Home Feature & Community Ghost Growth di Dunia Kerja: Tanggung Jawab Bertambah, Tapi Gaji dan Jabatan Tak Pernah Naik
Feature & Community

Ghost Growth di Dunia Kerja: Tanggung Jawab Bertambah, Tapi Gaji dan Jabatan Tak Pernah Naik

Ghost growth adalah fenomena ketika tanggung jawab kerja meningkat tanpa kenaikan gaji atau jabatan. Kenali tanda-tandanya dan dampaknya pada karier serta kesehatan mental.

Ghosth Growth di dunia kerja (Istimewa)

SHOWBIZLINE – Kamu dipercaya memimpin proyek, membimbing rekan kerja, bahkan menjadi pengambil keputusan penting. Namun ketika melihat kontrak kerja atau slip gaji, tidak ada yang berubah.

Pernah merasa seperti itu? Di mana pekerjaan semakin berat, tanggung jawab makin besar, tetapi posisi dan gaji tetap di tempat yang sama? Jika situasi ini terasa akrab, bisa jadi kamu sedang mengalami fenomena yang disebut ghost growth.

Istilah ghost growth semakin sering dibicarakan dalam diskusi karier modern, terutama di kalangan profesional muda dan para high performer. Sekilas, kondisi ini terlihat seperti kemajuan. Kamu diberi kepercayaan lebih, dianggap andalan tim, dan sering mendapat pujian verbal.

Namun di balik itu, tidak ada promosi resmi, kenaikan gaji, atau pengakuan struktural yang jelas. Inilah yang membuat ghost growth kerap disebut sebagai phantom promotion—promosi yang tampak ada, tetapi sebenarnya tidak pernah benar-benar terjadi.

Ilusi Bertumbuh dalam Karier

Secara sederhana, ghost growth adalah akumulasi tanggung jawab level lebih tinggi tanpa kompensasi yang sepadan. Seorang karyawan mungkin masih berstatus junior, tetapi sudah menjalankan fungsi manajerial. Ia memimpin proyek strategis, menjadi penengah konflik tim, bahkan mengambil keputusan yang berdampak besar pada perusahaan.

Masalahnya bukan pada tambahan tanggung jawab itu sendiri. Dalam perjalanan karier, wajar jika seseorang diberi ruang untuk berkembang. Yang menjadi persoalan adalah ketika pertumbuhan tersebut tidak pernah diformalkan atau dihargai secara nyata. Tidak ada perubahan jabatan, tidak ada penyesuaian gaji, dan tidak ada kejelasan jenjang karier.

Pada titik ini, “pertumbuhan” berubah menjadi ilusi. Secara psikologis, seseorang merasa maju karena diberi tantangan baru. Namun secara struktural, ia tetap berada di posisi yang sama. Lama-kelamaan, jarak antara ekspektasi dan realitas inilah yang memicu kelelahan emosional.

Mengapa Ghost Growth Terjadi?

Fenomena ghost growth tidak selalu muncul karena niat buruk. Dalam banyak kasus, ia lahir dari dinamika organisasi modern. Perusahaan yang ingin tetap efisien sering kali menambah tanggung jawab pada karyawan yang dianggap kompeten tanpa segera membuka posisi baru. Ini menjadi cara cepat untuk menutup kekurangan sumber daya manusia tanpa meningkatkan biaya operasional.

Di sisi lain, ada pula strategi retensi yang keliru. Memberi tantangan tambahan dianggap cukup untuk membuat karyawan berprestasi tetap merasa “bertumbuh”. Selama masih ada proyek baru dan apresiasi verbal, manajemen merasa karyawan akan tetap termotivasi. Padahal, apresiasi tanpa kompensasi yang jelas hanya efektif dalam jangka pendek.

Dalam budaya kerja yang kompetitif, banyak profesional juga enggan menolak tugas tambahan karena takut dianggap tidak ambisius. Akibatnya, beban kerja meningkat perlahan tanpa pernah dinegosiasikan secara formal.

Dampak Ghost Growth pada Kesehatan Mental dan Karier

Di permukaan, ghost growth terlihat seperti kesempatan emas. Namun dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menggerus motivasi. Ketika usaha dan kontribusi tidak dihargai secara adil, rasa keterikatan emosional terhadap pekerjaan menurun. Seseorang mungkin tetap bekerja keras, tetapi tanpa rasa bangga atau kepemilikan yang sama.

Berbagai survei ketenagakerjaan menunjukkan bahwa beban kerja tanpa kejelasan kompensasi berkontribusi pada burnout. Perasaan dieksploitasi dapat muncul ketika ekspektasi terus meningkat tanpa batas yang jelas. Tak jarang, karyawan yang awalnya paling loyal justru menjadi yang pertama mempertimbangkan resign karena merasa pertumbuhan kariernya stagnan.

Ghost growth juga dapat menciptakan ketimpangan internal. Seseorang menjalankan peran setara manajer, tetapi tidak memiliki otoritas resmi. Hal ini bisa memicu kebingungan struktur, konflik tim, hingga tekanan psikologis karena tanggung jawab besar tidak dibarengi legitimasi formal.

Tanda-Tanda Kamu Mengalami Ghost Growth

Ciri ghost growth sering kali samar. Kamu mungkin mengerjakan tugas yang biasanya dilakukan atasan, tetapi masih menyandang titel junior. Beban kerja meningkat drastis tanpa penyesuaian gaji. Janji promosi “dalam waktu dekat” terus diulang, namun tidak pernah ada tenggat atau rencana konkret.

Jika kondisi ini berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tanpa kejelasan, kemungkinan besar itu bukan lagi fase pembelajaran. Itu adalah pola.

Menyadari pola ini menjadi langkah awal yang penting. Pertumbuhan karier yang sehat seharusnya memiliki indikator yang jelas: evaluasi berkala, target promosi yang terukur, dan komunikasi transparan mengenai kompensasi.

Bagaimana Menyikapi Ghost Growth Secara Profesional?

Menghadapi ghost growth bukan berarti harus langsung resign. Langkah pertama adalah berdiskusi secara terbuka dengan atasan. Mintalah kejelasan mengenai peran yang sedang dijalankan, ekspektasi perusahaan, serta jalur promosi yang realistis. Data konkret mengenai kontribusimu dapat menjadi dasar negosiasi yang lebih objektif.

Jika perusahaan memang melihatmu sebagai kandidat promosi, seharusnya ada rencana waktu dan parameter yang jelas. Jika tidak, kamu memiliki informasi penting untuk menentukan langkah selanjutnya.

Meminta kejelasan bukanlah bentuk ketidaksyukuran. Itu adalah bagian dari profesionalisme. Menghargai diri sendiri berarti memastikan bahwa pertumbuhan yang kamu jalani benar-benar nyata, bukan sekadar bayangan.

Bertumbuh yang Nyata, Bukan Semu

Di era kerja modern, tanggung jawab sering kali datang lebih cepat daripada pengakuan. Ghost growth menjadi pengingat bahwa tidak semua tantangan berarti promosi, dan tidak semua pujian berarti kemajuan.

Bertumbuh dalam karier seharusnya terasa nyata—terlihat dalam jabatan, tercermin dalam kompensasi, dan diakui secara formal.

Jika tanggung jawabmu terus meningkat tanpa perubahan struktural, mungkin sudah saatnya bertanya: apakah ini pertumbuhan, atau hanya bayangan pertumbuhan? Kamu layak mendapatkan pengakuan dan imbalan yang setimpal dengan kontribusimu.

Previously

New Era Rilis Koleksi Imlek 2026 'Year of The Horse' dan 'CNY Red Pack'

Next

Reza SMASH Menikah dengan Santi Febrianti di Bandung, Naik Moge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement