Chiki Fawzi Ungkap Fakta Kondisi Pasca Bencana yang Masih Memilukan
Chiki Fawzi menyoroti kondisi memilukan pasca banjir di Aceh dengan tumpukan kayu gelondongan yang belum dievakuasi. Kritiknya terhadap pemerintah menegaskan perlunya penanganan serius agar warga bisa kembali hidup normal.
SHOWBIZLINE – Seniman multitalenta Chiki Fawzi kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah video yang memperlihatkan kondisi pasca banjir di Aceh.
Putri dari pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini turun langsung membantu warga terdampak, sekaligus mengungkap fakta memilukan yang masih terjadi di lapangan.
Dalam unggahannya, Chiki menyoroti tumpukan kayu gelondongan besar yang berserakan di pemukiman warga, sebuah pemandangan yang kontras dengan pernyataan resmi pemerintah.
Melalui media sosial, Chiki menyandingkan ucapan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang menyebut jumlah kayu tidak terlalu banyak dengan kondisi nyata yang justru menunjukkan sebaliknya.
“Kata Pak Menteri Lingkungan Hidup, kayunya nggak banyak. Mohon maaf, lihat nih Pak. Bantuin warga dong, bersihin gelondongan-gelondongan kayunya,” ucap Chiki dalam video yang diunggah pada 17 Desember 2025.
Kritik ini segera memicu perhatian publik, karena memperlihatkan jurang besar antara narasi pemerintah dan kenyataan di lapangan.
Kritik terhadap Pemerintah

Chiki Fawzi menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata atas penderitaan rakyat. Ia meminta agar material kayu besar segera dievakuasi demi normalisasi kehidupan warga.
“Pak Pemerintah, tolong bantuin bersihin gelondongan kayunya biar masyarakat di sini dan di tempat-tempat kebencanaan lainnya itu bisa segera menjalani hidup yang normal,” tegasnya.
Kritik pedas ini juga menyinggung kebijakan pemerintah yang dinilai memberi ruang bagi segelintir penguasa hingga berdampak buruk pada kerusakan lingkungan.
Kondisi Warga di Lapangan

Dalam unggahannya, Chiki juga menggambarkan kebingungan warga yang kehabisan tenaga menghadapi sisa-sisa bencana.
“Ini aja saya bingung nih melihatnya gimana bersihinnya. Warga juga bingung banget, energinya udah makin tipis,” ujarnya.
Pernyataan ini memperlihatkan betapa beratnya beban masyarakat yang harus berjuang sendiri membersihkan material pasca banjir.
Situasi ini menambah urgensi bagi pemerintah untuk segera turun tangan memberikan bantuan nyata.
Dampak Kebijakan dan Lingkungan
Selain menyoroti kondisi fisik pasca bencana, Chiki Fawzi juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.
Ia menyebut kekuasaan segelintir orang telah menimbulkan dampak sistemik yang merugikan masyarakat luas.
“Tapi asli ya pemerintah, pemerintah kalian tuh harus banyak-banyak minta maaf sama rakyatnya. Lihat deh, ini gara-gara kebijakan kalian, gara-gara kekuasaan segelintir orang, segelintir penguasa, dampaknya bisa sebegitu sangat merusak,” tuturnya.
Kritik ini memperkuat pesan bahwa bencana tidak hanya soal alam, tetapi juga hasil dari kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
Fenomena banjir bandang di Aceh dan Sumatra Utara akhir 2025 memang menimbulkan kerugian besar.
Menurut laporan menyebut ribuan rumah rusak, ratusan hektar lahan terendam, serta banyak warga kehilangan mata pencaharian.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa penanganan bencana di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal koordinasi dan kesiapan menghadapi dampak lingkungan.















