Home Showbiz & Celebrity Kontroversi Mecimapro saat Gelar 6 Konser K-Pop di Indonesia
Showbiz & Celebrity

Kontroversi Mecimapro saat Gelar 6 Konser K-Pop di Indonesia

Enam konser K-Pop yang digelar Mecimapro menuai kontroversi, mulai dari BIGBANG hingga DAY6. Simak kronologi masalah tiket, keamanan, dan penanganan penonton yang jadi sorotan penggemar.

Mecimapro tuai kontroversi pada 6 gelaran konser kpop (Instagram/mecimapro)

SHOWBIZLINEMecimapro dikenal sebagai salah satu promotor konser K-Pop di Indonesia, dengan rekam jejak menghadirkan grup-grup ternama seperti BTS, EXO, SEVENTEEN, hingga TWICE.

Namun di balik kesuksesan tersebut, sejumlah konser yang Mecimapro gelar juga menuai kontroversi dan kritik dari penggemar.

Mulai dari masalah teknis, penanganan penonton, hingga dugaan pelanggaran etika, enam konser berikut menjadi sorotan publik dan memicu diskusi panjang di media sosial.

Kontroversi ini tidak hanya berdampak pada reputasi promotor, tetapi juga memengaruhi kepercayaan penggemar terhadap penyelenggaraan konser K-Pop di Indonesia.

Beberapa kasus bahkan berujung pada laporan hukum dan tuntutan refund, menandakan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam industri hiburan.

Konser BIGBANG 2015: Seat Plan Mendadak dan Penonton Pingsan

Konser BIGBANG yang digelar pada 2015 menjadi titik awal munculnya keluhan terhadap Mecimapro.

Penggemar VIP mengeluhkan perubahan seat plan secara mendadak yang membuat banyak penonton kebingungan.

Selain itu, minimnya penanganan medis di lokasi menyebabkan beberapa penonton yang pingsan tidak mendapat bantuan cepat. Situasi ini memicu kritik tajam di media sosial dan forum komunitas K-Pop.

Konser EXO 2016: Tuduhan Pelecehan dalam Body Checking

Pada konser EXO tahun 2016, sejumlah penggemar melaporkan pengalaman tidak menyenangkan saat pemeriksaan keamanan.

Beberapa dari mereka menuduh adanya tindakan body checking berlebihan yang dianggap melewati batas.

Bahkan muncul tudingan pelecehan seksual oleh oknum petugas keamanan. Meskipun tidak ada proses hukum yang terbuka, insiden ini menjadi salah satu yang paling diingat dalam sejarah konser K-Pop di Indonesia.

Konser SEVENTEEN: Tiket Kacau dan Refund Lama

Serangkaian konser SEVENTEEN seperti Diamond Edge dan Right Here juga tidak luput dari kritik.

Penggemar mengeluhkan proses penukaran tiket yang kacau, seat plan yang tidak sesuai, serta refund yang memakan waktu lama.

Keluhan ini muncul berulang kali di berbagai platform, menunjukkan adanya pola masalah dalam manajemen tiket dan logistik acara.

Konser IVE 2024: Penundaan dan Ketidakpastian Jadwal

Konser IVE yang semula dijadwalkan pada Januari 2024 harus ditunda hingga Agustus 2024.

Penundaan ini tidak disertai dengan kejelasan jadwal baru dalam waktu dekat, membuat penggemar merasa dirugikan. Proses refund juga dilaporkan lambat, menambah frustrasi penggemar yang telah menunggu lama.

Konser TREASURE 2024: Sistem Queue Number Bermasalah

Pada konser TREASURE Relay Tour Reboot in Jakarta, penggemar menemukan kejanggalan dalam sistem Queue Number (QN).

Beberapa penonton yang membayar tiket lebih mahal justru mendapat antrean lebih lama dibanding kategori lain.

Ketidakjelasan sistem ini memicu protes dan pertanyaan tentang transparansi dalam pengelolaan tiket.

Konser DAY6 2025: Pemindahan Lokasi Mendadak

Awal tahun 2025, konser DAY6 yang semula dijadwalkan di Jakarta International Stadium (JIS) dipindahkan secara mendadak ke Stadion Madya GBK.

Penggemar MY Day merasa kecewa karena perubahan lokasi tidak disertai dengan penyesuaian fasilitas dan akses. Banyak yang merasa keputusan tersebut merugikan secara logistik dan kenyamanan.

Previously

Emosional Ceritakan Proses Cerai, Acha Septriasa: Gue Ga Pernah Kebayang

Next

RM BTS Bicara di KTT APEC 2025, Soroti KPop dan Kreativitas Global

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement