Hati-Hati, Ini 5 Kombinasi Skincare yang Bisa Bikin Kulit Sensitif Menurut Dermatolog
Kombinasi skincare yang salah bisa membuat kulit sensitif dan iritasi. Simak 5 kombinasi bahan aktif yang tidak disarankan dermatolog, lengkap dengan penjelasan ilmiah dan tips aman penggunaannya.
SHOWBIZLINE – Dalam dunia perawatan kulit, penggunaan produk skincare dengan berbagai kandungan aktif menjadi hal yang umum dilakukan demi mendapatkan hasil maksimal.
Namun, tidak semua bahan bisa bekerja sama dengan baik. Menurut para dermatolog, ada beberapa kombinasi kandungan skincare yang justru dapat menimbulkan efek negatif seperti iritasi, kemerahan, hingga memperparah kondisi kulit sensitif.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna skincare untuk memahami interaksi antar bahan sebelum menggabungkannya dalam satu rutinitas.
Kombinasi yang tidak tepat bisa menurunkan efektivitas produk, merusak skin barrier, bahkan memicu breakout.
Terutama bagi pemilik kulit sensitif, kesalahan dalam mencampur kandungan aktif bisa berujung pada reaksi yang tidak diinginkan.
Berikut adalah lima kombinasi skincare yang sebaiknya dihindari menurut para ahli kulit, termasuk penjelasan ilmiah di baliknya.
Vitamin C dan Retinol
Kombinasi vitamin C dan retinol sering dianggap powerful, namun keduanya memiliki karakteristik pH yang sangat berbeda.
Vitamin C bekerja optimal di lingkungan asam, sedangkan retinol membutuhkan pH yang lebih netral.
Menurut dermatolog Michele Green, M.D., penggunaan keduanya secara bersamaan dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Jika ingin tetap menggunakan keduanya, disarankan untuk mengaplikasikan vitamin C di pagi hari dan retinol di malam hari.
Vitamin C dan AHA
Vitamin C merupakan antioksidan yang tidak stabil dan sangat sensitif terhadap pH. Ketika dicampur dengan Alpha Hydroxy Acid (AHA), penyerapannya bisa terganggu.
Selain itu, kombinasi ini berisiko menimbulkan iritasi, terutama pada kulit sensitif. Walaupun keduanya memiliki manfaat masing-masing, penggunaannya secara bersamaan sebaiknya dihindari atau dilakukan dengan jeda waktu yang cukup.
Benzoyl Peroxide dan BHA
Benzoyl peroxide dan Beta Hydroxy Acid (BHA) sama-sama berfungsi sebagai eksfolian dan sering digunakan untuk mengatasi jerawat.
Namun, jika digunakan bersamaan, kombinasi ini dapat menyebabkan kulit mengelupas, kemerahan, dan iritasi.
Dermatolog menyarankan agar kedua bahan ini digunakan secara bergantian, misalnya benzoyl peroxide di pagi hari dan BHA di malam hari, untuk meminimalkan risiko.
Retinol dan AHA/BHA
Retinol adalah bahan aktif yang cukup kuat dan bekerja dengan cara mempercepat regenerasi sel kulit.
Menggabungkannya dengan AHA atau BHA yang juga bersifat eksfoliatif dapat memperparah iritasi dan membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan.
Kombinasi ini sebaiknya dihindari, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau yang baru mulai menggunakan retinol.
Niacinamide dan Vitamin C
Meski keduanya memiliki manfaat mencerahkan kulit, niacinamide dan vitamin C bisa saling menetralkan efek satu sama lain jika digunakan bersamaan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa kombinasi ini dapat mengurangi efektivitas masing-masing bahan.
Untuk hasil optimal, gunakan niacinamide dan vitamin C di waktu yang berbeda atau pada hari yang berbeda dalam rutinitas skincare.



















