Home Beauty & Wellness Kondom Kedaluwarsa Tingkatkan Risiko Kesehatan, Ini Cara Mengenalinya
Beauty & Wellness

Kondom Kedaluwarsa Tingkatkan Risiko Kesehatan, Ini Cara Mengenalinya

Kondom memiliki masa kedaluwarsa sekitar lima tahun dari tanggal produksi. DKT Indonesia mengingatkan pentingnya memeriksa kondisi kondom sebelum digunakan karena risiko kebocoran dan robek dapat meningkat jika sudah expired.

Ilustrasi kondom kedaluwarsa (Istimewa)

SHOWBIZLINE Kondom dikenal sebagai alat kontrasepsi yang praktis sekaligus aman. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kondom juga memiliki masa kedaluwarsa.

Menggunakan kondom yang sudah melewati batas waktu pemakaian dapat meningkatkan risiko kebocoran atau robek, sehingga fungsinya sebagai pelindung tidak lagi optimal.

Group Brand Manager DKT Indonesia, Michael Suwito, menjelaskan bahwa masa kedaluwarsa kondom umumnya sekitar lima tahun sejak tanggal produksi. Kondom yang sudah expired biasanya dapat dikenali dari kondisi fisiknya.

“Kalau kondom saat dibuka kering, dipakai juga susah itu biasanya sudah kedaluwarsa. Karena itu cairan lubrikasinya sudah hilang atau berkurang. Kan mesti ada lubrikasi biar mudah dipakai,” ujarnya dalam peluncuran kampanye terbaru kondom Sutra di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Risiko Menggunakan Kondom Expired

Jika tetap digunakan, kondom yang sudah kedaluwarsa tidak akan berfungsi secara maksimal.
Kampanye Kondom Sutra ‘Mau Kalo Pake Kondom’ (dok. Sutra)

Jika tetap digunakan, kondom yang sudah kedaluwarsa tidak akan berfungsi secara maksimal. Padahal, kondom memiliki peran ganda, yakni mencegah kehamilan sekaligus melindungi dari infeksi menular seksual (IMS).

Clinical Training Manager DKT Indonesia, dokter Erika, menegaskan, “Ingat, kondom itu dual protection ya, bukan cuma mencegah kehamilan tapi juga melindung dari risiko infeksi menular seksual.”

Ia menambahkan bahwa kondom bukan sekadar alat kontrasepsi, melainkan bentuk self-care dan perlindungan bagi kedua belah pihak.

Oleh karena itu, penting memastikan kondom digunakan sejak awal berhubungan dan tidak melewati masa kedaluwarsa.

Kampanye Edukasi Kondom Sutra

Komika Pandji Pragiwaksono yang hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa laki-laki sering mencari alasan untuk tidak memakai kondom.
Kampanye Kondom Sutra ‘Mau Kalo Pake Kondom’ (dok. Sutra)

Dalam kampanye terbaru bertajuk “Mau Kalau Pakai Kondom”, Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, menyampaikan bahwa perusahaan ingin mengubah persepsi masyarakat.

“Lewat kampanye ini, kami ingin kondom menjadi bagian dari momen intim, sesuatu yang normal dibicarakan dan tidak bisa ditawar,” jelasnya.

Komika Pandji Pragiwaksono yang hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa laki-laki sering mencari alasan untuk tidak memakai kondom.

Namun, menurutnya, bila pasangan perempuan tegas meminta penggunaan kondom, biasanya pihak pria akan mengikuti. “Kalau pasangannya tegas, kebanyakan akhirnya nurut,” ungkap Pandji.

Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kondom bukan hanya alat kontrasepsi, tetapi juga bagian penting dari perlindungan kesehatan dan hubungan yang bertanggung jawab.

Previously

Waspada Pishing dan Malware di Link Viral 'Video Teh Pucuk'

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement