Tiga Pengalaman Pasien Gagal Ginjal Usia Muda, Ini Gejala yang Mereka Rasakan
Tiga pasien muda ungkap gejala awal gagal ginjal kronis yang sering tak disadari, seperti sakit kepala, kelelahan ekstrem, dan anemia. Kenali tanda-tandanya agar bisa ditangani lebih cepat.
SHOWBIZLINE – Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga bisa dialami oleh anak muda.
Kondisi ini terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap hingga tidak mampu menyaring limbah dan cairan dari darah secara optimal.
Sayangnya, gejala awal gagal ginjal sering kali tidak disadari karena bersifat samar dan menyerupai keluhan umum lainnya. Beberapa pasien bahkan baru menyadari kondisinya setelah fungsi ginjal mereka menurun drastis.
Tiga kisah nyata dari pasien muda yang mengalami gagal ginjal berikut ini menjadi pengingat penting bahwa deteksi dini sangat krusial.
Mereka mengalami gejala yang berbeda-beda, mulai dari sakit kepala parah hingga kelelahan ekstrem, yang awalnya tidak dikaitkan dengan gangguan ginjal.
Berikut adalah pengalaman mereka dan gejala yang dirasakan sebelum akhirnya didiagnosis gagal ginjal kronis.
Sakit Kepala Parah yang Tak Disangka Terkait Ginjal
Kate, seorang perempuan asal Kanada, didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis pada usia 25 tahun.
Sebelumnya, ia sering mengalami sakit kepala hebat yang datang berulang kali. Namun, ia tidak pernah mengira bahwa keluhan tersebut berkaitan dengan fungsi ginjalnya.
“Saya benar-benar sakit. Fungsi ginjal saya tinggal 13 persen,” ungkap Kate seperti dikutip dari laman Kidney Foundation of Canada.
Ia merasa bersyukur karena memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Jika tidak, kondisinya bisa saja memburuk tanpa disadari.
Sakit kepala yang berkepanjangan bisa menjadi salah satu tanda bahwa tubuh sedang mengalami gangguan metabolik akibat penumpukan racun dalam darah.
Ketika ginjal tidak mampu menyaring limbah dengan baik, zat-zat berbahaya bisa memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan gejala neurologis seperti nyeri kepala.
Kelelahan Ekstrem yang Dianggap Biasa
Holly, perempuan asal Australia, juga mengalami gagal ginjal kronis di usia muda, tepatnya saat ia berusia 23 tahun.
Ia baru mengetahui kondisinya setelah menjalani tes darah rutin dan biopsi ginjal. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fungsi ginjalnya hanya tersisa 14 persen.
“Satu-satunya gejala yang saya rasakan hanyalah kelelahan yang luar biasa,” ujar Holly kepada Kidney Health Australia.
Kelelahan yang tidak wajar dan berlangsung terus-menerus bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang bekerja ekstra keras untuk mengimbangi fungsi ginjal yang menurun.
Sayangnya, banyak orang menganggap rasa lelah sebagai akibat dari aktivitas padat atau kurang tidur, sehingga gejala ini sering diabaikan.
Anemia Sejak Kecil yang Ternyata Berkaitan dengan Ginjal
Kisah lain datang dari Alixandria, seorang anak asal Pennsylvania, Amerika Serikat, yang didiagnosis gagal ginjal kronis pada usia 8 tahun.
Sejak usia 2 tahun, ia sudah mengalami anemia yang awalnya dianggap sebagai kekurangan zat besi biasa. Namun, saat berusia 7 tahun, hasil tes darah menunjukkan kadar hemoglobin yang tidak normal.
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di Children’s Hospital of Philadelphia, Alixandria didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis stadium III.
Ginjal yang sehat memproduksi hormon erythropoietin (EPO) yang merangsang pembentukan sel darah merah.
Ketika ginjal rusak, produksi EPO menurun, sehingga tubuh kekurangan sel darah merah dan menyebabkan anemia.
Inilah mengapa anemia yang tidak membaik dengan terapi standar bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan ginjal.




















