Tobatenun Gelar Mauliate, Lelang Koleksi Tenun untuk Korban Bencana Sumatera
Tobatenun menggelar acara Mauliate di Sopo Del Tower, Jakarta, dengan lelang koleksi tenun Batak untuk membantu korban bencana di Sumatera.
SHOWBIZLINE – Brand wastra lokal Tobatenun kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya sekaligus kepedulian sosial melalui acara bertajuk Mauliate.
Digelar di Sopo Del Tower, Jakarta, pada Desember 2025, acara ini menghadirkan peragaan busana koleksi tenun Batak yang ditampilkan para model di tengah suasana langit kelabu dan hujan.
Kata mauliate dalam bahasa Batak berarti “terima kasih” atau ungkapan syukur, sehingga acara ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah di Sumatera.
Acara ini menjadi momentum penting bagi Tobatenun untuk memperlihatkan kekayaan wastra Batak sekaligus menggalang dana melalui lelang koleksi.
Hasil lelang disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sehingga fashion tidak hanya tampil sebagai karya estetika, tetapi juga sebagai medium kepedulian sosial.
Peragaan Busana dan Filosofi Wastra Batak

Dalam peragaan busana, Tobatenun menampilkan berbagai koleksi tenun Batak dengan sentuhan modern.
Setiap helai kain tidak hanya memancarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan masyarakat Batak.
Motif-motif tradisional yang ditampilkan menjadi simbol doa, harapan, dan rasa syukur, sejalan dengan tema acara.
Para model berjalan di atas panggung dengan balutan kain tenun yang dipadukan dengan desain kontemporer, memperlihatkan bagaimana wastra tradisional dapat beradaptasi dengan tren fashion masa kini.
Hal ini sekaligus menegaskan misi Tobatenun untuk menjaga relevansi budaya di tengah arus globalisasi.
Lelang Koleksi untuk Solidaritas

Bagian paling penting dari acara Mauliate adalah lelang koleksi tenun Batak. Tobatenun menghadirkan sejumlah karya eksklusif yang dilelang kepada para tamu undangan.
Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui lembaga sosial untuk membantu korban bencana di Sumatera.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana fashion dapat menjadi sarana nyata untuk berbagi dan mendukung sesama.
Selain lelang, acara juga menghadirkan simbolisasi penyerahan bantuan kepada yayasan sosial, memperkuat pesan bahwa setiap karya seni dan budaya memiliki peran dalam membangun solidaritas.
Inspirasi dari Tradisi Gotilon

Acara Mauliate terinspirasi dari tradisi Gotilon, yaitu upacara syukuran panen di Tanah Batak.
Tradisi ini menjadi dasar filosofi acara, di mana rasa syukur diwujudkan dalam bentuk berbagi kepada sesama.
Tobatenun mengadaptasi nilai-nilai tersebut ke dalam konteks modern, menjadikan Mauliate sebagai perayaan akhir tahun yang penuh makna.
Dengan menggabungkan peragaan busana, lelang amal, dan filosofi budaya, Tobatenun berhasil menghadirkan acara yang bukan hanya estetis, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan.




















