Elegan, Gaun Lamaran Syifa Hadju Rancangan Hian Tjen Curi Perhatian
Syifa Hadju tampil memukau dalam balutan gaun putih rancangan Hian Tjen saat dilamar El Rumi di Lauterbrunnen, Swiss. Siluet klasik dan detail transparan menjadikan momen tersebut semakin ikonik.
Showbizline – Momen lamaran El Rumi kepada Syifa Hadju di Lauterbrunnen, Swiss, pada 2 Oktober 2025 bukan hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga memukau secara visual.
Di tengah lanskap pegunungan Alpen yang megah dan lembah hijau yang tenang, Syifa tampil bak putri dongeng dalam balutan gaun putih yang anggun.
Gaun tersebut merupakan karya desainer ternama Hian Tjen, yang dikenal lewat rancangan couture dan busana pengantin berkelas internasional.
Syifa Hadju, yang saat itu berusia 25 tahun, tampak bahagia sekaligus haru ketika El Rumi berlutut dan menyematkan cincin berlian di jari manisnya.
Penampilannya yang elegan dan minimalis langsung menjadi sorotan publik dan media fashion.
Dalam unggahan Instagram dan dokumentasi dari fotografer Iluminen, Syifa terlihat memancarkan aura lembut dan feminin yang berpadu sempurna dengan suasana romantis Lauterbrunnen.
Detail Gaun Rancangan Hian Tjen yang Menawan

Gaun lamaran Syifa Hadju memiliki potongan siluet fit yang mengikuti lekuk tubuhnya secara anggun, menciptakan tampilan yang memesona tanpa kesan berlebihan.
Potongan lehernya yang non-konvensional memberi sentuhan modern pada desain klasik, sementara lengan transparan yang pas hingga siku dan terbelah menjuntai melebihi rok gaun menambahkan dimensi dramatis yang tetap lembut.
Ekor gaun yang menyapu tanah memperkuat kesan bridal meski belum dalam konteks pernikahan.
Rambut Syifa ditata dalam gaya messy bun yang memperlihatkan garis leher dan bahu dengan elegan.
Riasan wajahnya tampak natural dan segar, kemungkinan hasil karya makeup artist Ryan Ogilvy yang turut hadir di lokasi.
Penampilan ini menunjukkan bahwa Syifa memilih pendekatan timeless dan sophisticated, selaras dengan karakter gaun yang ia kenakan.
Keserasian Gaya dengan El Rumi dan Simbolisme Visual

Penampilan Syifa Hadju dalam gaun putih tersebut semakin sempurna berkat keserasian dengan El Rumi, yang mengenakan setelan velvet hitam klasik, kemeja putih, dan dasi panjang.
Rambut El ditata klimis, dan pantofel hitam mengilap melengkapi tampilan formalnya. Keduanya tampak serasi dan memancarkan kebahagiaan yang tulus, menjadikan momen lamaran ini tak hanya romantis tetapi juga estetis.
Gaun rancangan Hian Tjen yang dikenakan Syifa bukan sekadar busana, melainkan simbol dari impian yang terwujud.
Lauterbrunnen, yang disebut Syifa sebagai tempat impiannya, menjadi latar sempurna bagi gaun yang seolah mengikuti setiap gerakannya dengan anggun.
Detail sleeve drape yang menjuntai dari bahu memberi kesan lembut dan feminin, seakan menari bersama angin pegunungan Swiss.
Gaun ini berhasil menggabungkan elemen klasik dan kontemporer, menjadikannya pilihan ideal untuk momen lamaran yang penuh makna.
Dengan latar alam yang dramatis dan busana yang dirancang dengan presisi, penampilan Syifa Hadju dalam momen lamaran tersebut menjadi inspirasi bagi banyak perempuan yang mendambakan momen serupa.
Gaun putih dari Hian Tjen bukan hanya mempercantik tampilan Syifa, tetapi juga memperkuat narasi cinta yang tulus dan elegan di tengah keindahan alam Swiss.




















