Home Showbiz & Celebrity Kematian Kurt Cobain Kembali Disorot, Peneliti Independen Ungkap Kejanggalan dan Dugaan Baru
Showbiz & Celebrity

Kematian Kurt Cobain Kembali Disorot, Peneliti Independen Ungkap Kejanggalan dan Dugaan Baru

Kematian Kurt Cobain kembali jadi sorotan setelah tim peneliti independen menduga adanya kejanggalan. Dugaan ini muncul dari evaluasi autopsi, kondisi TKP, hingga surat wasiat terakhir sang vokalis Nirvana.

Kurt Cobain kembali disorot atas sebab kematiannya (Instagram/kurtcobain)

SHOWBIZLINE – Tiga dekade setelah kepergian Kurt Cobain, vokalis Nirvana, kasus kematiannya kembali menjadi bahan perdebatan.

Sejumlah peneliti independen dari sektor swasta menduga adanya keterlibatan orang lain dalam tragedi yang selama ini disimpulkan sebagai bunuh diri.

Dugaan tersebut muncul setelah mereka meninjau ulang hasil autopsi dan kondisi tempat kejadian perkara.

Michelle Wilkins, salah satu peneliti independen, menyebut bahwa lokasi kejadian tampak terlalu rapi untuk sebuah kasus bunuh diri.

“Bunuh diri itu biasanya berantakan, dan lokasi kejadian ternyata sangat bersih,” ujarnya, dikutip dari Daily Mail.

Kejanggalan Autopsi dan TKP

Dalam makalah yang diklaim telah melalui proses peninjauan sejawat, tim peneliti menyoroti kadar heroin yang sangat tinggi di tubuh Cobain.
Kurt Cobain kembali disorot atas sebab kematiannya (Instagram/kurtcobain)

Dalam makalah yang diklaim telah melalui proses peninjauan sejawat, tim peneliti menyoroti kadar heroin yang sangat tinggi di tubuh Cobain.

Secara medis, dosis tersebut dianggap cukup untuk membuat seseorang kehilangan kesadaran seketika, sehingga diragukan ia mampu menarik pelatuk senapan.

Selain itu, peralatan penggunaan heroin ditemukan dalam kondisi tertata rapi beberapa meter dari tubuh Cobain, hal yang dianggap tidak lazim bagi seseorang yang baru saja melakukan tindakan ekstrem.

Kejanggalan lain muncul dari surat wasiat terakhir Cobain. Tim peneliti menilai ada perbedaan gaya penulisan di bagian akhir surat, sehingga muncul dugaan bahwa bagian tersebut ditambahkan orang lain untuk memperkuat narasi bunuh diri.

Perspektif Ahli Forensik

Meski muncul berbagai teori, pihak berwenang di Seattle tetap berpegang pada kesimpulan awal.
Kurt Cobain kembali disorot atas sebab kematiannya (Instagram/kurtcobain)

Tidak semua pihak sepakat dengan teori baru ini. Joseph Scott Morgan, penyelidik kematian, memberikan pandangan berbeda dalam acara Jesse Weber Live.

Ia menjelaskan bahwa bagi pecandu berat, dosis tinggi heroin mungkin tidak bereaksi sama seperti pada orang yang baru mengenalnya.

“Tingkat toleransinya akan sangat tinggi, dibandingkan dengan seseorang yang baru mengenal heroin secara tiba-tiba,” kata Morgan.

Morgan menambahkan, ada kemungkinan Cobain sengaja menggunakan dosis tinggi sekaligus senjata api sebagai bentuk kepastian. Menurutnya, strategi redundansi atau langkah berlapis bisa saja dilakukan untuk memastikan tujuan tercapai.

Sikap Pihak Berwenang

Meski muncul berbagai teori, pihak berwenang di Seattle tetap berpegang pada kesimpulan awal. Kantor Pemeriksa Medis King County menyatakan tidak ada alasan untuk membuka kembali kasus ini.

“Kami belum melihat apa pun hingga saat ini yang menjamin pembukaan kembali kasus ini dan keputusan kematian kami sebelumnya,” bunyi pernyataan resmi mereka.

Cobain meninggal pada 5 April 1994 di usia 27 tahun. Ia ditemukan tewas di rumahnya di Seattle dengan senapan shotgun.

Nirvana, band yang ia dirikan bersama Krist Novoselic pada akhir 1980-an, menjadi ikon global berkat album Bleach, Nevermind, dan In Utero, yang membawa musik grunge dan alternative rock mendunia.

Previously

Jung Eun Woo Meninggal Dunia, Unggahan Terakhir Timbulkan Spekulasi

Next

Rose BLACKPINK Jadi Global Ambassador Levi’s, Tuai Body Shaming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement