Bittersweet of Life Nunung Srimulat: Ironi Gelak Tawa Depan Kamera dan Jalan Hidup Penuh Air Mata
Kisah hidup Nunung Srimulat penuh warna — dari pelawak perempuan legendaris yang membawa tawa jutaan orang, hingga perjuangan berat melawan kecanduan dan kanker. Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa bahkan di balik tawa paling lantang, ada air mata yang tulus.
SHOWBIZLINE – Nama lengkapnya Tri Retno Prayudati, lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 5 April 1963. Nunung tumbuh dalam keluarga sederhana di lingkungan yang penuh kehangatan, tapi juga keterbatasan. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orangtua dan tidak asing dengan kerja keras.
Darah seninya sudah terlihat sejak remaja. Ia gemar menyanyi dan menari di berbagai acara kampung. Pada usia belasan, Nunung mulai tampil di panggung hiburan rakyat.
Dari sanalah bakat lawaknya mulai menarik perhatian, hingga akhirnya direkrut oleh Teguh Srimulat, pendiri grup lawak legendaris Srimulat.
Dalam wawancara dengan Kompas TV, Nunung pernah berkata, “Saya itu dari kecil sudah terbiasa kerja keras. Dulu main panggung keliling, kadang nggak dibayar, tapi senang karena bisa bikin orang ketawa.”
Gelak tawa yang ia ciptakan untuk orang lain, sering kali menjadi pelarian dari kesulitan hidupnya sendiri. Nunung kecil belajar bahwa hiburan bisa menjadi bentuk doa — cara untuk bertahan di tengah kenyataan yang keras.
Puncak Popularitas: Dari Srimulat ke Layar Televisi

Tahun 1980–1990-an menjadi masa keemasan bagi Srimulat. Di panggung itulah, nama Nunung bersinar. Ia dikenal dengan gaya khas Jawa-nya yang polos tapi mengena, spontan tapi jujur. Lawakannya tidak hanya lucu, tapi juga penuh karakter.
Bersama pelawak legendaris seperti Tessy, Tarzan, dan Timbul, Nunung membawa Srimulat menembus televisi nasional dan menjadi ikon komedi Indonesia.
Setelah era itu berakhir, ia melanjutkan kiprahnya di berbagai program televisi seperti Opera Van Java dan Ini Talkshow bersama Sule.
Popularitas Nunung menjulang tinggi. Ia menjadi salah satu pelawak perempuan paling terkenal di negeri ini — simbol dari kerja keras dan dedikasi di dunia hiburan.
Namun, di balik tawa yang meledak di layar kaca, ada sisi gelap kehidupan yang perlahan menjeratnya.
Titik Terendah: Utang, Kecanduan, dan Stigma Publik

Nunung pernah berada di titik terendah hidupnya. Di masa kejayaannya, ia terjerat gaya hidup konsumtif dan kemurahan hati membantu orang lain hingga terbelit utang besar.
Tahun 2019, publik dikejutkan oleh kabar penangkapannya karena kasus narkoba bersama sang suami, July Jan Sambiran.
Peristiwa itu menjadi momen paling kelam dalam hidupnya. Namun, alih-alih menyangkal, Nunung memilih jujur dan berani menghadapi konsekuensinya.
Dalam wawancara dengan Rosi Kompas TV, ia berkata dengan suara bergetar, “Saya nggak malu mengakui, saya manusia yang banyak salah. Tapi saya ingin sembuh, saya ingin hidup saya tenang.”
Setelah menjalani masa rehabilitasi, Nunung berjuang keras untuk bangkit. Ia menjalani terapi, memperbaiki hubungannya dengan keluarga, dan berusaha memaafkan dirinya sendiri.
“Saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup. Saya pengin bahagia dengan cara yang benar, dengan keluarga saya,” ujar Nunun sebagaimana dikutip dari Liputan6.
Ujian Baru: Melawan Kanker dan Kehilangan

Belum lama setelah proses rehabilitasinya, Nunung kembali diuji. Pada tahun 2023, ia mengumumkan bahwa dirinya mengidap kanker payudara. Diagnosa itu menjadi pukulan besar bagi dirinya dan keluarga.
Namun, alih-alih menyerah, Nunung justru menatap penyakit itu dengan keteguhan hati yang luar biasa. Ia menjalani rangkaian pengobatan dan kemoterapi dengan semangat yang sama seperti ketika ia dulu berdiri di panggung — penuh keberanian.
“Saya cuma bisa kuat. Saya yakin Allah kasih ujian nggak akan lebih dari kemampuan saya,” ujarnya kepada CNN Indonesia dalam sebuah wawancara setelah kematian suaminya.
Di tengah perjuangan melawan kanker, Nunung tidak sendirian. Sang suami, Iyan Sambiran, selalu setia mendampinginya. Dalam berbagai wawancara, Nunung berkali-kali menuturkan betapa besar peran sang suami dalam proses penyembuhan.
“Suami saya sabarnya luar biasa. Dari saya sakit, operasi, sampai sekarang, beliau yang selalu jaga dan dampingi,” ujar Nunung haru.
Menjual Aset untuk Bertahan dan Bangkit

Selama proses pengobatan, Nunung harus menghadapi kenyataan finansial yang berat. Ia mengaku menjual beberapa aset pribadi untuk menutupi biaya pengobatan dan kebutuhan hidup.
Dalam wawancara dengan Trans7, Nunung berkata jujur: “Saya udah jual beberapa aset. Tapi nggak apa-apa, yang penting saya bisa berobat, bisa sehat. Harta bisa dicari lagi, yang penting nyawa.”
Kalimat itu mencerminkan kesadaran spiritual dan kedewasaan batin seorang perempuan yang sudah melewati banyak badai.
Kini, Nunung perlahan kembali aktif di dunia hiburan, dengan penampilan lebih tenang dan aura yang berbeda — bukan hanya pelawak, tapi sosok yang membawa pelajaran hidup.
Ia sering menekankan pentingnya bersyukur, menjaga kesehatan mental, dan memaafkan diri sendiri.
Dan rasa syukurnya pun semakin bertambah ketika Nunung banyak mendapatkan perhatian, doa dan bantuan, baik dari sahabat artis, juga mereka yang peduli dengan kisah hidupnya.
Tawa, Luka, dan Ketabahan Seorang Pejuang
Perjalanan Nunung Srimulat adalah potret kehidupan yang lengkap — ada tawa, luka, kehilangan, tapi juga kebangkitan.
Dari gadis sederhana di Solo yang tampil di panggung keliling, menjadi legenda komedi nasional, hingga kini melawan kanker dengan kepala tegak.
Kisahnya mengajarkan bahwa hidup tidak selalu tentang siapa yang paling kuat, tapi siapa yang tidak menyerah meski hatinya sudah lelah.
“Saya ini cuma pelawak. Tapi hidup saya, nggak semua lucu. Kadang yang bisa saya kasih ke orang cuma tawa, padahal saya sendiri lagi nangis,” demikian Nunung, dalam wawancara dengan Kompas TV.
Tawa Nunung telah menemani jutaan orang Indonesia. Dan di balik semua itu, ia telah memberi pelajaran berharga bahwa setiap manusia punya hak untuk jatuh — tapi yang lebih penting, punya kesempatan untuk bangkit lagi.
Kini, Nunung mulai kembali meniti kariernya di industri hiburan. Tak hanya menjadi bintang tamu di beberapa program televisi, melawak, tetapi juga berperan di film layar lebar. Nunung juga tercatat tengah mengelola bisnis kuliner bernama Songoseng Solo dan Ayam Panggang Mami Nungky.
Semangat berjuang Mami Nunung!!





















