Home Feature & Community Telur Fertil vs. Telur Infertil, Mana yang Lebih Bergizi dan Sehat?
Feature & Community

Telur Fertil vs. Telur Infertil, Mana yang Lebih Bergizi dan Sehat?

Apa bedanya telur fertil dan infertil? Artikel ini menjelaskan secara ilmiah perbedaan keduanya — dari asal-usul, kandungan gizi, hingga apakah telur ayam kampung yang dibuahi benar-benar lebih sehat daripada telur petelur modern.

Telur fertil dan telur infertil lebih sehat mana? (Istimewa)

SHOWBIZLINE – Jika kamu membeli telur di pasar, ada dua jenis yang umum beredar: telur fertil dan telur infertil.

Telur fertil berasal dari ayam betina yang kawin dengan pejantan — artinya, telur ini mengandung embrio yang berpotensi menetas jika dierami atau diinkubasi.

Sedangkan telur infertil berasal dari ayam betina yang tidak dikawini pejantan, sehingga tidak mengandung embrio dan tidak akan menetas meskipun disimpan lama.

Telur-telur yang kita beli di supermarket atau warung umumnya adalah telur infertil, hasil produksi ayam petelur modern yang hidup di kandang tanpa jantan.

Apakah Telur Fertil Lebih Bergizi?

Banyak orang mengira bahwa telur yang dibuahi (biasanya dari ayam kampung) lebih sehat dan bergizi tinggi.

Namun, menurut penelitian dari United States Department of Agriculture (USDA) dan Food and Agriculture Organization (FAO), kandungan nutrisi antara telur fertil dan telur infertil hampir sama.

Keduanya mengandung protein sekitar 6–7 gram per butir, lemak total sekitar 5 gram, vitamin A, D, E, dan B12, juga mineral penting seperti zat besi, fosfor, dan selenium.

Satu-satunya perbedaan kecil muncul jika telur fertil sudah mulai diinkubasi selama beberapa hari.

Dalam kondisi itu, sebagian nutrisi digunakan untuk perkembangan embrio, sehingga kadar protein dan lemak bisa sedikit menurun.
Tapi kalau belum dierami, nilai gizinya tetap identik.

Yang Bikin Telur Kampung Lebih Gurih

Sering kali orang menyamakan “telur ayam kampung” dengan “telur fertil”. Padahal, telur ayam kampung bisa saja infertil kalau ayamnya tidak dikawini pejantan.

Rasa gurih dan warna kuning telur yang lebih oranye pada ayam kampung bukan karena dibuahi, melainkan karena pakan alami.

Ayam kampung sering makan serangga, biji-bijian, dan tumbuhan hijau — semua itu memengaruhi asam lemak omega-3 dan pigmen karotenoid, yang membuat rasa dan warnanya lebih kaya.

Penjelasan Ilmiah dari Pakar

Menurut Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPU, Guru Besar Fakultas Peternakan UGM, dalam wawancaranya di Kompas (2022),

“Secara komposisi gizi, telur ayam kampung dan telur ras sebenarnya tidak berbeda jauh. Yang membedakan hanya pakan dan manajemen pemeliharaan.”

Pernyataan ini sejalan dengan riset FAO (2021) yang menegaskan bahwa perbedaan nutrisi pada telur lebih ditentukan oleh kualitas pakan ayam dan lingkungan pemeliharaannya, bukan status fertilitas telurnya.

Jadi, Bagaimana Kesimpulannya?

Baik telur fertil maupun infertil sama-sama bergizi tinggi, aman, dan sehat untuk dikonsumsi.

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan telur dibuahi lebih menyehatkan dibanding yang tidak.
Kalau kamu mencari telur dengan rasa lebih gurih, pilihlah telur ayam kampung atau ayam bebas pakan alami.

Namun jika kamu ingin telur yang lebih stabil kualitas dan higienitasnya, telur ayam petelur modern (infertil) tetap pilihan yang tepat.

Previously

Zayn Malik Kembali ke One Direction, Benarkah Pertanda Reuni?

Next

Ruben Onsu Jadi Produser Film, Debut di Balik Layar dengan Nia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement