Home Showbiz & Celebrity Badai Eks Kerispatih Bongkar Perseteruan dengan Sammy Simorangkir soal Isu Royalti Lagu
Showbiz & Celebrity

Badai Eks Kerispatih Bongkar Perseteruan dengan Sammy Simorangkir soal Isu Royalti Lagu

Perseteruan Badai eks Kerispatih dan Sammy Simorangkir kembali memanas. Isu royalti, somasi, dan larangan menyanyikan lagu Kerispatih jadi sorotan dalam sidang MK dan media sosial.

Badai eks Kerispatih tanggapi isu royalti dari Sammy Simorangkir (Instagram/badaithepianoman)

Showbizline – Perseteruan lama antara Doadibadai Hollo atau Badai, eks keyboardist dan pencipta lagu utama Kerispatih, dengan mantan vokalis band tersebut, Sammy Simorangkir, kembali mencuat ke publik.

Konflik ini dipicu oleh kesaksian Sammy dalam sidang uji materi Undang-Undang Hak Cipta di Mahkamah Konstitusi (MK), di mana ia mengaku pernah diminta membayar Rp5 juta untuk menyanyikan lagu-lagu Kerispatih setelah keluar dari band.

“Setelah saya dikeluarkan secara sepihak dari Kerispatih dan memulai karier solo, saya dilarang menyanyikan lagu-lagu Kerispatih, kecuali saya membayar Rp5 juta per lagu,” ujar Sammy saat bersaksi di MK.

Badai Menanggapi

Pernyataan tersebut langsung ditanggapi oleh Badai. Ia mengklarifikasi bahwa permintaan pembayaran tersebut bukan berasal darinya secara pribadi, melainkan dari manajemen Kerispatih saat itu.

“Kalau dibilang dimintai Rp5 juta, itu kan pernyataan lisan. Lagipula itu permintaan dari manajemen kami saat itu,” jelas Badai.

Badai juga mempertanyakan konsistensi Sammy, mengingat sang vokalis sempat menyatakan tidak membutuhkan lagu-lagu ciptaannya, namun tetap membawakan lagu-lagu tersebut dalam konser solonya.

“Dia pernah mengatakan ke saya, ‘Gue enggak butuh lagu lo’. Kalau memang enggak butuh, kenapa masih dibawain?” kata Badai.

Merasa Dirugikan Sebagai Pencipta Lagu

Badai eks Kerispatih membahas isu royalti dan konflik dengan Sammy Simorangkir
Badai eks Kerispatih tanggapi soal isu royalti dari Sammy Simorangkir (Instagram/badaitrhepianoman)

Sebagai pencipta lagu, Badai merasa dirugikan karena lagu-lagu ciptaannya dibawakan tanpa adanya kejelasan pembayaran royalti.

Ia mengaku tidak pernah menerima bayaran dari Sammy, meski tetap membiarkan lagu-lagu tersebut dinyanyikan di berbagai panggung.

“Lagu saya dibawain ke mana-mana, dari LMK enggak jelas, LMKN juga enggak jelas. Terus potensi kerugiannya ada di mana? Yang pasti ada di saya dong sebagai pemilik lagu,” tegas Badai.

Badai juga mengungkap bahwa setelah keluar dari Kerispatih pada 2016, ia menerapkan sistem royalti sebesar 10 persen yang kemudian dinegosiasikan menjadi 5 persen.

Sistem ini sempat dijalankan oleh Kerispatih selama satu tahun, namun Sammy disebut tidak pernah membayar royalti tersebut4.

“Ke Sammy pun saya berkomunikasi untuk melakukan hal yang sama. Tapi yang bersangkutan menolak membayar,” ujar Badai.

Unggahan Sammy Jadi Perhatian

Menanggapi pernyataan Badai, Sammy diduga menyindir balik lewat unggahan di Instagram Story.

“Berbeda pendapat boleh-boleh aja. Tapi orang dewasa tuh ngobrol, dan tetap bisa berteman,” tulis Sammy.

Unggahan tersebut dinilai sebagai ajakan untuk menyelesaikan konflik secara dewasa dan dialog terbuka. Meski tidak menyebut nama, publik langsung mengaitkannya dengan perseteruan yang sedang berlangsung.

Konflik ini menjadi sorotan karena menyentuh isu penting dalam industri musik Indonesia, hak cipta dan royalti antara pencipta lagu dan performer. Badai bahkan diketahui telah melayangkan somasi kepada label musik terkait pelanggaran hak cipta atas lagu-lagunya.

Previously

Bejo Jahe Merah Dukung #PamerIndonesia, Teman Setia Traveler Jelajahi Hidden Gem Kalimantan

Next

Denada Tampil Memesona di Thailand dengan Busana Tradisional Usai Oplas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement