Penonton Capai 10, 9 Juta! Ernest Prakasa Bicara Soal Pembagian Keuntungan Agak Laen 2
Film Agak Laen 2 jadi film Indonesia terlaris sepanjang masa, Ernest Prakasa jelaskan pembagian keuntungan.
SHOWBIZLINE – Kesuksesan film Agak Laen 2 mencatat sejarah baru di industri perfilman Indonesia.
Film garapan rumah produksi Imajinari ini resmi menyandang predikat sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh animasi Jumbo.
Antusiasme penonton yang luar biasa membuat film ini menembus angka jutaan penonton hanya dalam hitungan minggu sejak tayang perdana, sampai akhihrnya meraih lebih dari 10,9 juta penonton.
Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para sineas, tetapi juga menimbulkan rasa penasaran publik mengenai bagaimana pembagian keuntungan dari film yang meraih pendapatan fantastis ini.
Produser sekaligus sutradara Ernest Prakasa akhirnya angkat bicara, memberikan penjelasan terkait sistem pembagian keuntungan yang diterapkan dalam proyek Agak Laen 2.
Penjelasan Ernest Prakasa tentang Sistem Keuntungan

Dalam sebuah podcast bersama Atta Halilintar, Ernest menjelaskan bahwa pembagian keuntungan film dilakukan berdasarkan kesepakatan antara rumah produksi, investor, dan pihak bioskop.
Atta terlebih dahulu memancing jawaban Ernest dengan keuntungan Agak Laen: Menyala Pantiku yang didapatkan.
“Bener nggak Koh, Agak Laen ini untungnya mencapai Rp300 miliar?” tanya suami Aurel Hermansyah.
Ernest kemudian memberikan penjelasannya. Ia mengatakan bahwa cara menghitung pendapatan produser dimulai dari harga tiket bioskop yang berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000.
Namun, dengan dipotong pajak dan dibagi dua dengan pihak bioskop, maka produser hanya menerima Rp15 ribu sampai Rp18 ribu dari penjualan tiket.
Belum berhenti karena pendapatan per tiket yang dikalikan jumlah penonton akan dikurangi berbagai biaya seperti produksi, promosi, dan pengembalian modal kepada investor.
Bonus Pemain dan Kru

Masih menurut Ernest Prakasa, selama ini rumah produksinya, Imaginari memilih untuk menjadi investor minoritas untuk menjaga risiko finansial.
Hal itu supaya dirinya terhindar dari stres yang tinggi karena harus mendanai proyek produksi secara penuh. Ia menambahkan jika industri perfilman sangat spekulatif.
Selain perhitungan di atas, Ernest juga melakukan pembagian keuntungan kepada beberapa pihak, termasuk kepada pemain dan para kru ketika sudah mencapai target.
Penjelasan Ernest mengenai pembagian keuntungan juga menjadi informasi penting bagi publik, terutama bagi mereka yang tertarik memahami bagaimana industri perfilman mengelola pendapatan dari sebuah karya yang sukses besar.














