Terry Putri Ungkap Tantangan Puasa Ramadan di Amerika Serikat
Terry Putri ungkap pengalaman puasa Ramadan di Amerika Serikat, mulai dari jarak masjid yang jauh, durasi puasa hingga 20 jam, hingga perjuangan mencari makanan halal. Kini ia kembali berpuasa di Indonesia, meski harus jalani LDM dengan sang suami.
SHOWBIZLINE – Presenter Terry Putri membagikan pengalaman unik sekaligus penuh tantangan saat menjalani ibadah puasa Ramadan di Amerika Serikat.
Terbiasa dengan suasana religius di Indonesia yang dipenuhi suara adzan dan mudahnya menemukan makanan halal, ia harus menghadapi kenyataan berbeda ketika menjadi minoritas di Negeri Paman Sam.
Jarak masjid yang jauh, durasi puasa yang panjang, hingga kesulitan mencari makanan halal membuat Terry semakin bersyukur bisa kembali merayakan Ramadan di Tanah Air tahun ini.
Istri dari Derly Darmawan ini mengungkap bahwa pengalaman berpuasa di luar negeri memberikan ujian batin tersendiri. Meski penuh perjuangan, momen tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang makna kesabaran dan rasa syukur.
Jarak Masjid yang Jauh

Salah satu perbedaan mencolok yang dirasakan Terry adalah akses ke rumah ibadah. Jika di Indonesia masjid mudah ditemukan di setiap sudut jalan, di Amerika jumlahnya sangat terbatas.
“Kalau mau tarawih aja mesti antar kota, karena kan 1 state itu cuman ada 1 masjid,” ungkap Terry Putri di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Ia menambahkan, “Jadi kalau mau tarawih saja mesti sekitar berapa puluh miles itu, 60 km sampai 70 km. Itu bensin masalah bolak-balik tapi kita mau ibadah ya.”
Meski harus menempuh perjalanan jauh, suasana tarawih di sana terasa khusyuk. “Di sana 1 juz per hari tarawihnya, yang imam orang Iran,” tuturnya.
Durasi Puasa Lebih Panjang

Selain jarak, durasi puasa juga menjadi tantangan besar. Terry menjelaskan bahwa waktu puasa di Amerika bergantung pada musim.
“Kalau musim dingin itu agak lebih cepat. Subuh itu jam 06.00, maghrib sekitar jam 05.00. Tapi kalau musim panas bisa sampai 20 jam puasa,” jelasnya.
Hal ini berbeda dengan Indonesia yang relatif stabil sekitar 13 jam sepanjang tahun.
Perjuangan Mencari Makanan Halal
Tantangan lain adalah memastikan makanan yang dikonsumsi halal. Terry mengaku harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan sehari-hari.
“Dari sisi kita sehari-hari aja kalau tinggal di sana cari halal aja, cari berkah kan susah ya. Benar-benar harus berjuang,” ucapnya.
Bahkan saat bekerja sebagai kurir pengantar makanan, ia harus selektif agar tidak mengantar makanan non-halal.
Ramadan di Indonesia Tanpa Suami
Kini Terry bisa kembali menikmati Ramadan di Indonesia dengan lebih nyaman. Namun kebahagiaan itu belum lengkap karena ia harus menjalani Long Distance Marriage (LDM) dengan sang suami, Derly Darmawan.
Sejak September 2025 hingga Februari 2026, keduanya terpisah karena sang suami masih bekerja di Amerika Serikat dan menghadapi masalah imigrasi, sementara Terry berada di Indonesia dengan visa turis.
“Alhamdulillah Ramadan kali ini aku di Indonesia, tapi dari sisi tanggung jawabnya, aku kayak gak bisa layanin suami,” pungkasnya.














