Home Showbiz & Celebrity Tayang 30 Oktober, Ini Sinopsis dan Daftar Pemain Film Horor Shutter Versi Indonesia
Showbiz & Celebrity

Tayang 30 Oktober, Ini Sinopsis dan Daftar Pemain Film Horor Shutter Versi Indonesia

Film horor Shutter versi Indonesia tayang 30 Oktober 2025. Simak sinopsis, daftar pemain seperti Vino G. Bastian dan Anya Geraldine, serta pesan sosial di balik remake film legendaris Thailand ini.

Film Shutter versi Indonesia siap tayang 30 Oktober 2025 (Instagram/falconpictures_)

SHOWBIZLINE – Film horor Shutter versi Indonesia resmi tayang di bioskop mulai 30 Oktober 2025. Diadaptasi dari film horor Thailand berjudul sama yang dirilis pada 2004, versi terbaru ini digarap oleh Falcon Pictures dan disutradarai oleh Herwin Novianto.

Film ini menjadi salah satu remake yang paling dinantikan tahun ini, mengingat versi aslinya sempat meraih kesuksesan besar dan memenangkan penghargaan Kinaree Emas pada ajang Bangkok International Film Festival 2005.

Dengan pendekatan yang lebih lokal dan relevan, Shutter versi Indonesia menghadirkan cerita yang tak hanya menegangkan, tetapi juga menyisipkan pesan sosial yang kuat.

Film ini mengangkat isu kekerasan seksual dan trauma psikologis, menjadikannya lebih dari sekadar tontonan horor biasa.

Falcon Pictures menyebut bahwa film ini dirancang untuk memberikan pengalaman emosional yang mendalam, sekaligus mengajak penonton merenungkan keadilan dan keberanian menghadapi masa lalu.

Sinopsis Film Shutter: Teror dari Masa Lalu

Shutter mengisahkan Darwin, seorang fotografer muda yang hidupnya berubah drastis setelah mengalami kecelakaan tragis bersama kekasihnya, Pia.
Film Shutter versi Indonesia siap tayang 30 Oktober 2025 (Instagram/falconpictures_)

Shutter mengisahkan Darwin, seorang fotografer muda yang hidupnya berubah drastis setelah mengalami kecelakaan tragis bersama kekasihnya, Pia.

Insiden tersebut terjadi di jalanan sepi dan menjadi awal dari serangkaian kejadian aneh yang menghantui kehidupan Darwin.

Setelah kecelakaan itu, hasil jepretan kameranya mulai menunjukkan sosok misterius yang tak kasatmata.

Ketika Darwin mencoba mengabaikannya, teror justru semakin intens dan mengganggu kesehariannya.

Seiring berjalannya waktu, Darwin mulai menyadari bahwa sosok dalam foto-fotonya berkaitan erat dengan masa lalunya yang kelam.
Ia pun dipaksa menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia pendam.

Film ini tidak hanya menyuguhkan ketegangan khas horor, tetapi juga menggali sisi psikologis karakter utama yang dihantui rasa bersalah dan trauma mendalam.

Deretan Pemain dan Karakter Kuat

Film Shutter versi Indonesia dibintangi oleh sejumlah aktor papan atas Tanah Air. Vino G. Bastian memerankan tokoh utama Darwin, seorang fotografer yang dihantui oleh masa lalunya.
Film Shutter versi Indonesia siap tayang 30 Oktober 2025 (Instagram/falconpictures_)

Film Shutter versi Indonesia dibintangi oleh sejumlah aktor papan atas Tanah Air. Vino G. Bastian memerankan tokoh utama Darwin, seorang fotografer yang dihantui oleh masa lalunya.

Anya Geraldine berperan sebagai Pia, kekasih Darwin yang menjadi bagian penting dari konflik emosional dalam cerita.

Selain itu, film ini juga menampilkan Niken Anjani, Nugie, dan sederet aktor pendukung lainnya yang memperkuat atmosfer mencekam dalam film.

Para pemain mengaku tertantang untuk menghidupkan karakter yang memiliki lapisan emosi kompleks.

Vino G. Bastian, dalam wawancara dengan media, menyebut bahwa peran Darwin menuntut pendalaman karakter yang intens karena harus menggambarkan seseorang yang terjebak antara rasa bersalah dan ketakutan.

Sementara Anya Geraldine menyebut bahwa film ini menjadi salah satu proyek paling emosional yang pernah ia jalani.

Produksi dan Ekspektasi Penonton

Falcon Pictures sebagai rumah produksi menyatakan bahwa Shutter bukan sekadar remake, tetapi reinterpretasi dengan pendekatan budaya dan sosial yang lebih dekat dengan penonton Indonesia.

Produser Frederica menyebut bahwa film ini dirancang untuk memberikan pengalaman berlapis, dari ketegangan horor hingga refleksi moral.

“Di permukaannya ini adalah film horor, tapi di dalamnya ada pesan tentang keadilan dan keberanian menghadapi trauma,” ujarnya.

Dengan sinematografi yang mendukung atmosfer kelam dan naskah yang kuat, Shutter versi Indonesia diharapkan mampu mengulang kesuksesan versi aslinya, sekaligus membuka ruang diskusi tentang isu-isu sosial yang sering kali terabaikan.

Film ini juga menjadi bagian dari upaya Falcon Pictures memperluas semesta horor lokal yang berkualitas dan relevan dengan realitas masyarakat saat ini.

Previously

IN2MOTIONFEST 2025 Buktikan Kuatnya Modest Fashion Indonesia di Panggung Global

Next

Jaksa Ungkap Dugaan Aliran Dana Korupsi Harvey Moeis ke Sandra Dewi Lewat Rekening Asisten dan Saudara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement