenggarakan kontes pemungutan suara,” jelas tim Kaspersky.

Setelah korban terlibat, mereka diminta memasukkan informasi pribadi seperti username dan kode OTP. Dalam banyak kasus, korban tidak menyadari bahwa mereka telah memberikan akses penuh kepada pelaku untuk membajak akun WhatsApp mereka.

Penyalahgunaan Fitur Share Screen untuk Akses Real-Time

Selain tautan palsu, fitur Share Screen yang baru dirilis WhatsApp juga menjadi celah baru bagi penipu. Modus ini biasanya dilakukan dengan menyamar sebagai petugas resmi dari instansi atau perusahaan.

Pelaku meminta korban mengaktifkan fitur Share Screen dengan dalih verifikasi data atau bantuan teknis. Begitu layar korban terlihat, pelaku bisa mencuri informasi penting seperti kode OTP, nomor rekening, hingga isi percakapan pribadi.

Bahkan Wali Kota Jakarta Pusat dilaporkan nyaris menjadi korban modus ini, menunjukkan bahwa siapa pun bisa terjebak jika tidak waspada.

Tips Menghindari Penipuan WhatsApp yang Kian Canggih

Untuk melindungi diri dari modus penipuan WhatsApp terbaru, pengguna disarankan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah sebagai lapisan keamanan tambahan.

Hindari mengklik tautan dari sumber tidak dikenal, terutama yang mengklaim sebagai kontes atau undian. Jangan pernah membagikan kode verifikasi kepada siapa pun, bahkan jika diminta oleh kontak yang tampak terpercaya.

Edukasi digital juga penting, terutama bagi orang tua yang lebih rentan menjadi target. Gunakan perangkat lunak keamanan yang teruji untuk mendeteksi tautan berbahaya dan selalu perbarui aplikasi WhatsApp agar celah keamanan bisa diminimalkan.

Previously

Glamor di Media Sosial, Olla Ramlan Ungkap Pernah Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Next

Festival Musik Jazz Legendaris Bangkit, JakJazz 2025 Siap Digelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement