Home Showbiz & Celebrity Verona Films Ganti Judul Film “Getih Anak” Menjadi “Riba”, Ini Alasan Strategisnya
Showbiz & Celebrity

Verona Films Ganti Judul Film “Getih Anak” Menjadi “Riba”, Ini Alasan Strategisnya

Film "Riba" berawal dari sebuah kisah nyata yang dipopulerkan melalui thread di akun media sosial X, @mitologue.

Film Getih Anak berubah judul menjadi Riba

SHOWBIZLINEVerona Films secara resmi mengumumkan perubahan judul film perdana mereka. Film horor yang awalnya viral dengan judul “Getih Anak” kini berganti nama menjadi “Riba“.

Langkah strategis ini diambil untuk lebih merepresentasikan inti cerita dan pesan moral yang ingin disampaikan, melampaui sekadar kesan horor eksplisit.

Film “Riba” merupakan kolaborasi spesial antara produser berpengalaman Titin Suryani dan sutradara muda berbakat Adhe Dharmastriya, yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Desember 2025.

Dari Thread Viral ke Layar Lebar: Asal-Usul Film “Riba”

Kesuksesan thread Getih Anak yang kemudian menginspirasi Verona Films untuk mengangkatnya ke dalam bentuk film layar lebar.
Film Getih Anak berubah judul menjadi Riba.

Film “Riba” berawal dari sebuah kisah nyata yang dipopulerkan melalui thread di akun media sosial X, @mitologue.

Thread berjudul “Getih Anak” tersebut telah mencapai angka yang luar biasa, dengan lebih dari 3,9 juta pembaca dan 20 ribu likes, menunjukkan minat publik yang tinggi terhadap cerita ini.

Kesuksesan thread inilah yang kemudian menginspirasi Verona Films untuk mengangkatnya ke dalam bentuk film layar lebar.

Kolaborasi antara produser Titin Suryani dan sutradara Adhe Dharmastriya, yang dikenal dengan karya beragam seperti “Modus” (2016) dan “Bangsal Isolasi” (2024), menjanjikan penyutradaraan yang matang untuk cerita yang sudah sangat populer ini.

Alasan Strategis di Balik Pergantian Judul “Getih Anak” Menjadi “Riba”

Pergantian judul ini bukanlah keputusan yang diambil sembarangan, melainkan langkah strategis yang matang. Menurut Verona Films, judul awal “Getih Anak” dinilai terlalu menekankan kesan horor yang eksplisit dan gamblang.

Sementara itu, cerita yang diangkat dalam film ini jauh lebih dalam dan menyentuh isu sosial yang sedang ramai terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

Judul baru, “Riba”, dipilih karena dianggap lebih tepat merepresentasikan inti cerita dan konflik utama yang diangkat. Kata “riba” sendiri merujuk pada praktik ekonomi atau bunga yang dilarang dalam agama, yang menjadi tema sentral dan pemicu teror dalam film ini.

Perubahan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa film “Riba” tidak hanya sekadar film hantu, tetapi sebuah horor yang dibangun dari konsep dosa, karma, dan konsekuensi dari sebuah keputusan finansial yang fatal.

Lebih dari Sekadar Jump Scare: Horor Baru yang Penuh Pesan Moral

Film “Riba” berambisi untuk menghadirkan pengalaman horor yang berbeda bagi penonton Indonesia. Film ini tidak hanya mengandalkan teror hantu atau momen jump scare semata, melainkan lebih menekankan pada ketakutan psikologis yang berasal dari rasa bersalah setelah mengambil keputusan yang keliru.

“Kami ingin penonton film Indonesia merasakan horor yang tidak hanya datang dari sosok makhluk gaib, tetapi juga dari dosa dan karma yang tak terhindarkan,” ungkap Titin Suryani, sang produser.

Dengan mengangkat tema tentang bahaya praktik riba, film “Riba” mengandung pesan moral yang kuat. Film ini diharapkan dapat menjadi peringatan akan bahaya terjebak dalam hutang yang dapat menghancurkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga.

“Film ‘Riba’ juga diharapkan bisa menjadi peringatan bahwa tindakan yang diambil di dunia ini tidak hanya akan mempengaruhi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita dan kehidupan setelahnya,” tulis pernyataan resmi Verona Films.

Jadwal Tayang dan Tim Kreatif di Balik Film “Riba”

Film “Riba” dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025. Film ini digarap oleh tim kreatif andal yang sudah tidak asing di industri perfilman. Produser film “Riba” ditangani oleh Titin Suryani, yang merupakan CEO Verona Films dan Verona Pictures.

Titin telah berpengalaman menghasilkan berbagai karya sinematografi, dari sinetron, serial web, hingga kini merambah layar lebar.

Sementara untuk sutradara, film “Riba” dipercayakan kepada Adhe Dharmastriya. Sutradara berbakat ini dikenal dengan karya-karyanya yang beragam dan berkualitas, antara lain “Modus” (2016), “Nikah Yuk” (2020), “Iblis dalam Kandungan” (2022), “Almarhum” (2024), dan “Bangsal Isolasi” (2024).

Kolaborasi antara Titin Suryani dan Adhe Dharmastriya ini menjanjikan sebuah film horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga memiliki kedalaman cerita dan penyutradaraan yang apik.

Previously

Ammar Zoni Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Ini 5 Fakta Penting di Baliknya

Next

5 Pria yang Diisukan Pernah Dekat dengan Zhao Lusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement