Home Showbiz & Celebrity Manohara Ogah Disebut Mantan Istri Pangeran Kelantan, Tegaskan Alasannya
Showbiz & Celebrity

Manohara Ogah Disebut Mantan Istri Pangeran Kelantan, Tegaskan Alasannya

Manohara menolak disebut mantan istri Pangeran Kelantan dan menegaskan alasannya sebagai korban kekerasan. Simak penjelasan lengkapnya tentang penggunaan bahasa yang keliru dan dampaknya bagi korban.

Manohara tak mau disebut mantan istri Pangeran Kelantan (Instagram/manodelia)

SHOWBIZLINE – Nama Manohara Odelia Pinot kembali menjadi sorotan publik setelah ia menegaskan keberatannya disebut sebagai “mantan istri” Pangeran Kelantan.

Dalam surat terbuka dan unggahan di media sosial, Manohara menekankan bahwa pernikahan yang terjadi di masa remajanya bukanlah sebuah hubungan sah, melainkan paksaan yang penuh dengan kekerasan.

Pernyataan ini sontak mengundang perhatian luas, mengingat selama bertahun-tahun media kerap menempelkan label tersebut pada dirinya.

Model berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa penggunaan istilah “mantan pasangan” tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi menutupi fakta bahwa dirinya adalah korban.

Ia menolak keras framing yang seolah-olah menggambarkan pengalaman traumatisnya sebagai sebuah kisah asmara.

“Ketika seseorang mengalami kekerasan seksual, kita tidak menyebut mereka sebagai mantan pacar dari pelakunya,” tulis Manohara dalam unggahan berbahasa Inggris pada 6 Januari 2026.

Penjelasan Manohara tentang Kekerasan

Manohara mengungkapkan bahwa peristiwa yang menimpanya terjadi saat ia masih berusia 15 tahun
Manohara tak mau disebut mantan istri Pangeran Kelantan (Instagram/manodelia)

Manohara mengungkapkan bahwa peristiwa yang menimpanya terjadi saat ia masih berusia 15 tahun, sementara pria yang terlibat berusia 30-an. Ia menegaskan tidak ada pacaran, tidak ada hubungan, dan tidak ada persetujuan.

“Apa yang terjadi adalah paksaan,” jelasnya. Dengan tegas, ia menolak istilah yang menyiratkan adanya pilihan, karena kenyataannya ia tidak memiliki pilihan sama sekali.

Kritik terhadap Media dan Penggunaan Bahasa

Menurut Manohara, menyebut korban sebagai “mantan pasangan” dari pelaku justru mengalihkan fokus dari kejahatan yang terjadi.

Lebih buruk lagi, istilah tersebut bisa membebankan stigma kepada korban, seolah-olah mereka turut berpartisipasi dalam hubungan yang sebenarnya tidak pernah ada. Ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang tepat agar tidak menormalisasi kekerasan.

“Para korban tidak membutuhkan sebutan yang menyiratkan adanya pilihan, padahal kenyataannya tidak ada pilihan sama sekali,” tegasnya.

Kehidupan Pribadi dan Dukungan Publik

Kini Manohara diketahui menjalin hubungan dengan pria berkebangsaan asing bernama Kristian Hansen. Kehidupan barunya menunjukkan bahwa ia berusaha bangkit dari masa lalu yang penuh luka.

Publik banyak memberikan dukungan atas keberaniannya berbicara, terutama karena ia menyinggung isu penting tentang bagaimana media dan masyarakat seharusnya memperlakukan korban kekerasan.

Sikap tegas Manohara dianggap sebagai langkah berani untuk memperjuangkan narasi yang lebih adil bagi para penyintas.

Previously

Ridwan Kamil Resmi Cerai dari Atalia Praratya

Next

Foto Prewedding Darma Mangkuluhur dan DJ Patricia Schuldtz, Elegan dengan Nuansa Jawa Modern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement