Home Showbiz & Celebrity Messi Gusti Ungkap Tantangan Syuting Film ‘Pelangi di Mars’, Kostum Astronot hingga Andalkan Imajinasi
Showbiz & Celebrity

Messi Gusti Ungkap Tantangan Syuting Film ‘Pelangi di Mars’, Kostum Astronot hingga Andalkan Imajinasi

Messi Gusti cerita soal tantangan syuting film Pelangi di Mars dengan teknologi XR. Dari kostum astronot hingga harus berimajinasi tanpa robot sungguhan.

Messi Gusti berperan sebagai Pelangi di Film Pelangi di Mars (dok. Showbizline)

SHOWBIZLINE.com – Teknologi extended reality (XR) kini mulai banyak digunakan dalam produksi film dunia, termasuk dalam film Indonesia, Pelangi di Mars.

Di balik visual futuristik yang ditampilkan di layar, proses syutingnya menyimpan tantangan tersendiri bagi para pemain, termasuk Messi Gusti yang memerankan karakter Pelangi.

Dalam wawancara spesial bersama anak-anak bertema “Anak-anak Jadi Reporter: Bumi Bertanya, Mars Menjawab” di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (25/1), Messi Gusti membagikan pengalamannya menjalani proses syuting film berteknologi XR tersebut.

Ia mengaku tantangan terbesar bukan pada pendalaman karakter, melainkan pada aspek teknis selama produksi berlangsung.

Tantangan Kostum Astronot dan Gerak Terbatas

Messi Gusti berperan sebagai Pelangi di Film Pelangi di Mars (dok. Showbizline)
Messi Gusti berperan sebagai Pelangi di Film Pelangi di Mars (dok. Showbizline)

Messi Gusti menjelaskan bahwa secara karakter ia tidak mengalami kesulitan berarti. Remaja yang sekarang duduk di bangku SMP ini mengaku banyak mendapatkan bantuan.

“Kalau secara karakter, aku nggak sulit karena kan udah dibantu juga prosesnya dan segala macemnya,” ujarnya.

Namun, kesulitan muncul saat proses syuting berlangsung, terutama karena kostum yang dikenakan.

“Tapi kalau pada saat syuting, sulit yang terutama itu dari kostumnya dulu. Kostumnya itu aku pakai kostum astronot. Terus bikin aku juga agak susah untuk bergerak, mengeksplor gerakan.”

Kostum astronot tersebut membuat ruang geraknya terbatas. Meski begitu, menurutnya kostum tersebut tidak terlalu berat. Di dalam helm bahkan terdapat kipas portable yang membantu sirkulasi udara.

“Enggak berat sih sebenernya. Kipasnya kayak kipas portable gitu ya. Yang bener-bener masuk gitu kan. Cuma itu dipakein biar satu, dialognya tuh biar gak ngembun di kacanya,” imbuhnya.

Ia juga harus mengenakan kostum tersebut sejak pagi. “Jadi mulai syuting jam 8. Tapi dari jam setengah 8 tuh aku udah pake bajunya gitu kan. Jadi jam 8 tuh udah tinggal syuting.”

Saat waktu istirahat, ia harus membuka kostum dan mengganti pakaian dalamnya sebelum kembali melanjutkan syuting hingga sekitar pukul 10 atau 11 malam.

Berakting Sendirian dengan Teknologi XR

Messi Gustti, pemeran Pelangi di film Pelangi di Mars
Messi Gustti, pemeran Pelangi di film Pelangi di Mars (dok. Showbizline)

Selain kostum, tantangan lain yang dihadapi Messi adalah penggunaan teknologi XR yang membuatnya sering berakting tanpa lawan main fisik di lokasi.

“Terus karena ini juga pakai teknologi XR, jadi cuma ada aku sendiri doang, robot-robotnya nggak ada. Jadi aku harus berimajinasi lebih aja sih,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa proses imajinasi tersebut bukan sepenuhnya tanpa bantuan. “Bukan imajinasi siapa, tapi sendirian juga. Karena kan sebelumnya ada simulator dulu, sama body actor,” ucapnya.

“Jadi aku udah kebayangin simulatornya, nanti robotnya bakal ada di sini. Terus juga kakak-kakak di balik layar itu juga ngasih tau nanti ada robotnya kayak gini ya, ada di sisi mana,” lanjut Messi.

Meski hari pertama terasa sulit, ia mulai terbiasa di hari-hari berikutnya. “Mungkin hari pertama syuting tuh susah banget ya, karena masih belum kebiasa lah. Cuma hari kedua, hari kedua, dan seterusnya aku udah terbiasa.”

Tantangan Teknis di Dalam Helm

Penggunaan helm dengan kipas di dalamnya juga membawa tantangan tersendiri dalam komunikasi di lokasi syuting.

“Mungkin itu sih harus punya imajinasi yang tinggi. Terus… Iya sih, karena ada kipasnya helm. Pendengaranku jadi kurang baik gitu,” kata Messi.

Suara kipas yang terus berputar membuatnya kesulitan mendengar arahan secara jelas. “Karena kan kipasnya muter terus. Kalau misalnya ada orang ngomong sama aku, harus di deket banget atau pake mic gitu. ga sampai teriak-teriak sih.”

Pengalaman Messi Gusti dalam film Pelangi di Mars menggambarkan bagaimana penggunaan teknologi XR dalam industri film menghadirkan tantangan baru bagi aktor, baik dari sisi teknis maupun kemampuan berimajinasi saat berakting di ruang yang sebagian besar diisi efek visual digital.

Untuk diketahui, film yang disutradarai Upie Guava ini akan tayang pada libur Lebaran, tepatnya 18 Maret 2026. Selain Messi, film ini juga diperankan oleh Lutesha, Rio Dewanto, juga Livy Renata.

Previously

Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayur Saat Puasa Menurut Ahli Gizi, Ini yang Dianjurkan

Next

Harga Kalung Nia Ramadhani Jadi Sorotan, Dikira Ratusan Ternyata Rp 2 Jutaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement