Home Beauty & Wellness Pantas Capek! Saat Otak Berpikir, Tubuh Ternyata Keluarkan Energi Sebanyak Ini
Beauty & Wellness

Pantas Capek! Saat Otak Berpikir, Tubuh Ternyata Keluarkan Energi Sebanyak Ini

Otak hanya 2 persen dari berat tubuh, namun konsumsi energinya mencapai 20 persen. Aktivitas berpikir intens bisa membuat tubuh terasa lelah karena kebutuhan energi dan tekanan psikologis.

Ilustrasi otak sedang berpikir (Istimewa)

SHOWBIZLINE – Pernahkah merasa lelah meski seharian hanya duduk dan berpikir? Aktivitas mental seperti belajar, merencanakan sesuatu, atau membuat keputusan ternyata bisa menguras energi tubuh.

Meski tidak terlihat seperti aktivitas fisik, proses berpikir membutuhkan suplai energi yang cukup besar untuk mendukung berbagai fungsi otak setiap harinya.

Otak memang hanya menyumbang sekitar 2 persen dari berat tubuh manusia, namun konsumsi energinya mencapai hampir 20 persen dari total energi harian.

Menurut laporan The Conversation, kebutuhan energi otak ini setara dengan sekitar 260 kalori per hari, jumlah yang lebih dari 100 kali lipat energi yang dibutuhkan sebuah smartphone.

Fakta ini menunjukkan betapa besar peran otak dalam menjaga keseimbangan tubuh meski aktivitasnya tidak selalu terlihat.

Konsumsi Energi Otak dalam Aktivitas Sehari-hari

Energi yang digunakan otak berasal dari molekul bernama ATP, hasil dari pembakaran gula dan oksigen. Proses ini mendukung berbagai fungsi penting, mulai dari memproses informasi hingga menjaga kestabilan sel saraf.

Saat otak terlibat dalam aktivitas mental intens, seperti menyelesaikan soal atau mengerjakan beberapa tugas sekaligus, kebutuhan oksigen juga meningkat. Inilah alasan mengapa seseorang bisa merasa lelah meski hanya duduk diam dan berpikir.

Penelitian dari Harvard Medical School menegaskan bahwa otak adalah organ paling “lapar energi” di tubuh manusia.

Meski beratnya relatif kecil, otak membutuhkan pasokan glukosa yang stabil agar dapat bekerja optimal. Ketika pasokan energi terganggu, konsentrasi dan kemampuan berpikir pun ikut menurun.

Mengapa Berpikir Bisa Membuat Tubuh Lelah

Meski terasa melelahkan, berpikir keras sebenarnya hanya meningkatkan penggunaan energi dalam jumlah kecil di area tertentu otak.

Misalnya, ketika mengamati pergerakan objek, aktivitas di bagian visual otak hanya naik sekitar satu persen.

Peningkatan ini biasanya diimbangi dengan penurunan aktivitas di bagian lain, seperti area pendengaran. Rasa lelah setelah berpikir keras lebih banyak disebabkan oleh tekanan psikologis dan stres.

Aktivitas mental berat memicu sistem saraf simpatik sehingga tubuh ikut merasa tegang. Kondisi ini membuat seseorang merasa capek meski otak tidak benar-benar kehabisan energi.

Studi dari American Psychological Association juga menekankan bahwa stres mental dapat memengaruhi kondisi fisik, termasuk rasa lelah yang muncul setelah berpikir intens.

Pentingnya Istirahat dan Manajemen Energi

Memahami cara kerja otak membantu kita lebih cermat dalam mengatur waktu istirahat dan rutinitas harian.

Aktivitas mental yang berlebihan tanpa jeda dapat menimbulkan kelelahan yang berdampak pada produktivitas.

Oleh karena itu, menjaga pola tidur, konsumsi makanan bergizi, serta aktivitas fisik ringan menjadi faktor penting untuk mendukung kebutuhan energi otak.

Dengan keseimbangan tersebut, otak dapat bekerja lebih optimal tanpa membuat tubuh cepat lelah.

Fakta bahwa otak mengonsumsi energi besar meski hanya berpikir menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kesehatan mental dan fisik secara bersamaan.

Previously

Ricky Harun Bicara Soal Fitnah dan Cara Menyikapinya

Next

Park Shin Hye dan Go Kyung Pyo Tampil di Drama Undercover Miss Hong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement