Home Showbiz & Celebrity Isu Lavender Marriage, Irish Bella: Kami Hanya Bisa Tertawa
Showbiz & Celebrity

Isu Lavender Marriage, Irish Bella: Kami Hanya Bisa Tertawa

Irish Bella menanggapi isu pernikahannya dengan Haldy Sabri yang disebut lavender marriage. Ia membantah tudingan tersebut dan menyebut video viral hanya menunjukkan sisi humoris sang suami.

Irish Bella bersama suaminya, Haldy Sabri (Instagram/_irishbella_)

SHOWBIZLINE – Pernikahan Irish Bella dan Haldy Sabri sempat menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial setelah beredarnya sebuah video yang memicu spekulasi publik.

Dalam video tersebut, Haldy terlihat memberikan kejutan ulang tahun kepada seorang teman laki-lakinya dengan cara yang dinilai sebagian warganet “berbeda”.

Tak butuh waktu lama, potongan video itu viral dan memunculkan tudingan bahwa pernikahan mereka hanyalah “lavender marriage”—istilah yang merujuk pada pernikahan antara pasangan heteroseksual yang dijalani untuk menutupi orientasi seksual salah satu pihak.

Menanggapi rumor tersebut, Irish Bella akhirnya buka suara dalam sebuah podcast bersama Gofar Hilman di kanal YouTube HAS Creative.

Dalam kesempatan itu, aktris berdarah Belgia ini memberikan klarifikasi yang lugas dan santai, sekaligus menunjukkan sikapnya yang tegar menghadapi opini publik yang kerap kali melenceng dari kenyataan.

Ia juga menyoroti bagaimana media sosial bisa dengan mudah memelintir narasi dari sebuah momen yang sebenarnya bersifat pribadi dan tidak bermaksud negatif.

Klarifikasi Irish Bella: “Haldy Itu Emang Kocak”

Irish Bella menjelaskan bahwa video yang menjadi sumber gosip sebenarnya hanya menunjukkan sisi humoris dari Haldy Sabri.
Irish Bella bersama suaminya, Haldy Sabri (Instagram/_irishbella_)

Dalam podcast tersebut, Irish Bella menjelaskan bahwa video yang menjadi sumber gosip sebenarnya hanya menunjukkan sisi humoris dari Haldy Sabri. Ia menyebut bahwa suaminya memang dikenal sebagai pribadi yang jenaka dan penuh kejutan.

“Sebenernya Bang Haldy itu orangnya tuh kocak banget. Dia tuh kayak kadang ada tingkah-tingkahnya absurd, yang bikin orang suka ngakak,” ujar Irish Bella.

Menurutnya, sisi ini jarang terekspos ke publik karena selama ini Haldy lebih dikenal sebagai sosok yang tenang dan tertutup.

Irish juga menambahkan bahwa tingkah laku suaminya yang terlihat dalam video tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.

Ia menyayangkan bagaimana sebagian warganet justru memelintir momen lucu itu menjadi bahan spekulasi yang tidak berdasar.

“Dan itu yang nggak banyak orang lihat,” lanjutnya, menegaskan bahwa publik hanya melihat potongan kecil dari kehidupan pribadi mereka.

Tanggapan Santai dan Penuh Tawa

Alih-alih terpancing emosi, Irish Bella dan Haldy Sabri memilih untuk menanggapi isu lavender marriage itu dengan santai.
Irish Bella bersama suaminya, Haldy Sabri (Instagram/_irishbella_)

Alih-alih terpancing emosi, Irish Bella dan Haldy Sabri memilih untuk menanggapi isu lavender marriage itu dengan santai.

Mereka bahkan mengaku hanya bisa tertawa saat melihat bagaimana video tersebut dipelintir menjadi gosip yang tidak berdasar.

“Ya gue sama Bang Haldy waktu lihat cuma bisa ketawa-ketawa doang,” ungkap Irish.

Sikap ini menunjukkan kedewasaan pasangan tersebut dalam menghadapi tekanan publik dan dinamika kehidupan sebagai figur publik.

Fenomena Lavender Marriage dan Sensasi Media Sosial

Istilah “lavender marriage” sendiri berasal dari budaya Hollywood era 1920-an, ketika sejumlah selebritas menikah untuk menutupi orientasi seksual mereka demi menjaga citra publik.

Di era digital saat ini, istilah tersebut kembali mencuat di tengah budaya cancel culture dan penghakiman publik yang cepat menyebar melalui media sosial.

Irish Bella dan Haldy Sabri menjadi salah satu contoh bagaimana pasangan publik harus menghadapi tekanan opini netizen yang kerap kali tidak berdasar dan bersumber dari potongan informasi yang tidak utuh.

Dalam konteks ini, Irish menyoroti bagaimana media sosial bisa menjadi ruang yang rawan disinformasi.

“Segitunya ya di sosmed tuh. Orang bisa memutar klip terus bikin sampai kayak gitu,” tutupnya.

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan terhadap budaya digital yang sering kali mengabaikan konteks dan empati dalam menyikapi kehidupan pribadi orang lain.

Previously

Penyalahgunaan AI Kian Meresahkan, Kasus Penipuan Deepfake Capai Rp700 Miliar

Next

Terbelenggu Rindu: Sinetron Drama Romantis yang Menyentuh Hati Penonton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement