Kecewa Kalah TKO dari El Rumi, Jefri Nichol Lontarkan Kalimat Emosional
Jefri Nichol kalah TKO dari El Rumi dalam laga tinju Superstar Knockout. Cedera bahu dan keputusan wasit yang kontroversial membuat Jefri kecewa dan memutuskan berhenti dari dunia tinju.
Showbizline – Pertarungan tinju bertajuk Superstar Knockout Vol. 3 antara Jefri Nichol dan El Rumi berakhir dalam waktu yang sangat singkat, hanya 38 detik.
Jefri dinyatakan kalah melalui Technical Knockout (TKO) setelah mengalami dislokasi bahu saat melayangkan pukulan yang tidak mengenai sasaran.
Keputusan wasit untuk menghentikan pertandingan memicu kontroversi dan kekecewaan mendalam dari pihak Jefri.
Cedera Bahu dan Keputusan Wasit yang Dipertanyakan

Jefri Nichol mengaku bingung dan kecewa atas keputusan wasit yang dianggap terlalu cepat.
“Kronologisnya gue pukul angin, dislock, tangan gue enggak bisa naik, baru kena tujuh pukulan udah distopin gitu,” ungkapnya.
Ia merasa belum sempat menunjukkan kemampuan dan menyindir bahwa mungkin dirinya memang tidak cukup paham soal tinju. “Mereka yang lebih ngerti deh,” tambahnya dengan nada sarkastik.
Pelatih Jefri, Max Metino, juga menyoroti prosedur medis yang seharusnya dijalankan. Menurutnya, wasit seharusnya memanggil tim medis dan memberikan waktu lima menit untuk pemeriksaan sebelum memutuskan TKO.
Kekecewaan yang Berujung pada Keputusan Besar

Kekalahan ini bukan hanya soal fisik, tapi juga emosional. Jefri mengaku sudah kehilangan harapan terhadap dunia tinju.
“Gue udah hilang harapan sama tinju, udah kecewa sih gue,” ujarnya.
Meski tidak mengalami trauma, rasa frustrasi membuatnya memutuskan untuk berhenti dari dunia tinju.
Namun, Jefri tidak menyalahkan El Rumi atas hasil pertandingan. Ia justru mempertanyakan sistem dan keputusan di balik layar.
“Yang gue pertanyain kaya keputusan di orang-orang belakang aja sih, kaya kenapa kaya gini,” katanya.
Melirik MMA sebagai Alternatif
Setelah dua kali kalah dari El Rumi, Jefri mulai mempertimbangkan untuk beralih ke Mixed Martial Arts (MMA).
“Iya kayaknya MMA lebih asik sih,” tuturnya.
Menurutnya, MMA lebih transparan dalam menentukan pemenang berdasarkan dominasi fisik, bukan sekadar poin atau keputusan wasit.















