Waspada Pishing dan Malware di Link Viral ‘Video Teh Pucuk’
Viral Link Video Teh Pucuk mendominasi pencarian di media sosial Indonesia. Di balik rasa penasaran warganet, pakar siber mengingatkan bahwa tautan yang beredar mayoritas adalah phishing, adware, hingga pencurian data pribadi.
SHOWBIZLINE – Jagat media sosial Indonesia diguncang fenomena baru dengan kata kunci “Viral Link Video Teh Pucuk” yang menduduki puncak pencarian di TikTok, X (Twitter), hingga Telegram pada Februari 2026.
Narasi yang beredar menyebut adanya video berdurasi 1 menit 50 detik hingga 17 menit dengan konten tidak senonoh menggunakan botol minuman kemasan tertentu.
Namun, di balik rasa penasaran warganet, pakar keamanan siber menemukan lonjakan drastis serangan digital.
Ribuan tautan yang mengklaim sebagai “link asli” ternyata menjadi pintu masuk phishing, adware, hingga pencurian data pribadi.
Fenomena ini bukan sekadar tren viral, melainkan ancaman nyata bagi keamanan digital pengguna internet di Indonesia.
Mengapa Teh Pucuk Mendadak Viral?
Analisis tren Google dan media sosial menunjukkan lonjakan pencarian dipicu unggahan TikTok dengan thumbnail ambigu.
Video tersebut menampilkan botol minuman dengan teks provokatif yang mengisyaratkan skandal. Psikologi curiosity gap membuat pengguna penasaran, sementara algoritma TikTok dan X mempercepat penyebaran narasi.
Dua versi narasi utama beredar: versi 1 menit 50 detik yang diklaim menampilkan aktivitas privat, serta versi 17 menit yang disebut sebagai extended video.
Faktanya, sebagian besar tautan justru mengarahkan pengguna ke situs judi online, iklan spam, atau video acak yang tidak sesuai deskripsi.
Modus Phishing dan Malware
Pakar siber menjelaskan bahwa tautan viral ini mayoritas adalah umpan untuk serangan digital. Modus yang digunakan antara lain:
- Drive-by Download: tautan shortlink yang otomatis menjalankan skrip berbahaya dan mengunduh aplikasi jahat (.apk) di perangkat Android.
- Pencurian Session Cookies: halaman login palsu menyerupai Facebook atau Google untuk mencuri kredensial pengguna.
- Adware dan Browser Hijacking: notifikasi spam hingga perubahan paksa homepage dan mesin pencari.
Fakta vs Hoaks
Hingga kini, tidak ada bukti valid mengenai keberadaan video asli sesuai narasi. Penelusuran forum menunjukkan konten yang beredar hanyalah potongan lama atau deepfake AI.
Kementerian Komunikasi dan Digital bersama platform media sosial terus melakukan takedown, namun kecepatan share dan repost membuat hoaks sulit dibendung.
Risiko Hukum UU ITE
Selain ancaman keamanan, penyebaran tautan bermuatan asusila juga berisiko hukum. Pasal 27 ayat (1) UU ITE melarang distribusi konten melanggar kesusilaan, dengan ancaman pidana penjara dan denda miliaran rupiah.
Bahkan sekadar membagikan tautan di grup WhatsApp bisa menjerat pengguna jika terbukti memuat konten ilegal.
Langkah Mitigasi
Bagi pengguna yang terlanjur mengklik tautan, pakar menyarankan segera memutus koneksi internet, membersihkan cache dan cookies browser, memindai perangkat dengan antivirus, mengganti kata sandi, serta memeriksa izin aplikasi untuk menghapus program asing.
Fenomena Viral Link Video Teh Pucuk menjadi pengingat bahwa rasa penasaran bisa menjadi celah keamanan terbesar.
Mayoritas tautan hanyalah rekayasa sosial untuk menjebak pengguna, sehingga warganet diimbau lebih skeptis terhadap klaim “video full” atau “skandal viral” yang beredar di media sosial.



















