Nia Ramadhani Ungkap Gaya Hidup yang Berbeda karena Tinggal di Singapura
Nia Ramadhani menetap sementara di Singapura demi pendidikan anak. Gaya hidupnya berubah drastis, dari kemewahan Jakarta menjadi rutinitas mandiri dan belajar memasak.
Showbizline – Aktris dan presenter Nia Ramadhani kini menjalani kehidupan baru setelah memutuskan menetap sementara di Singapura.
Keputusan ini diambil demi mendampingi putra keduanya, Mainaka Zanatti Bakrie, yang sedang menempuh pendidikan di negeri tetangga.
Meski hanya sementara, kepindahan ini membawa perubahan besar dalam rutinitas dan gaya hidup Nia, yang selama ini dikenal dengan citra glamor dan serba terfasilitasi di Jakarta.
Dalam berbagai wawancara, Nia mengungkapkan bahwa tinggal di Singapura membuat dirinya harus lebih mandiri.
Ia kini terbiasa mengurus banyak hal sendiri, mulai dari berbelanja kebutuhan harian hingga mengantar anak ke sekolah.
“Beda banget lah. Berbeda sekali. Apalagi kalau di Singapura, perbedaan yang positifnya itu anak-anak bisa jadi jauh lebih mandiri,” ujar Nia Ramadhani.
Ia menambahkan bahwa suasana kota yang aman dan sistem transportasi yang efisien membuat anak-anaknya lebih leluasa menjalani aktivitas tanpa pengawalan ketat.
Adaptasi Gaya Hidup, Dari Mobil Mewah ke Jalan Kaki dan Supermarket

Salah satu perubahan paling mencolok yang dirasakan Nia adalah cara beraktivitas sehari-hari. Di Jakarta, ia terbiasa bepergian dengan mobil pribadi dan didampingi sopir atau asisten.
Namun di Singapura, ia dan anak-anaknya lebih sering berjalan kaki dan berbelanja langsung ke supermarket.
“Kalau di sini kan (Jakarta) kebanyakan pakai mobil, ditemani orang. Kalau di sana semuanya banyakan jalan,” kata Nia.
Ia juga merasa lebih tenang melepas anak-anak beraktivitas sendiri karena lingkungan yang aman dan tertib.
Belajar Memasak, Aktivitas Baru yang Mendekatkan dengan Anak

Selain perubahan mobilitas, Nia juga mulai menjalani rutinitas baru yang sebelumnya jarang ia lakukan: memasak. Ia mengaku bahwa waktu luang di Singapura membuatnya tertarik untuk belajar memasak demi anak-anak.
“Karena kan aku juga sekarang mostly tinggalnya di Singapura sama anak yang kedua, jadi, di sana enggak tahu kegiatannya apa, belajar masak sajalah begitu,” ucap Nia.
Meski hasil masakannya belum sempurna, anak-anaknya tetap memberikan pujian. “Apa pun yang aku masak mereka bilang, ‘Mama enak banget,’ sedangkan ya sudahlah enggak (enak). ‘Ya sudah enak-enak’, iya oke lah,” tambahnya dengan nada santai.
Kemandirian Anak dan Dampak Positif Lingkungan Baru
Nia juga menyoroti dampak positif dari lingkungan Singapura terhadap perkembangan anak-anaknya. Ia merasa bahwa tinggal di luar negeri membuat anak-anaknya lebih bertanggung jawab dan mandiri.
Mainaka, misalnya, sudah terbiasa pergi ke supermarket sendiri dan menjalani aktivitas sekolah tanpa banyak bantuan.
“Sudah begitu kalau melepas anak-anak sendiri juga aman-aman saja,” ujar Nia.
Perubahan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Nia, yang melihat anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kemandirian dan pembentukan karakter.















