Home Showbiz & Celebrity Bittersweet of Life Bittersweet of Life Cinta Laura: Dari Luka Bullying, Kini Jadi Simbol Perempuan Muda yang Tangguh
Bittersweet of Life

Bittersweet of Life Cinta Laura: Dari Luka Bullying, Kini Jadi Simbol Perempuan Muda yang Tangguh

Kisah Bittersweet of Life Cinta Laura tentang perjuangan melawan bullying, didikan keras ibu, prestasi akademik di Amerika, hingga menjadi aktris dan aktivis internasional. Sebuah perjalanan inspiratif yang penuh luka dan kemenangan.

Cinta Laura bicara tentang makna kecantikan (Instagram/claurakiehl)

SHOWBIZLINECinta Laura Kiehl adalah wajah optimisme, inteligensi, dan ketangguhan perempuan muda Indonesia. Namun perjalanan menuju sosok yang penuh prestasi itu bukanlah kisah lurus tanpa luka.

Di balik pencapaian akademik dan karier internasionalnya, ada kisah masa kecil yang penuh air mata: dijauhi, dirundung, hingga dianggap “aneh” di lingkungan sekolahnya sendiri.

Dalam beberapa wawancara, Cinta mengungkap terang-terangan bahwa ia mengalami bullying cukup berat di Indonesia maupun saat tinggal di luar negeri.

Luka ini kemudian membentuk identitasnya hari ini — seseorang yang tidak hanya sukses sebagai aktris dan penyanyi, tetapi juga menjadi advokat isu pendidikan, kesehatan mental, dan kekerasan seksual.

Hidupnya adalah bukti bahwa rasa sakit bisa berubah menjadi bahan bakar untuk bangkit lebih kuat. Ya, sebuah perjalanan pahit manis kehidupan yang mengasah diri menjadi lebih baik ke depannya.

Masa Kecil dan Luka Bernama Bullying

Cinta Laura lahir dari ayah asal Jerman dan ibu berdarah Sunda. Sejak kecil ia sering berpindah negara karena pekerjaan ayahnya.
Bittersweet of Life Cinta Laura (Instagram/claurakiehl)

Cinta Laura lahir dari ayah asal Jerman dan ibu berdarah Sunda. Sejak kecil ia sering berpindah negara karena pekerjaan ayahnya.

Hal ini membuatnya menghadapi berbagai perubahan lingkungan — dan tidak semua menyambutnya dengan ramah.

Dalam wawancaranya di Daniel Mananta Network, Cinta mengaku bahwa ia sering dibully karena caranya berbicara.

“Aku diejek karena logat aku, karena cara aku ngomong. Dibilang sok bule, sok kebarat-baratan. Padahal itu memang cara aku dibesarkan,” ujar Cinta Laura.

Ia juga mengungkap bahwa ia pernah dijauhi, tidak diajak bermain, hingga menjadi korban perundungan yang membuatnya mempertanyakan identitasnya sendiri. Di masa itu, ia merasa seperti “tidak punya tempat”.

Pengalaman itu, kata Cinta, menjadi bagian paling berat dalam masa kecilnya.

Didikan Tegas Ibu yang Membentuk Mental Baja

Dalam sejumlah wawancara, Cinta menyebut bahwa ibunya adalah sosok yang sangat tegas dan disiplin.
Bittersweet of Life Cinta Laura (Instagram/claurakiehl)

Dalam sejumlah wawancara, Cinta menyebut bahwa ibunya adalah sosok yang sangat tegas dan disiplin.

Ia mengaku tidak dibesarkan dengan kemewahan meski tinggal berpindah negara, melainkan dibesarkan dengan nilai kerja keras dan pendidikan sebagai prioritas utama.

Di The Sungkars Family, Cinta Laura berkata, “Mama selalu bilang, kalau kamu mau sesuatu, kamu harus kerja keras sendiri. Jangan manja.”

Didikan keras ini bukan tidak menyakitkan, tapi justru menjadi fondasi yang membuatnya tahan banting menghadapi cemoohan teman sebaya.

Titik Balik: Berprestasi dan Terbang ke Amerika

Meski mengalami bullying, Cinta justru tumbuh sebagai siswi berprestasi.
Bittersweet of Life Cinta Laura (Instagram/claurakiehl)

Meski mengalami bullying, Cinta justru tumbuh sebagai siswi berprestasi. Ia meraih nilai akademik tinggi, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan kemudian mendapatkan kesempatan belajar di Columbia University, salah satu kampus Ivy League terkenal di AS.

Bahkan ia lulus dengan cum laude, mengambil dua jurusan sekaligus. Ini salah satu poin penting yang sering dikutip banyak media nasional.

Kesuksesan akademik ini menjadi titik balik besar: ia menyadari bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh ejekan orang, melainkan oleh kemampuannya mengembangkan diri.

Karier Internasional dan Kiprah sebagai Aktivis

Cinta kini dikenal sebagai, aktris film nasional, penyanyi, produser, pembicara di forum-forum edukasi, aktivis anti-bullying, dan advokat isu kekerasan seksual.

Setelah pulang ke Indonesia, Cinta kembali aktif di dunia entertainment. Namun ia tidak berhenti di sana.

Cinta kini dikenal sebagai, aktris film nasional, penyanyi, produser, pembicara di forum-forum edukasi, aktivis anti-bullying, dan advokat isu kekerasan seksual.

“Kalau aku bisa membantu orang untuk merasa lebih percaya diri dan tidak merasa sendirian, itu buat aku sudah pekerjaan terbaik,” kata Cinta Laura dalam sebuah wawancara.

Inilah manisnya perjalanan, dari anak yang disakiti menjadi perempuan yang menyembuhkan orang lain.

Cinta Laura Hari Ini: Kuat, Mapan, dan Sadar Tujuan Hidup

Kini Cinta merupakan sosok yang mandiri, memiliki bisnis, bekerja di industri film internasional, dan menjadi panutan generasi muda.
Bittersweet of Life Cinta Laura (Instagram/claurakiehl)

Kini Cinta merupakan sosok yang mandiri, memiliki bisnis, bekerja di industri film internasional, dan menjadi panutan generasi muda.

Ia mendapat penghargaan di berbagai ajang, dan kerap diundang ke forum pendidikan serta isu perdamaian.

Cinta dikenal bukan sekadar cantik dan pintar, tetapi juga purpose-driven, tahu ke mana ia melangkah dan apa pengaruh yang ingin ia tinggalkan.

Narasinya kini jauh berbeda dari masa kecil penuh air mata. Namun ia selalu menekankan bahwa luka masa kecil itulah yang membentuknya.

Previously

Alyssa Daguise Hamil Anak Pertama, Al Ghazali dan Maia Estianty Sambut Bahagia

Next

Tampilan Fashion Sheila Dara yang Memukau di FFI 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement