Home Showbiz & Celebrity Peran Koruptor di Film Jembatan Shiratal Mustaqim, Agus Kuncoro: Referensi Mudah Didapat di Negeri Ini
Showbiz & Celebrity

Peran Koruptor di Film Jembatan Shiratal Mustaqim, Agus Kuncoro: Referensi Mudah Didapat di Negeri Ini

Agus Kuncoro bicara soal peran koruptor di film Jembatan Shiratal Mustaqim. Ia ungkap mudah dapat referensi di Indonesia & proses kreatifnya.

Agus Kuncoro Adi berperan sebagai koruptor (Instagram/aguskuncoroadi)

Showbizline – Memerankan sebuah karakter di layar lebar bukanlah hal yang mudah. Namun bagi Agus Kuncoro yang memerankan seorang koruptor, peran tersebut justru datang dengan banyak referensi nyata yang bisa dengan mudah ditemui di Indonesia.

Dalam press screening film Jembatan Shiratal Mustaqim di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/10), Agus secara blak-blakan membongkar proses kreatifnya dalam menciptakan sosok koruptor alim yang ia perankan.

Bagaimana ia menyelami karakter tersebut dan apa tantangan terbesarnya? Simak ulasannya berikut ini.

Referensi Nyata, Belajar dari Koruptor di Banyak Kasus

Dalam mempersiapkan perannya, Agus Kuncoro mengaku tidak kesulitan mencari bahan referensi. Ia justru dihadapkan pada banyaknya contoh nyata yang bisa ia amati.
Agus Kuncoro Adi berperan sebagai koruptor.

Dalam mempersiapkan perannya, Agus Kuncoro mengaku tidak kesulitan mencari bahan referensi. Ia justru dihadapkan pada banyaknya contoh nyata yang bisa ia amati.

Dengan terus terang, Agus menyatakan, “Memerankan koruptor itu begitu banyak referensi di negeri tercinta ini untuk saya create menjadi sosok alim yang ada di dalam layar tersebut.”

Fenomena korupsi yang semakin meluas, dari level atas hingga pelosok, menjadi bahan observasi yang tak terbatas baginya.

Ia menambahkan, “Banyak banget, jadi bahkan kadang-kadang saya harus memilah-milah ke mana yang paling enak untuk dimainkan.”

Pernyataan ini bukan hanya menunjukkan realitas sosial yang memprihatinkan, tetapi juga komitmen Agus untuk memilih sisi karakter mana yang paling powerful untuk dihadirkan di layar.

Pendekatan Akting, Menciptakan Koruptor yang “Alim” dan Membius

Tantangan terbesar Agus justru terletak pada bagaimana memainkan karakter koruptor yang tidak tampak sebagai penjahat biasa.
Agus Kuncoro Adi berperan sebagai koruptor (Instagram/aguskuncoroadi)

Tantangan terbesar Agus justru terletak pada bagaimana memainkan karakter koruptor yang tidak tampak sebagai penjahat biasa. Ia menciptakan sosok yang alim, pandai bersilat lidah, dan mampu menyamarkan niat buruknya.

“Karena kita juga tidak boleh tahu verbal, kita juga harus pandai-pandai ketika menyampaikan sesuatu,” ujarnya mengenai seni menyampaikan dialog dengan makna ganda.

Ia juga sangat memperhatikan cara penyampaiannya agar tidak terlalu vulgar. “Nggak perlu juga membuat orang lain bersikungan, itu juga salah satu pertimbangannya,” tutur Agus.

Pendekatan halus ini justru membuat karakternya lebih realistis dan mengerikan, mencerminkan bagaimana korupsi seringkali dilakukan oleh orang-orang yang terlihat santun dan berwibawa.

Keterlibatan dalam Pengembangan Skenario

Sebagai aktor yang profesional, Agus mengutamakan skenario yang telah dibuat. “Karena ini saya sebenarnya sangat aktor yang sangat melayani skenario,” akunya.

Namun, bukan berarti ia tidak memberikan masukan sama sekali. Jika ada bagian yang menurutnya perlu disesuaikan, Agus memilih jalan diskusi.

“Tapi kalaupun saya harus berubah pasti saya akan berdiskusi dulu dengan saudara ataupun dengan penulisnya. Ada beberapa part yang memang ditambahkan agak dikurangkan,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi kualitas naskah Jembatan Shiratal Mustaqim yang menurutnya sudah bagus.

Film ini tidak hanya sekadar menghadirkan cerita hiburan, tetapi juga menjadi kritik sosial tentang maraknya korupsi yang ia katakan.

“Sudah tidak lagi di bagian-bagian atas, tapi sudah sampai ke pelosok-pelosok… itu kan udah sangat-sangat mengerikan,” paparnya.

Previously

Nikita Willy Mandikan Nael Hanya Sekali Sehari, Ini Alasan dan Manfaatnya bagi Kulit Bayi

Next

'It Was Just an Accident' Tutup Meriah Jakarta World Cinema 2025, Fadli Zon Apresiasi Sineas Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement