Home Showbiz & Celebrity Drama Korea “Genie Make A Wish”, Tuai Kontroversi dan Ajakan Boikot
Showbiz & Celebrity

Drama Korea “Genie Make A Wish”, Tuai Kontroversi dan Ajakan Boikot

Drama Korea “Genie Make A Wish” yang dibintangi Suzy dan Kim Woo Bin menuai kritik karena dianggap menyimpang dari ajaran Islam. Penamaan karakter dan alur cerita memicu perdebatan publik.

Drama Korea Genie Make a Wish tuai kontroversi (Istimewa)

ShowbizlineDrama Korea terbaru berjudul “Genie Make A Wish” yang tayang di Netflix sejak 3 Oktober 2025 langsung menjadi sorotan publik.

Bukan hanya karena reuni dua bintang besar—Suzy dan Kim Woo Bin—tetapi juga karena kontroversi yang menyertainya.

Serial ini mengusung genre fantasi romantis dengan latar cerita tentang seorang jin yang terbangun dari tidur panjang dan menawarkan tiga permintaan kepada manusia.

Namun, alih-alih mendapat pujian, drama ini justru menuai kritik tajam dari sebagian penonton, khususnya umat Islam, karena dianggap menyimpang dari ajaran agama.

Kontroversi bermula dari penamaan karakter utama yang diperankan oleh Kim Woo Bin sebagai “Iblis”, serta penggambaran latar belakangnya yang dinilai terlalu mirip dengan kisah penciptaan Iblis dalam Islam.

Dalam episode pertama, karakter tersebut digambarkan sebagai makhluk yang diciptakan dari api, menolak tunduk kepada manusia, dan akhirnya diusir dari surga—narasi yang identik dengan kisah dalam Surat Al-A’raf ayat 11–18.

Penggunaan elemen-elemen ini dalam konteks hiburan, terlebih dengan adanya romansa antara Iblis dan karakter manusia Ka Young (Suzy), memicu perdebatan etis dan teologis di media sosial.

Penamaan Karakter dan Romantisasi Sosok Iblis

Salah satu titik kritik paling tajam datang dari pemilihan nama “Iblis” untuk karakter jin yang menjadi pusat cerita.
Drama Korea “Genie Make A Wish” yang dibintangi Suzy dan Kim Woo Bin menuai kritik (Istimewa)

Salah satu titik kritik paling tajam datang dari pemilihan nama “Iblis” untuk karakter jin yang menjadi pusat cerita.

Dalam Islam, Iblis adalah sosok yang dikenal sebagai pemimpin para setan dan tugasnya adalah menyesatkan manusia.

Penggambaran karakter ini sebagai makhluk misterius yang terjebak dalam lampu ajaib dan kemudian menjalin hubungan romantis dengan manusia dianggap meromantisasi sosok yang seharusnya digambarkan negatif.

Penonton menilai bahwa penulis naskah Kim Eun Sook, yang sebelumnya sukses lewat “The Glory” dan “Mr. Sunshine”, telah mencampuradukkan konsep jin dan iblis secara tidak akurat.

Tak hanya itu, karakter lain seperti Ejllael, yang diperankan oleh Noh Sang Hyun dan digambarkan sebagai malaikat maut, juga menuai kritik.

Nama tersebut terdengar mirip dengan Izrail, malaikat pencabut nyawa dalam Islam, namun dalam drama ini ia digambarkan sebagai manusia yang berprofesi sebagai pengusaha dan memiliki agenda tersembunyi.

Distorsi ini dianggap menyesatkan dan tidak sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan.

Seruan Boikot Netizen

Sejak penayangan perdananya, “Genie Make A Wish” langsung masuk dalam daftar Top 10 Netflix Indonesia. Namun, popularitas tersebut dibarengi dengan gelombang kritik dari warganet.

Banyak komentar di media sosial yang menyebut bahwa drama ini “messed up” dan “tidak pantas ditonton” karena membawa unsur agama ke dalam narasi fiksi yang tidak akurat.

Beberapa penonton bahkan menyerukan boikot terhadap drama ini, menilai bahwa penggunaan bahasa Arab, penggambaran karakter spiritual, dan latar Timur Tengah tidak dilakukan dengan riset budaya yang memadai.

Dalam konferensi pers sebelum penayangan, Kim Woo Bin sempat menanggapi kontroversi ini dengan mengatakan, “Kalau kalian nonton dramanya, aku yakin semua kesalahpahaman akan terangkat. Tetaplah bersama kami sampai akhir—kalian akan mengerti.”

Namun hingga kini, baik pihak Netflix maupun tim produksi belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik yang berkembang.

Drama ini juga menjadi bahan diskusi di berbagai forum daring, yang mengulas perbedaan antara jin dan iblis dalam Islam serta dampak representasi budaya dalam media populer.

Dampak Budaya dan Tantangan Adaptasi Fantasi

“Genie Make A Wish” menjadi contoh bagaimana adaptasi fantasi yang melibatkan elemen spiritual dan budaya bisa memicu reaksi keras jika tidak dilakukan dengan kehati-hatian.

Meskipun niat awalnya adalah menghadirkan kisah cinta yang unik antara dua dunia, penyatuan mitologi Timur dan narasi Islam dalam bentuk hiburan ternyata menimbulkan dilema etis.

Drama ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri hiburan Korea dalam menjangkau audiens global yang memiliki sensitivitas budaya dan agama yang berbeda.

Dengan total 13 episode, drama ini tetap menarik perhatian karena visual yang memukau dan chemistry antara Suzy dan Kim Woo Bin.

Namun, kontroversi yang menyertainya menjadi pengingat bahwa kreativitas dalam dunia hiburan perlu diimbangi dengan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai yang diangkat, terutama ketika menyentuh ranah spiritual dan kepercayaan publik.

Previously

Kasus Viral Yai Mim VS Sahara, Konflik Tetangga Jadi Isu Nasional (Seri 3)

Next

Sesal Nagita Slavina saat Bertemu Kendall Jenner di Paris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement