Kasus Viral Yai Mim VS Sahara, Konflik Tetangga Jadi Isu Nasional (Seri 1)
Kasus ini bermula dari persoalan sederhana, kendaraan rental milik Sahara diparkir di depan rumah Yai Mim
Showbizline – Konflik antara Muhammad Imam Muslimin, dikenal publik sebagai Yai Mim, dan tetangganya Nurul Sahara menjadi isu nasional setelah viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Kasus ini bermula dari persoalan sederhana, kendaraan rental milik Sahara diparkir di depan rumah Yai Mim. Menurut penuturan Yai Mim dan istrinya, Rosida Vignesvari, kejadian itu bermula pada malam hari ketika mereka tiba di rumah dan mendapati mobil menghalangi akses keluar masuk.
Rosida mengaku sudah mencoba menghubungi pihak pemilik kendaraan, tetapi tidak mendapat respons.
Keesokan harinya, sekitar pukul 03.00 WIB, mobil masih terparkir di tempat yang sama.
Yai Mim kemudian berinisiatif memindahkan mobil tersebut karena merasa terganggu aksesnya. Tindakan itu menimbulkan suara keras akibat jalan yang tidak rata dan memicu reaksi dari pihak Sahara.
Ketegangan yang Mulai Terbangun
Setelah peristiwa dini hari itu, kedua pihak sempat saling berbicara dan menyatakan tidak ada masalah besar. Namun, praktik parkir di depan rumah Yai Mim terus berulang, menimbulkan ketegangan baru.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa pertikaian mulai melebar karena persoalan tanah wakaf. Yai Mim mengklaim sebagian akses jalan di depan rumahnya merupakan tanah wakaf yang ia hibahkan untuk jalan umum.
Dalam proses pembersihan lahan tersebut, ia disebut mengeluarkan biaya sekitar Rp 12 juta, dan meminta Sahara berkontribusi kecil sebagai bentuk kerja sama. Sahara disebut menawar hingga Rp 400 ribu. Meskipun akhirnya diterima, ketegangan antar keduanya tidak mereda.
Video Viral yang Mengubah Arah Kasus
Situasi berubah drastis ketika beredar video yang menampilkan Yai Mim berguling di tanah. Cuplikan itu pertama kali muncul di media sosial, terutama TikTok, dan dengan cepat menarik perhatian publik.
Video tersebut disertai narasi bahwa Yai Mim berpura-pura stroke untuk mendapatkan simpati. Sebagian netizen menuduhnya menutup jalan umum dengan tali dan tanaman, sedangkan versi lain menyebut tindakan itu dilakukan untuk menjaga akses rumahnya agar tidak dipakai sebagai area parkir rental.
Menurut laporan Tirto.id, unggahan video pertama kali muncul dari akun yang dikaitkan dengan Sahara sekitar pertengahan September 2025. Narasinya menyinggung soal dugaan penyalahgunaan tanah wakaf dan sikap Yai Mim terhadap tetangga.
Respon Publik dan Awal Sorotan Nasional
Seiring penyebaran video, perhatian publik meningkat tajam. Netizen terbelah dalam dua kubu: satu pihak memandang Yai Mim bersalah karena dianggap menutup jalan umum, sementara pihak lain menilai narasi yang berkembang tidak seimbang dan hanya menunjukkan potongan peristiwa.
Dalam waktu singkat, kasus ini bukan lagi sekadar masalah antar tetangga, melainkan berubah menjadi isu sosial dan moral yang ramai diperbincangkan secara nasional.
Media mulai menelusuri latar belakang kedua pihak, rekam jejak sosial mereka, serta status hukum tanah yang menjadi sumber sengketa.




















