Denada Diterpa Isu Telantarkan Anak Kandung, Begini Kisahnya
Denada diterpa isu penelantaran anak setelah Ressa Rizky mengaku ditelantarkan selama 24 tahun. Gugatan Rp7 miliar diajukan ke PN Banyuwangi, sementara Denada dan manajemennya menegaskan kasus ini adalah ranah keluarga yang sensitif.
SHOWBIZLINE – Penyanyi Denada Tambunan tengah menjadi sorotan publik setelah seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano mengaku sebagai anak kandungnya dan menuding telah ditelantarkan selama 24 tahun.
Ressa yang kini berusia 24 tahun resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada akhir 2025, menuntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran sejak kelahirannya pada 2002.
Kasus ini sontak memicu perdebatan luas di media sosial. Publik mempertanyakan kebenaran pengakuan Ressa yang menyebut dirinya tumbuh tanpa nafkah langsung dari Denada, bahkan sempat diyakinkan bahwa ia hanyalah adik Denada, bukan anak kandung.
Fakta tersebut baru terungkap setelah Ressa lulus SMA, yang kemudian mendorongnya mencari kejelasan identitas melalui jalur hukum.
Pengakuan Ressa Rizky

Ressa mengungkap bahwa kehidupannya bergantung pada sang nenek, Emilia Contessa, yang disebut menanggung kebutuhan hidupnya sejak kecil hingga remaja.
Setelah Emilia wafat, kondisi ekonomi Ressa diklaim memburuk drastis karena tidak lagi mendapat dukungan finansial. Ia menuding Denada tidak pernah memberikan nafkah meski mengetahui keberadaannya.
Ressa juga mengaku harus bekerja sebagai penjaga toko dan gagal menyelesaikan kuliah karena keterbatasan biaya.
Tanggapan Denada

Di tengah isu yang berkembang, Denada memilih menanggapi dengan cara elegan melalui unggahan di media sosial.
Ia membagikan foto bersama mendiang ibunya, Emilia Contessa, sambil menuliskan pesan penuh kerinduan: “Hi Ma, I miss you. Doain dena ya Ma.”
Unggahan tersebut memantik beragam komentar netizen, sebagian menyinggung isu penelantaran anak yang sedang ramai diperbincangkan.
Pernyataan Manajemen
Manajemen Denada melalui Risna Ories menegaskan bahwa perkara ini adalah ranah keluarga yang bersifat sensitif.
Mereka menyampaikan rasa prihatin atas isu yang berkembang di ruang publik dan meminta agar masyarakat menahan diri dari spekulasi berlebihan.
“Kami sangat prihatin dengan isu yang berkembang. Ini adalah ranah keluarga, dan setiap keluarga memiliki cerita serta privasi masing-masing,” ujar Risna Ories.
Manajemen juga memastikan Denada tidak tinggal diam. Bersama tim kuasa hukum, ia tengah menelaah materi gugatan yang telah didaftarkan di PN Banyuwangi.
Mereka berharap proses hukum berjalan objektif tanpa tekanan opini publik, serta meminta agar Denada diberi ruang untuk menyikapi perkara ini secara proporsional.
Isu yang Menjadi Sorotan Publik
Kasus ini menyoroti tanggung jawab orangtua figur publik terhadap anak, terutama ketika identitas keluarga disembunyikan.
Pengakuan Ressa Rizky membuka diskursus baru tentang hak anak atas pengakuan dan nafkah, sementara Denada dan manajemennya berusaha menjaga privasi keluarga di tengah sorotan media.
Polemik ini pun menjadi salah satu isu hiburan paling ramai dibicarakan di awal 2026.















