Cerita Acha Septriasa Jalani Co-Parenting dan Hidup Baru Usai Cerai
Acha Septriasa jalani co-parenting dan hidup usai cerai dengan komitmen penuh. Simak pembagian peran, kehidupan di Australia, dan karier film yang tetap bersinar.
SHOWBIZLINE – Acha Septriasa membagikan kisahnya dalam menjalani kehidupan baru usai bercerai dari Vicky Kharisma, pria yang telah menjadi pasangan hidupnya selama hampir satu dekade.
Meski perpisahan bukan hal yang mudah, Acha menunjukkan bahwa komitmen sebagai orang tua tetap menjadi prioritas utama.
Acha mengungkap bagaimana ia dan Vicky menjalani pola asuh bersama atau co-parenting demi tumbuh kembang sang putri, Bridgia Kalina Kharisma.
Pemeran film Air Mata Mualaf ini menegaskan bahwa perpisahan tidak menjadi penghalang untuk tetap hadir sebagai orang tua yang utuh. Ia bahkan menghitung dengan detail waktu yang ia habiskan bersama sang anak.
“Karena co-parenting, jadinya saya kemarin jaga Bridgia 11 minggu 5 hari. Sampai saya hitung detail lho,” ungkapnya di Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Pernyataan tersebut mencerminkan dedikasi Acha dalam menjalani peran sebagai ibu, meski harus berbagi waktu dan tanggung jawab dengan mantan suami yang kini menetap di Australia.
Pembagian Peran dan Komitmen Dua Arah

Selama berada di Indonesia untuk keperluan syuting dan promosi film, Vicky mengambil alih peran menjaga Bridgia di Australia.
Acha menyebut bahwa pembagian waktu tersebut telah disepakati bersama dan berjalan dengan proporsi yang seimbang.
“Vicky jaga, ketika saya promo ini Vicky jaga Bridgia 7 minggu. Pokoknya itulah perbandingannya masih 60-40. Jadi saya lebih banyak 60 persen, Vicky ambil 40 persennya tapi semuanya udah sangat membantu,” jelas Acha.
Dengan sistem yang fleksibel namun terstruktur, Acha mampu menjalani dua peran besar dalam hidupnya: sebagai ibu dan sebagai aktor.
Ia menyebut bahwa ketika berada di Australia, dirinya bisa total menjadi ibu, sementara saat di Indonesia, ia bisa fokus sepenuhnya pada karier film.
“Ada dua dunia ini membuat saya bisa lebih total menjadi ibu, bisa lebih total juga sebagai aktor di sini,” tuturnya.
Australia sebagai Rumah dan Investasi Masa Depan Anak

Acha dan keluarganya telah menetap di Australia selama 10 tahun. Ia menyebut Negeri Kanguru sebagai rumah pertamanya, tempat ia membangun keluarga dan memulai kehidupan baru.
“Anakku bersekolah di sana. Lagipula memang udah 10 tahun menjalani di sana dan berdomisilinya juga di sana. Memang sense of home, rumah, itu di sana,” kata Acha.
Tak hanya soal tempat tinggal, Acha juga telah mempersiapkan masa depan pendidikan Bridgia dengan matang. Ia mengaku telah membeli rumah di kawasan strategis yang memiliki akses ke sekolah menengah berkualitas.
“Karena sudah beli rumah di daerah yang high school-nya bagus. Jadinya memang rasanya malah accomplished sekarang, cita-citaku tercapai, terus juga anak happy gitu karena memang enggak pisah dari teman-temannya,” ujarnya.
Karier Tetap Bersinar di Tengah Transisi Pribadi
Meski membagi waktu antara dua benua, karier Acha Septriasa justru semakin aktif. Ia mengungkap bahwa jadwalnya telah terisi penuh dengan proyek film hingga tahun depan.
“Sampai tahun depan saya masih ada tiga film lagi yang akan syuting sampai bulan April, lalu ada yang tayang juga akan masih ada empat. Jadi terbayang, masih ada tujuh lagi gitu sampai tahun depan,” ucapnya.
Kisah Acha Septriasa menjadi contoh bagaimana seorang ibu tunggal bisa tetap menjalani hidup dengan penuh semangat, tanggung jawab, dan visi yang jelas.
Co-parenting bukan hanya soal berbagi waktu, tetapi juga tentang membangun masa depan anak dengan komitmen dua arah yang saling mendukung.















