3 Lagu Soundtrack Film Ozora Bikin Lebih Hidup, Ada Kolaborasi Anggy Umbara dan Sara Wijayanto
Dengar soundtrack film Ozora yang powerful! Ada "Hidup Setara" kolaborasi Anggy Umbara & Sara Wijayanto, plus lagu kritik sosial Sukatani & Marky Najoan. Simak daftarnya!
SHOWBIZLINE – Selain kisahnya yang menggugah, film “OZORA: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel” menghadirkan original soundtrack (OST) yang tak kalah powerful.
Sutradara Anggy Umbara secara khusus mengkurasi lagu-lagu yang berani menyuarakan kritik sosial, menjadikan OST film ini seperti manifesto audiotif yang memperkuat pesan film.
Yang istimewa, terdapat kolaborasi musikal antara Anggy Umbara sendiri dengan Sara Wijayanto dalam salah satu lagu andalan. Simak daftar lengkap dan makna mendalam di balik setiap lagu pilihan.
“Hidup Setara” – Kolaborasi Emosional A.N.T.S, Sara Wijayanto & Anggy Umbara

Lagu utama yang akan menyertai perjalanan emosional film adalah “Hidup Setara” dari Armia And The Shadows (A.N.T.S). Yang membuat lagu ini spesial adalah kehadiran vokal dari Sara Wijayanto dan Anggy Umbara sendiri.
Lagu dengan aliran Rock Modern dramatis ini dibangun dengan sentuhan spiritual dari vokal Sara, yang berfungsi untuk membangun empati penonton dan melambangkan perjuangan batin korban.
Lagu ini tidak sekadar pengiring, melainkan berperan sebagai “jembatan emosional yang sinergis antara narasi film dan penonton”.
Kolaborasi ini menjanjikan kedalaman musikal yang langka, menyatukan energi rock dengan nuansa spiritual yang menyentuh hati.
“Bayar, Bayar, Bayar” & “Gegap Gempita” – Amarah dan Kritik Sosial Sukatani

Sutradara Anggy Umbara membuat keputusan berani dengan memasukkan lagu punk kontroversial “Bayar, Bayar, Bayar” dari Sukatani.
Keputusan ini disebut sebagai “tindakan subversif yang secara simbolis menolak pembungkaman” yang pernah dialami band tersebut.
Lagu ini menghadirkan kritik sosial yang meletup langsung dari ruang keseharian masyarakat.
Tidak hanya itu, Sukatani juga menyumbangkan lagu “Gegap Gempita”. Lagu ini digambarkan mampu menangkap atmosfer emosional film OZORA dengan sempurna: “bising oleh opini publik, tetapi sunyi di ruang hukum; gaduh di media, namun gelap di dalam diri.”
Kehadiran kedua lagu Sukatani ini memperkaya narasi perlawanan dalam film, menunjukkan bahwa ketidakadilan bukan hanya cerita, tetapi getaran yang dirasakan dalam diri.
“Kuning” – Renungan Filosofis dari Marky Najoan

Melengkapi spektrum emosi yang ada, hadir lagu ikonik “Kuning” dari Marky Najoan (anggota band Rumah Sakit).
Lagu ini menyajikan “kritik reflektif terhadap idealisme dan kekuasaan yang terkikis”. Berbeda dengan amarah Sukatani, “Kuning” berfungsi sebagai cermin psikologis yang memberikan kedalaman perenungan moral dan eksistensial.
Keberadaan lagu ini dalam OST menciptakan “kritik berlapis”, menyeimbangkan energi protes dengan renungan yang dalam tentang makna kekuasaan dan penegakan keadilan.















