Daftar Nominasi Indonesian Music Awards 2025, Ajang Bergengsi Musik Tanah Air
Indonesian Music Awards 2025 hadir dengan 14 kategori bergengsi, dari Song of the Year hingga Breakthrough Artist. Ajang ini menampilkan musisi muda, kolaborasi kreatif, serta dukungan pemerintah terhadap industri musik Indonesia.
SHOWBIZLINE – Indonesian Music Awards (IMA) 2025 kembali digelar sebagai salah satu ajang penghargaan musik paling bergengsi di Indonesia.
Tahun ini, sebanyak 14 kategori diperebutkan oleh para musisi, penyanyi, dan pelaku industri musik Tanah Air.
Acara yang akan berlangsung pada 19 Desember 2025 ini menghadirkan inovasi baru dengan penambahan kategori, sekaligus menegaskan komitmen IMA untuk terus berevolusi mengikuti perkembangan musik Indonesia.
Dalam konferensi pers di Studio RCTI+, Jakarta Barat, Dini Putri selaku Chief Programming Officer RCTI menegaskan, “Dengan adanya Indonesian Music Awards, kami berharap dapat menampilkan nama-nama baru yang mungkin sudah lama berkarya di dunia musik. Apalagi dengan tambahan kategori baru, kami ingin menunjukkan bahwa IMA terus berevolusi.”
Kehadiran kategori baru ini menjadi bukti bahwa penghargaan musik tidak hanya sekadar selebrasi, tetapi juga wadah apresiasi terhadap kreativitas musisi di era digital.
Song of the Year: Dominasi Musisi Muda dengan Karya Segar

Kategori Song of the Year menjadi salah satu sorotan utama. Lagu “Alamak” yang dibawakan Rizky Febian bersama Adrian Khalif masuk nominasi, bersaing dengan “Bunga Maaf” dari The Lantis, “Selalu Ada di Nadimu” kolaborasi Prince Poetiray dan Quinn Salman, “Tabola Bale” dari Silent Open Up bersama Jackson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel, serta “Tak Ada Ujungnya” karya Rony Parulian.
Kehadiran nama-nama baru menunjukkan bahwa industri musik Indonesia semakin terbuka bagi generasi muda dengan karya-karya segar yang mampu menembus pasar.
Collaboration of the Year: Perpaduan Kreativitas Lintas Genre

Kolaborasi menjadi tren besar dalam musik modern, dan kategori Collaboration of the Year menampilkan deretan karya yang memperlihatkan kekuatan sinergi antar musisi.
“Alamak” kembali masuk nominasi, kali ini di kategori kolaborasi, bersama “Garam & Madu” dari Tenxi, Jemsii, dan Naykilla.
Ada pula “Ngapain Repot” dari Toton Caribo feat. Wizz Baker, Freshly, dan Nikijuluw, serta “Selalu Ada di Nadimu” dan “Tabola Bale”.
Kolaborasi lintas genre ini memperlihatkan bagaimana musik Indonesia semakin kaya dengan eksplorasi kreatif.
Breakthrough Artist of the Year: Wajah Baru yang Siap Menggebrak
IMA 2025 juga memberi panggung bagi talenta baru melalui kategori Breakthrough Artist of the Year. Nama-nama seperti Aku Jeje, Nyoman Paul, Silent Open Up, Tenxi bersama Jemsii dan Naykilla, serta Wijaya 80 masuk dalam daftar nominasi.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa regenerasi musisi Indonesia berjalan dengan baik, menghadirkan warna baru yang segar dan berpotensi besar untuk mendominasi industri musik di masa depan.
Sosial Media Artist of the Year: Bukti Kekuatan Digital
Kategori Sosial Media Artist of the Year menegaskan pentingnya peran media sosial dalam membangun popularitas musisi. Nama-nama besar seperti Mahalini, Nagita Slavina, Raisa, dan Rizky Febian masuk dalam daftar.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa interaksi dengan penggemar melalui platform digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan seorang musisi.
Dukungan Pemerintah dan Industri Kreatif
Menariknya, IMA 2025 juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Deputi Bidang Kreativitas Media Kementin Ekraf, Agustini Rahayu, menegaskan bahwa musik merupakan subsektor industri kreatif dengan pertumbuhan paling pesat dan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.
Hal ini memperlihatkan bahwa penghargaan musik tidak hanya berfungsi sebagai ajang apresiasi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia.















