Review Avatar 3: Fire and Ash, Puja-Puji Visual dan Kritik Kedalaman Cerita
Review Avatar 3: Fire and Ash dari berbagai media internasional. Simak ulasan visual, narasi, dan performa aktor dalam saga terbaru James Cameron.
SHOWBIZLINE – James Cameron kembali menghadirkan dunia Pandora melalui film Avatar 3: Fire and Ash, yang resmi tayang dengan durasi hampir 197 menit.
Film ini menjadi babak baru perjalanan Jake Sully dan Neytiri, sekaligus memperkenalkan ancaman baru dari Suku Ash.
Sejumlah media internasional memberikan ulasan beragam, mulai dari pujian atas visual spektakuler hingga kritik terhadap narasi yang dianggap terlalu panjang dan repetitif.
Sebagai lanjutan dari saga epik Avatar, film ini menampilkan perpaduan teknologi CGI mutakhir dengan sentuhan emosional yang lebih dalam.
Cameron disebut berhasil menjaga konsistensi dunia Pandora, meski beberapa kritikus menilai bahwa cerita kali ini terasa lebih berat dan kurang segar dibandingkan dua film sebelumnya.
Visual dan Dunia Pandora

Media seperti Den of Geek menilai Avatar 3 tetap memukau secara visual, menghadirkan panorama vulkanik dan detail dunia Pandora yang semakin kompleks.
Polygon menekankan bahwa film ini terasa “handcrafted” oleh Cameron, menunjukkan bahwa sentuhan manusia masih menjadi kunci di balik teknologi canggih yang digunakan.
Sementara Deadline menyebut film ini sebagai ekspansi besar yang memperluas konflik Na’vi ke dalam perang bertahan hidup.
Narasi dan Durasi Film

Beberapa ulasan, seperti dari BBC dan The Guardian, menyoroti kelemahan film pada aspek narasi.
BBC menyebut film ini sebagai “197 menit screensaver graphics dengan dialog kaku,” sementara The Guardian menilai kehadiran karakter baru dengan nuansa mistis tidak cukup menyelamatkan cerita yang dianggap terlalu bertele-tele.
Meski begitu, But Why Tho? justru menyebut film ini sebagai salah satu karya paling kuat Cameron, dengan pesan emosional yang lebih terasa.
Performa Aktor dan Karakter Baru
Sam Worthington, Zoe Saldaña, Sigourney Weaver, dan Kate Winslet kembali memerankan karakter utama dengan konsistensi yang solid.
Kehadiran karakter baru dari Suku Ash menambah dimensi konflik, meski beberapa kritikus menilai pengembangan tokoh baru belum maksimal.
USA Today menulis bahwa film ini “indah untuk dilihat, tetapi frustrasi untuk ditonton”, menekankan adanya ketimpangan antara visual dan kedalaman cerita.
Antusiasme Penggemar
Meski kritik cukup tajam, antusiasme penonton tetap tinggi. Banyak yang menganggap Avatar 3 sebagai tontonan wajib karena kualitas visual yang jarang tertandingi.
Cameron sendiri menegaskan bahwa film ini adalah bagian penting dari rencana jangka panjang saga Avatar, yang masih akan berlanjut dengan sekuel berikutnya.
Dengan kombinasi pujian dan kritik, Avatar 3: Fire and Ash tetap menjadi salah satu film paling diperbincangkan di akhir 2025.















