Diet Air Putih, Cepat Turunkan Berat Badan namun Berisiko bagi Kesehatan
Diet air putih disebut cepat menurunkan berat badan, namun penelitian menunjukkan risiko tinggi bagi kesehatan jantung dan tubuh.
SHOWBIZLINE – Belakangan ini, diet air putih menjadi salah satu metode penurunan berat badan yang ramai diperbincangkan.
Metode ini mengharuskan seseorang hanya mengonsumsi air putih dalam kurun waktu tertentu, biasanya beberapa hari, dengan tujuan menurunkan berat badan secara cepat.
Popularitasnya meningkat karena dianggap sederhana dan efektif, namun di balik itu terdapat risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Molecular Metabolism oleh tim dari University of Sydney pada tahun 2025 menunjukkan bahwa puasa air selama 10 hari mampu menurunkan berat badan rata-rata 7,7 persen dan mengurangi lingkar pinggang hingga 6 persen.
Meski hasil ini terlihat signifikan, sejumlah efek samping juga ditemukan, seperti sakit kepala, insomnia, dan penurunan tekanan darah.
Hal ini menandakan bahwa diet air putih bukan sekadar metode instan, melainkan praktik yang dapat memengaruhi kondisi tubuh secara serius.
Dampak Peradangan dan Risiko Jantung

Profesor Luigi Fontana dari Charles Perkins Centre, Australia, menegaskan bahwa puasa air memang efektif untuk menurunkan berat badan, namun dampaknya terhadap tubuh, terutama jantung, perlu perhatian lebih.
Dalam penelitian tersebut, peserta mengalami peningkatan kadar protein C-reactive (CRP), biomarker peradangan yang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Peningkatan CRP ini menjadi peringatan karena dapat memperburuk kondisi jantung dan pembuluh darah, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit sebelumnya.
Potensi Efek pada Kesehatan Otak
Selain risiko terhadap jantung, penelitian juga menemukan bahwa diet air putih dapat menurunkan kadar protein amyloid beta, yang berhubungan dengan pembentukan plak di otak penyebab Alzheimer.
Meski temuan ini dianggap menarik, pengurangan tersebut belum cukup signifikan untuk dijadikan terapi medis.
Para ahli menekankan perlunya penelitian lanjutan agar manfaat ini dapat dipahami lebih mendalam.
Pengaruh terhadap Metabolisme Tubuh
Puasa air putih memicu peningkatan metabolisme lemak dan penurunan kadar adipokin, yang menunjukkan adaptasi tubuh terhadap kekurangan nutrisi.
Namun, adaptasi ini juga disertai dengan peningkatan peradangan, sehingga manfaat jangka pendek harus ditimbang dengan risiko jangka panjang.
Kondisi ini membuat diet air putih menjadi metode yang kontroversial, karena meski mampu menurunkan berat badan dengan cepat, dampak kesehatan yang ditimbulkan tidak bisa diabaikan.
Pentingnya Konsultasi Medis
Para pakar kesehatan menekankan bahwa diet air putih tidak cocok untuk semua orang. Bagi mereka yang memiliki masalah jantung atau pembuluh darah, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba metode ini.
Pendekatan diet yang lebih seimbang dan aman tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin menjaga kesehatan sekaligus menurunkan berat badan.



















