Viral Pengantin Baru Masuk UGD karena Honeymoon Cystitis, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya
Viral pengantin baru masuk UGD karena honeymoon cystitis. Kenali gejala, penyebab, dan cara penanganan infeksi saluran kemih yang sering terjadi setelah malam pertama. Jangan abaikan tanda-tandanya.
SHOWBIZLINE – Momen bulan madu seharusnya menjadi masa penuh kebahagiaan bagi pasangan pengantin baru.
Namun, pengalaman berbeda dialami oleh Dian Rahmiati Salma, seorang pengantin asal Bandung, yang harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit pada pukul 3 pagi, hanya tujuh hari setelah menikah.
Kisahnya viral di TikTok setelah ia membagikan pengalaman didiagnosis menderita honeymoon cystitis, kondisi medis yang belum banyak diketahui masyarakat luas.
Dalam unggahannya, Dian mengungkap bahwa rasa nyeri hebat saat buang air kecil dan demam tinggi membuatnya tak mampu menahan sakit, hingga akhirnya suaminya membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.
Menurut penjelasan Dian, sebagaimana dikutp dari Wolipop, kondisi tersebut dipicu oleh robekan pada vagina yang menyebabkan pertumbuhan bakteri secara cepat.
Bakteri tersebut kemudian masuk ke saluran kemih dan memicu peradangan pada kandung kemih.
Setelah seminggu mengalami nyeri dan pendarahan yang tak kunjung membaik, ia mengalami demam tinggi dan langsung mendapat observasi serta antibiotik di UGD.
Dokter yang menanganinya menyarankan beberapa langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan area genital, melakukan foreplay sebelum berhubungan intim, serta minum air putih minimal dua liter sehari.
Apa Itu Honeymoon Cystitis?
Honeymoon cystitis adalah istilah medis untuk infeksi saluran kemih (ISK) yang terjadi setelah aktivitas seksual, terutama pada perempuan yang baru menikah atau baru aktif secara seksual.
Kondisi ini bukan termasuk infeksi menular seksual, melainkan dipicu oleh perpindahan bakteri dari area sekitar anus ke uretra saat berhubungan intim.
Bakteri yang paling umum menyebabkan honeymoon cystitis adalah Escherichia coli (E. coli), meskipun jenis lain seperti Staphylococcus saprophyticus dan Klebsiella juga bisa menjadi pemicu.
Tanda-Tanda dan Gejala Honeymoon Cystitis
Gejala honeymoon cystitis mirip dengan infeksi saluran kemih pada umumnya. Penderita biasanya mengalami rasa terbakar saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat, nyeri di bagian bawah perut, dan dalam beberapa kasus disertai demam atau pendarahan ringan.
Pada kasus yang lebih parah, seperti yang dialami Dian, gejala bisa berkembang menjadi demam tinggi dan nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama honeymoon cystitis adalah masuknya bakteri ke saluran kemih akibat gesekan saat berhubungan seksual.
Faktor risiko lainnya termasuk anatomi saluran kemih perempuan yang lebih pendek, kebersihan area genital yang kurang optimal, serta penggunaan kontrasepsi tertentu seperti spermisida.
Intensitas hubungan seksual yang meningkat selama bulan madu juga memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi.
Penanganan dan Pencegahan
Penanganan honeymoon cystitis biasanya melibatkan pemberian antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat pereda nyeri dan penurun demam juga dapat diberikan jika gejala cukup berat.
Selain itu, menjaga kebersihan area genital, membasuh dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar, serta minum air putih yang cukup sangat dianjurkan.
Dokter juga menyarankan agar pasangan melakukan foreplay untuk mengurangi risiko robekan dan iritasi pada area intim.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejala seperti nyeri saat buang air kecil, demam, atau pendarahan tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, segera konsultasikan ke dokter.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti infeksi ginjal atau penyebaran bakteri ke organ lain.
Jangan menunda pemeriksaan hanya karena merasa malu, karena kondisi ini umum terjadi dan dapat ditangani dengan baik jika ditangani secara medis.



















