Home Showbiz & Celebrity Rio Dewanto Ungkap Tantangan Berperan dalam Film Horor KUYANK
Showbiz & Celebrity

Rio Dewanto Ungkap Tantangan Berperan dalam Film Horor KUYANK

Rio Dewanto kembali hadir di layar lebar lewat film horor Kuyank. Ia mengungkap tantangan berperan dengan bahasa Banjar serta pengalaman syuting di Kalimantan yang penuh kehangatan, tanpa nuansa mistis.

Rio Dewanto bermain dalam film KUYANK (Instagram/saranjanakotaghaib)

SHOWBIZLINE – Aktor Rio Dewanto menjadi salah satu bintang utama dalam film horor terbaru berjudul KUYANK, produksi Dari Hati Film (DHF).

Film ini merupakan bagian dari semesta horor Saranjana: Kota Gaib yang digarap oleh sutradara sekaligus produser Johansyah Jumberan atau Uncle Jo.

Dalam konferensi pers, Rio mengungkapkan bahwa keterlibatannya di film ini terasa sangat personal karena digarap langsung oleh putra daerah Kalimantan dan syuting dilakukan di wilayah tempat sang sutradara lahir serta besar.

Rio menuturkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah penggunaan bahasa dan dialek Banjar.

“Soal bahasa dan dialek, saya punya waktu yang cukup lama untuk berproses. Uncle Jo selalu hadir saat reading. Kalau ada pengucapan yang nggak sesuai, langsung direvisi di tempat,” ujarnya.

Proses pendalaman karakter ini dilakukan agar penampilannya terasa otentik dan mampu menghadirkan nuansa lokal yang kuat.

Syuting di Kalimantan dan Kehangatan Warga

Selama lebih dari satu bulan syuting di Kalimantan, Rio mengaku tidak mengalami pengalaman mistis seperti yang sering dikaitkan dengan film horor.
Rio Dewanto bermain dalam film KUYANK (Instagram/saranjanakotaghaib)

Selama lebih dari satu bulan syuting di Kalimantan, Rio mengaku tidak mengalami pengalaman mistis seperti yang sering dikaitkan dengan film horor.

Sebaliknya, ia merasakan kehangatan masyarakat setempat. “Alhamdulillah nggak ada pengalaman spiritual. Yang saya rasain justru kehangatan masyarakat. Hampir tiap hari kita dikirimin makanan dari pagi sampai sore,” ungkapnya.

Bahkan, ia sempat kewalahan karena makanan yang datang terlalu banyak hingga harus dibagi-bagikan kembali.

Dukungan Talenta Lokal

Rio juga memberikan pujian khusus kepada para pemain lokal Kalimantan, termasuk pendatang baru Putri Intan Kasela.
Rio Dewanto bermain dalam film KUYANK (Instagram/saranjanakotaghaib)

Rio juga memberikan pujian khusus kepada para pemain lokal Kalimantan, termasuk pendatang baru Putri Intan Kasela.

“Putri ini luar biasa. Ini film pertamanya dan dia punya potensi besar. Bukan cuma Putri, banyak pemain lokal yang kualitasnya sangat baik,” kata Rio.

Kehadiran talenta lokal dianggap memperkuat nuansa otentik film KUYANK, yang menggabungkan horor dengan drama keluarga tentang perjuangan perempuan menghadapi tekanan budaya, adat, dan ancaman gaib.

Skala Produksi dan Teknologi

Keseriusan penggarapan KUYANK terlihat dari skala produksinya. Tim membawa peralatan kamera seberat 1,5 ton, termasuk kamera Alexa 35 dan genset khusus, langsung dari Jakarta ke Kalimantan.

Sekitar 50 persen dialog dalam film ini menggunakan bahasa Banjar, memperlihatkan komitmen untuk menghadirkan karya yang autentik.

Selain itu, musisi lokal Jeff Banjar turut dilibatkan dalam pembuatan soundtrack, menambah kekayaan budaya dalam film.

Jadwal Tayang dan Antusiasme Penonton

Film KUYANK dijadwalkan tayang perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 sebelum rilis resmi di bioskop Indonesia pada 29 Januari 2026.

Kehadiran Rio Dewanto bersama Ochi Rosdiana, Putri Intan Kasela, dan Hamzan Al Idrus diharapkan mampu menarik perhatian penonton yang menantikan horor dengan sentuhan budaya lokal.

Previously

Sinopsis dan Fakta Menarik Film Korea The Great Flood

Next

Natasha Rizki Mengungkap Diri Siap Memulai Lembaran Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement