Cerita Romantis Maudy Ayunda dan Angga Yunanda Dilamar Wregas Bhanuteja untuk Film Para Perasuk
Sutradara Wregas Bhanuteja menggunakan cara romantis dan unik saat melamar Maudy Ayunda dan Angga Yunanda untuk bergabung dalam film Para Perasuk, yang sukses menembus Sundance Film Festival 2026.
SHOWBIZLINE – Film terbaru karya Wregas Bhanuteja, Para Perasuk, menjadi sorotan setelah berhasil menembus Sundance Film Festival 2026.
Tidak hanya karena tema kerasukan yang diangkat, tetapi juga karena cerita unik di balik perekrutan para aktornya.
Wregas memilih cara romantis dan kreatif untuk melamar bintang utama seperti Maudy Ayunda dan Angga Yunanda, sehingga proses awal film ini terasa berbeda dari biasanya.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Wregas mengungkapkan bahwa ia menulis surat cinta untuk Angga Yunanda, membuat doodle untuk Maudy Ayunda, dan mengajak Chicco Kurniawan dengan jebakan reading.
Cara ini bukan sekadar gimmick, melainkan bentuk kedekatan personal yang ingin ia bangun dengan para aktor sebelum masuk ke proses produksi yang penuh tantangan.
Surat Cinta untuk Angga Yunanda

Angga Yunanda, yang berperan sebagai Bayu, menerima “pinangan” Wregas lewat sebuah surat cinta. Surat tersebut menjadi simbol komitmen dan kepercayaan sutradara terhadap kemampuan Angga.
Setelah menerima ajakan itu, Angga langsung dihadapkan pada latihan fisik ekstrem, termasuk bergerak hanya menggunakan perut di atas aspal.
“Geraknya cuma pakai perut, enggak pakai tangan, enggak pakai kaki. Bayangin gimana caranya di atas aspal,” ungkap Angga, dikutip dari Suara, menceritakan betapa beratnya proses persiapan.
Doodle Romantis untuk Maudy Ayunda

Sementara itu, Maudy Ayunda yang memerankan Laksmi dilamar dengan doodle romantis. Cara ini membuat Maudy merasa tersentuh sekaligus tertantang untuk menerima peran yang menuntut totalitas fisik.
Ia harus tampil tanpa alas kaki alias nyeker di berbagai medan ekstrem Yogyakarta, serta menarikan gerakan 10 roh binatang berbeda.
“Yang lumayan terbebani ternyata dengkul saya. Di akhir-akhir itu kerasa kayak cekluk cekluk gitu, ada bunyi-bunyinya. Kita juga berinteraksi dengan serangga beneran,” ujar Maudy, menggambarkan pengalaman syuting yang penuh tantangan.
Jebakan Reading untuk Chicco Kurniawan
Berbeda dengan Angga dan Maudy, Chicco Kurniawan diajak bergabung lewat jebakan reading.
“Yang lain diajak makan, gue diajak reading,” candanya saat menceritakan pengalaman tersebut.
Chicco harus menjalani latihan fisik dan mental yang intens, termasuk beradaptasi dengan karakter kerasukan yang menjadi inti cerita film.
Totalitas Para Aktor dan Perjalanan ke Sundance
Selain Angga, Maudy, dan Chicco, aktor lain seperti Bryan Domani juga menghadapi tantangan unik.
Bryan harus mahir memainkan alat musik tradisional tam-tam (kendang) sembari menjaga tempo metronom yang sempat menghantuinya hingga terbawa mimpi.
Semua aktor menjalani latihan berbulan-bulan di bawah terik matahari, membuat bibir mereka pucat, namun hasil kerja keras itu terbayar dengan pencapaian besar: Para Perasuk siap mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.















